Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Harapan 439 Ribu Honorer K2 untuk Jadi CPNS Hilang

JAKARTA (BP) – Harapan honorer kategori dua (K2) untuk diangkat CPNS pupus sudah. Kepastian ini menyusul pernyataan tegas dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi.

”Mohon maaf, dengan berat hati saya katakan tidak bisa mengangkat honorer K2 menjadi CPNS,” tegas Yuddy dalam raker dengan Komisi II DPR RI, Rabu (20/1/2016).

Yuddy beralasan, keputusan ini terpaksa diambli karena rendahnya kekuatan fiskal negara akibat tidak tercapainya penerimaan negara 2015 lalu. Sehingga selaku MenPAN-RB, dirinya harus mengambil kebijakan tersebut meski dipastikan tidak populis dan dipastikan akan banyak menuai protes.

”Diperkirakan tahun ini ada Rp 250 triliun pendapatan dari pajak yang tidak bisa dicapai. Apalagi pendapatan APBN tahun lalu hanya 85 persen, sehingga negara tidak ada duitnya untuk mengangkat K2. Itu sebabnya diputuskan pengangkatan seluruh honorer K2 dihentikan,” terang Yuddy.

Itu sebabnya, moratorium CPNS tetap diberlakukan baik dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan pelamar umum. ”Sebagai MenPAN-RB, saya tidak bisa menambah beban negara dengan rekrutmen CPNS baru. Selain itu tidak ada aturan hukum mengangkat honorer K2 menjadi CPNS,” katanya lagi.

“Sekali lagi saya mohon maaf karena saya tidak bisa menyelesaikan masalah honorer K2. Sebab, aslinya masalah K2 ini sudah tuntas,” terang Yuddy.

Dia menyebutkan, semua cara sudah ditempuh untuk menggolkan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS. Namun berbagai kendala ditemui, salah satunya regulasi.

“Saya bukannya tidak bekerja tapi memang tidak ada celah lagi untuk honorer K2,” ujarnya.

Itu sebabnya, lanjut Yuddy, pemerintah pusat mengembalikan penyelesaian masalah honorer K2 ke pejabat pembina kepegawaian (PPK). Masing-masing daerah dipersilakan membuat peta kebutuhan pegawainya dan mengambil kebijakan sendiri.

Bagi honorer K2 yang berusia di bawah 35 tahun dan ada kompetensinya bisa mengikuti tes CPNS lewat jalur umum. Sedangkan yang berusia di atas 35 tahun bisa ikut seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Yang tidak sesuai kriteria, saya kembalikan lagi kepada kepala daerah, mau diapakan tenaga honorernya,” tuturnya.

Yuddy mengklaim, sepanjang 2015 lalu pihaknya terus berupaya namun selalu menemui kendala dalam penanganan masalah honorer K2. ”Setahun ini juga saya mencari celah untuk payung hukum termasuk membahasnya dengan instansi terkait, namun hasilnya nihil,” ungkap Yuddy.

Dia menyebutkan, dalam aturan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dibolehkan mengangkat CPNS secara otomatis. Itu sebabnya, honorer K2 tidak bisa diangkat tanpa melalui aturan UU.

”Kami bahkan sudah memetakan dan membuat road map, namun karena tidak adanya anggaran dan payung hukum, saya mohon maaf tidak bisa mengangkat K2 menjadi CPNS,” bebernya

Meski tidak jadi mengangkat honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS, namun pemerintah mengaku sudah melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data yang masuk.

Dari 439 ribuan honorer K2 yang tidak lus tes CPNS pada November 2012 lalu, ternyata masih banyak bodongnya.

”Kami sudah melakukan verval data honorer K2. Dari 439 ribuan, ada 297.387 honorer yang memenuhi persyaratan administrasi,” ungkap Yuddy.

Sisanya sekitar 142 ribuan bodong karena tidak bisa menunjukkan bukti-buktinya. Yuddy menyebutkan, honorer K2 yang asli tersebar di 443 instansi, terdiri atas 15 instansi pusat dan 428 pemda.

”Sementara 160 daerah tidak bisa menunjukkan data-data valid tentang keberadaan honorer K2,” ujarnya.

Tadinya, menurut Menteri Yuddy, pemerintah ingin menggolkan 297.387 honorer K2 menjadi CPNS. Namun usaha itu terganjal anggaran dan regulasi.

Kesedihan honorer kategori dua (K2) tidak bisa ditahan lagi. Usai mendengarkan rapat kerja kemarin, banyak honorer menangis. Mereka tidak menyangka MenPAN-RB akhirnya membatalkan rencana pengangkatan K2 menjadi CPNS.

”Kami kecewa berat, kok bisa Pak MenPAN-RB (Yuddy Chrisnandi) jadi berubah berhati batu,” ujar Iman, koordinator Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) wilayah Jawa Barat kepada JPNN (grup Batam Pos), Rabu (20/1).

Dia menyatakan, perjuangan honorer K2 menjadi tidak berarti lantaran dipatahkan pemerintah. Padahal, mereka masih menaruh harapan besar ada celah untuk pengangkatan menjadi PNS.

”Sekarang harapan itu tidak ada lagi, apalagi pemerintah kita sekarang sangat tidak manusiawi. Kami sudah gatot (gagal total),” tambah Unang Sutisna perwakilan FHK2I Kuningan.

Korwil FHK2I Sumsel Syahrial menambahkan, melihat jalannya raker, tidak ada lagi harapan untuk pengangkatan K2 lewat jalur diplomasi. Jalan satu-satunya ialah lewat demo. Iman menambahkan, akan ada 100 ribu massa yang demo dalam waktu dekat ini.

”Kami sudah bersepakat akan demo sampai titik darah penghabisan. Saya juga akan bawa tenda untuk nginap. Mau ditembak polisi kami siap, karena kami sudah sekarat ini,” seru Unang yang diaminkan Iman dan Syahrial.

Politikus Fraksi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria ikut bersuara lantang menentang kebijakan MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi batal mengangkat honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS. Menurut wakil ketua Komisi II DPR ini, alasan pemerintah karena tidak ada anggaran dan takut melanggar aturan UU, sangat tak masuk akal. (esy/jpgrup)

January 21, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: