Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Bagikan Nasi Gratis Tiap Jumat, Punya Donatur Tetap

Melihat Aktivitas Komunitas Dapoer Dhuafa Batam

Kepedulian terhadap sesama dapat dibangun melalui banyak hal. Komunitas Dapoer Dhuafa memilih berbagi makanan untuk mewujudkannya.

WENNY C PRIHANDINA, Batam

Azan berkumandang dari jauh. Melirik ke jam di pergelangan tangan, pukul 12.15 WIB. Azan zuhur. ‘Cuap-cuap’ itu berhenti sejenak. Lalu ramai lagi.

”Sudah, sana yang cowok, pergi Jumat dulu!” teriak seorang wanita.

Ramai semua menyahut. Baik pria maupun wanita. Di pendopo Kavling Senjulung itu, mereka berpisah. Para pria meninggalkan wanita-wanita yang masih berkutat dengan aneka makanan. Mereka berjalan kaki menuju masjid terdekat.

Sementara itu, kegiatan mengobrol itu tak terganggu. Begitu juga dengan aktivitas membungkus makanan. Mereka membungkus lauk, sayur, dan kerupuk dalam plastik-plastik bening. Lalu menyatukannya dengan nasi di dalam boks fiber.

Seorang lainnya, menyimpan boks nasi itu di dalam plastik berwarna biru. Meletakkan air mineral gelas dan buah ke dalam plastik itu juga. Lalu mengikat dan meletakkannya di ujung pendopo.

”Coba hitung. Sudah seratus belum?” kata seorang wanita yang lain, Rabu (3/2/2016).

Seseorang yang berada di ujung pendopo menghitungnya. Seratus lebih, katanya.

Ketika itulah mereka berhenti membungkus. Tapi tetap mengobrol sambil nyemil makanan-makanan yang masih tersisa di hadapan mereka.

“Nah, yang ini buat kita saja,” kata wanita yang lain sambil mengeluarkan satu kotak makanan berisi sayur pare.

Semuanya terpana. Lalu tertawa girang dan meneruskan obrolan. Ketika para pria kembali dari masjid, dimulailah ‘pesta’ itu.

Dari jauh, masyarakat mulai berdatangan. Ada juga yang datang dari balik pendopo. Mereka membawa sebuah kupon. Kupon itu kemudian ditukarkan dengan makanan yang sudah dikemas dalam plastik biru tadi. Satu plastik untuk satu kupon.

“Ini sebenarnya lebih ke silaturahmi saja. Bukan hanya membagikan nasi,” kata Anom Kuswoyo, sang pembagi bungkusan plastik biru itu.

Tak sampai satu jam, proses pembagian nasi itu selesai. Dan, setelah itu, giliran mereka yang menyantap makanan. Sambil bersenda-gurau mereka menghabiskan makanan yang ada. Lalu mengemas wadah-wadah makanan yang kotor dan mengaturnya di bagasi mobil.

Mereka kemudian mengulang peristiwa itu seminggu kemudian. Hanya saja, di tempat yang berbeda. Mereka melakukannya di Ruli di balik Kampus Politeknik Negeri Batam.

Itulah dia ‘pesta’ ala Komunitas Dapoer Dhuafa Batam. Mereka membagikan seratus bungkus nasi kotak lengkap dengan minuman kepada masyarakat dhuafa di satu tempat. Waktunya dipilih selepas salat Jumat.

“Memang sih, nasi ini bisa habis sekali makan. Tetapi, setidaknya, ini bisa meringankan mereka yang kesulitan makan,” kata pria yang akrab disapa Yoyok itu lagi.

Jumat, 20 Maret 2015 lalu menjadi hari pertama mereka beraksi. Awalnya, mereka menamai komunitas mereka Dapur Berjalan. Sebab, mereka memasak sendiri makanan yang hendak mereka bagikan itu. Lalu membungkus dan membagikannya sendiri.

Namun, di kali kedua mereka melakukannya, mereka sudah mengusung nama baru: Dapoer Dhuafa-dapur bagi orang dhuafa. Dapur itu tempat makanan dihasilkan. Mereka memang sudah akrab dengan dapur. Maklum saja, sebagian besar anggota komunitas ini merupakan wirausaha kuliner di Batam.

Yoyok mengatakan, kegiatan ini terinspirasi dari kegiatan Warung Sedekah. Itu kegiatan amal yang menggratiskan makanan untuk kaum dhuafa, anak yatim dan terlantar di wilayah Yogyakarta. Ia kemudian melempar kegiatan tersebut ke laman media sosial facebooknya. Tak dinyana, banyak yang merespon. Bahkan ada yang menantang untuk langsung bergerak.

Kini, setelah beberapa kali mereka turun membagikan nasi bungkus gratis, semakin banyak wirausaha kuliner yang bergabung. Donatur tetap pun sudah ada. Ada yang dalam bentuk uang, ada juga yang dalam bentuk makanan. Bebas saja.

“Kadang, kalau masih ada uang yang tersisa, kami juga membagikan susu atau jajanan untuk anak-anak,” timpal Sita, anggota yang lain. ***

February 4, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: