Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Panen Jagung Bersama LAZ Masjid Raya Batam

Sekali Panen Bisa Tiga Kuintal

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam memiliki program pemberdayaan umat bernama Program Produktif Mandiri. Bentuknya, pemberian modal usaha yang dipantau secara berkala. Usaha perkebunan jagung Ustaz Faturrohman di Kampung Traling, Galang, Batam ini menjadi salah satunya.

WENNY C PRIHANDINA, Galang

Sejuknya angin masih bertiup pukul 09.00 WIB itu. Namun, hangat mentari juga mulai terasa. Sinarnya sejenak membuat silau mata. Di atas jalan setapak di balik Masjid Sultan Agung Kampung Traling, Kelurahan Rempang Cate itu rombongan LAZ Masjid Raya Batam (MRB) melintas satu demi satu.

Kepala mereka tertunduk. Memastikan jalan yang mereka lalui benar dan tidak berlubang. Selain juga menghindar dari silau mentari. Di kanan-kiri, tanah lapang menghampar.

Tidak sampai lima ratus meter, batang-batang jagung mulai nampak. Rombongan masuk lebih dalam. Lalu berhenti sebelum kebun jagung itu berakhir.

”Inilah kebun jagung tempat kita akan memanen,” kata Darwis, Manajer Pemberdayaan dan Pendistribusian LAZ MRB sambil merentangkan tangan kanannya ke area perkebunan jagung, Minggu (17/1/2016).

Rombongan mengangguk-angguk dan memandang batang-batang jagung itu lebih lama. Tidak banyak rombongan LAZ kali itu. Hanya sepuluh orang saja. Terdiri dari awak LAZ MRB serta para donatur yang kerap menyalurkan zakatnya melalui LAZ MRB.

Nah, kebun jagung yang mereka kunjungi itu menjadi satu dari sekian banyak usaha yang dibina LAZ MRB. Dana pembinaannya, ya, melalui zakat-zakat yang terkumpul. Itulah mengapa, Ustaz Faturrohman mengundang LAZ MRB dan donatur untuk ikut melakukan panen jagung. Ini panen jagung yang kedua kalinya.

”Kebun jagung yang pertama ada di bawah sana. Sekarang sedang ditanami ubi,” tutur Ustaz Faturrohman.
Ustaz Faturrohman merupakan Imam Masjid Sultan Agung. Ia diangkat sebagai imam sejak tahun 2012. Ketika itulah, ia melihat lahan di sekitar masjid terbengkalai. Hanya ditumbuhi semak belukar saja.

Ia pun meminta izin untuk mengelolanya. Pengurus masjid setuju. Ia memulai dengan lahan di samping masjid. Ia menanaminya dengan jagung.

Di pertengahan jalan, ia terkendala biaya. Ia mendengar LAZ MRB terbiasa membantu pembiayaan usaha-usaha. Ia mengajukan proposal pada Januari 2015 lalu.

LAZ memang memiliki program untuk pembiayaan usaha tersebut. Namun, bukan hanya sekedar memberikan dana saja. LAZ juga melakukan memantau sembari melakukan pembinaan. Inilah bentuk pemberdayaan umat yang mereka jalankan.

Program pemberdayaan umat itu dinamai Program Produktif Mandiri. Masyarakat dibina untuk mandiri. Mereka harus melaporkan keuangan sekali dalam sebulan. Tujuan akhirnya, mereka bisa menopang hidupnya sendiri tanpa meminta-minta lagi.

”Jadi kami memberikan kail, bukan ikan,” ujar Darwis, Manajer Pemberdayaan dan Pendistribusian LAZ MRB.

Proposal Ustaz Faturrohman diterima. Sejumlah uang disalurkan. Besarnya beragam. Kata Darwis, mulai dari Rp 1 hingga Rp 4 juta per orang. Ini tergantung pada permintaan mereka, hasil survei lapangan, dan kemampuan dana LAZ MRB.

Pada Juli tahun 2015, ustaz asal Lampung itu mengabarkan hendak panen. Ia mengundang LAZ hadir. Di sana, LAZ ikut memanen bersama dengan sejumlah anggota TNI. Hasil panen itu kemudian langsung dibeli. LAZ membawa pulang 54 kilogram jagung.

”Kalau yang sekarang ini lebih besar dari yang kemarin,” kata Ustaz Faturrohman.

Setiap orang, tanpa menunggu lebih lama, memasuki kebun. Ada yang membawa karung, ada juga yang membawa ponsel untuk mengabadikan momen. Di setiap batang, hanya ada satu jagung.

”Ambil yang besar saja,” begitu titah Ustaz Faturrohman.

Mengambilnya cukup dengan mematahkan bagian pangkal jagung. Lalu ditarik. Jagung-jagung itu kemudian dikumpulkan dalam satu karung. Dan langsung ditimbang.

Panen ini hasil penanaman bibit di awal bulan November lalu. Ia menanam bibit jagung super agri. Hasilnya besar-besar dan gemuk-gemuk. Ketika kulitnya dibuka, bulir-bulir jagungnya kuning dan berbaris dengan rapat.

Langsung saja, keinginan untuk memasak jagung muncul. Wulan, satu donatur yang ikut panen, langsung menghitung-hitung jumlah jagung yang akan dibawa pulang. Ia berhenti pada angka lima kilogram.

”Nanti untuk mama, untuk tetangga,” katanya sambil ikut membersihkan jagung.

Hampir semua yang ikut panen, heran dengan jagung yang mereka petik sendiri. Bahkan ketika kemudian, Ustaz Faturrohman menyuguhkan jagung dalam versi telah direbus. Hmmmm… rasanya manis!

Setiap orang setidaknya menyantap satu jagung. Ada juga yang menambah hingga dua biji. Antara enak dan lapar. Maklum, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB.

”Seru, menyenangkan dan mengenyangkan juga,” kata Wulan.

Wulan datang bersama suaminya, Murni. Keduanya menyalurkan zakatnya ke Masjid Raya Batam. Dan ketika muncul kabar undangan panen ini, mereka memutuskan untuk ikut.

”Kebetulan juga tidak ada kegiatan lain,” tutur wanita kelahiran tanah sunda itu lagi.

Menikmati jagung rebus menjadi kegiatan pemungkas acara panen jagung tersebut. Rombongan bertolak dari Masjid Sultan Agung pada pukul 11.30 WIB. Setiap orang sudah menenteng kantong berisi jagung. Mulai dari tiga kilogram, lima kilogram, hingga sepuluh kilogram.

”Ustaz Syarif (Ketua LAZ MRB) nitip juga sepuluh kilogram,” kata Darwis, Manajer Pemberdayaan dan Pendistribusian LAZ MRB.

Selain membantu dana, LAZ juga membantu membuka jaringan penjualan. Mereka akan mempromosikan jagung milik Ustaz Faturrohman ke sejumlah pedagang jagung bakar di wilayah Jembatan Barelang. Ataupun ke sanak saudara.

Ustaz Faturrohman mengaku kewalahan memenuhi permintaan. Padahal itu baru dari jaringan LAZ MRB. Pelanggan umumnya belum banyak. Karena jagungnya sudah terlebih dahulu habis. Permintaan jagung untuk wilayah Batam memang banyak.

Usaha perkebunan ini memang menjanjikan. Asal bisa merawat, pasti akan panen. Begitu kata Ustaz Faturrohman.

Pada panen pertama, ia bisa mengumpulkan hingga tiga kuintal jagung. Jika ditambah dengan hasil kebun ini, jumlahnya bisa sampai lima kuintal. Itu saja masih kurang. Kini ia tengah membuka lahan baru agak jauh dari masjid. Lahan itu miliknya sendiri.

”Di lahan baru itu nanti kami tanami jagung juga,” kata Ustaz Faturrohman.

Di tahun 2016 ini, LAZ MRB akan menyalurkan bantuan modal untuk 50 mustahik Program Produktif Mandiri sekota Batam. Ustaz Faturrohman menjadi salah satunya. Ia sudah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digagas LAZ MRB bulan Desember lalu.

”Banyak yang menerima bantuan ini janda-janda dan orang difabel. Usahanya pun beragam, bukan hanya perkebunan,” ujar Darwis. ***

January 18, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: