Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Izin TKA Hanya 2 Bulan di Indonesia

Melanggar, Tidak Boleh Masuk Enam Bulan ke Depan

TANJUNGUBAN (BP) – Kantor Imigrasi Kelas II A Tanjunguban mendapatkan tiga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Malaysia yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Bintan melampaui batas izin. Sehingga TKA asal Malaysia yang bekerja di Kawasan Industri Lobam dan Kawasan Pariwisata Lagoi ini dideportasi ke negara asalnya.

”Hasil razia kita selama 2015, ada tiga TKA yang dokumen izin tinggalnya sudah over stay. Dua di antaranya kerja di Lobam dan satunya lagi di Lagoi. Jadi ketiganya sudah kita deportasi ke negara asalnya,” ujar Kasi Lalulintas dan Setatus Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II A Tanjunguban, Wahyu Wibisono saat ditemui di Kantornya, di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (27/1).

Dari Januari-Desember 2015 tercatat hampir 800 ribu Warga Negara Asing (WNA) masuk atau mengunjungi Bintan. Dari jumlah tersebut 350 di antaranya merupakan TKA yang bekerja di Kawasan Industri Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) dan Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong. Khusus untuk TKA ini, pihak imigrasi memberikan izin tinggalnya selama 60 hari atau dua bulan.

Sepekan sebelum masa izin yang diberikan habis lanjutnya, TKA tersebut harus pulang ke negara asalnya dahulu baru diperbolehkan kembali bekerja di Bintan. Namun dari 350 TKA yang ada, hanya tiga yang belum melaporkan diri kembali pulang. Sehingga pihaknya merazia tempat kerjanya. Ketiga TKA tersebut langsung dideportasi.

”Kita juga berikan sanksi tegas berupa larangan masuk ke wilayah Indonesia selama enam bulan kedepan,” katanya.

Agar TKA yang bekerja di Bintan ini tidak semena-mena melanggar aturan, sambungnya diharapkan kepada masyarakat Bintan, khususnya yang berdomisili di tiga kecamatan di antaranya Kecamatan SKL, Teluk Sebong dan Bintan Utara melaporkan kepada pihak imigrasi.

Juga kepada polisi maupun instansi terkait jika mendapati ada WNA yang mencurigakan. Bahkan pihak Imigrasi Kelas II A Tanjunguban akan terus melakukan pengawasan dan razia di beberapa kawasan yang berada di tiga kecamatan tersebut.

”Kita memang mengalami kekurangan personel. Jadi kita mohon kepedulian warga untuk membantu melaporkan ke pihak terkait jika mendapati WNA ataupun TKA mencurigakan,” pungkasnya. (ary)

January 28, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: