Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

9 Tahun BP Batam Tak Gubris Pemko

BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengklaim telah meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menghibahkan belasan asetnya sejak 2007 silam. Selama sembilan tahun sejak saat itu, Pemko sudah tiga kali mengirimkan surat resmi. Namun selama itu pula BP Batam bersikap cuek dan tak menggubris permintaan Pemko Batam.

”Surat-surat itu sudah kami kirimkan sejak 2007 lalu, bahkan kami juga sampai surati Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu (Kementerian Keuangan), tapi sampai sekarang belum ada progres,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Kamis (4/1/2016).

Menurut dia, Pemko Batam pertama kali menyurati BP Batam untuk meminta aset pada tahun 2007 lalu. Surat bernomor 463/WK/VI/2007 itu meminta aset seperti rumah dinas pejabat Pemko, misalnya rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Masjid Raya, asrama haji, gedung pemadam kebakaran, Balai Latihan Kerja (BLK), Gelanggang Olahraga (GOR) Temenggung Abdul Jamal, shelter pelabuhan di Sekupang, Alun-alun Engku Putri, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, terminal transit Mukakuning, kantor Wali Kota Batam dan Kantor DPRD Kota Batam.

“Itu yang besar-besar, karena ada juga aset kecil yang kami minta tapi jumlahnya tak seberapa,” kata Ardi.

Namun nyatanya, BP Batam bergeming, surat tak berbalas. Tak patah arang, Pemko Batam kembali menyurati BP Batam. Surat bernomor 101/PAD/Sekre/IV/2011 itu tertanggal 3 April 2011.

“Kami minta beberapa rumah dinas yang dimanfaatkan Pemko, tapi ini tdk termasuk yang sebelumnya,” paparnya.

Masih belum dijawab, Pemko Batam kembali mengirimkan surat tertanggal 14 Oktober 2011, bernomor 697/WK/2011. Isinya, kata Ardiwinata, kembali meminta beberapa aset agar segara dihibahkan ke Pemko Batam. Ia menyebut, di antaranya termasuk TPU Seitemiang, TPU Taman Langgeng Seipanas, dan TPU Nongsa.

“Kami juga kembali meminta rumah Dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota, juga Gedung Beringin, dan beberapa aset kecil lainnya,” urai Ardi.

Sayangnya, BP Batam tak kunjung merespon. Akhirnya, kata Ardi, Pemko melayangkan surat ke pemerintah pusat, yang ditujukan pada Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun lagi-lagi, harapan tinggalah harapan, Kemenkeu juga tak menggubris permintaan Pemko Batam yang tertuang dalam surat bernomor 105/PAD/X/2014 tentang Permohonan Hibah Aset tersebut.

“Dari beberapa surat dan pengajuan itu, tidak ada progres realisasi,” kata Ardi lagi.

Hanya saja, Ardi mengungkap pihaknya mendapat informasi terkait rencana penyerahan masjid raya dari BP Batam ke Pemko Batam pada bulan Februari ini.

“Tapi tanggal 28 ini batas akhir penyerahannya, tapi sampai sekarang juga belum ada informasi lebih lanjut,” kata dia.

Terpisah, BP Batam melalui Direktur Humas dan Promosi,  Andiantono menjelaskan mengapa pihaknya tak kunjung merespon surat tersebut. Di antaranya, ia beralasan harus meminta persetujuan pemerintah pusat.

“Kan hibah itu ada Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan)-nya, jadi harus diusulkan ke pusat,” kilah dia.

Ia juga mengaku akan kembali mengecek surat-surat tersebut sebagai langkah tindak lanjut.

“Kalau ada salinannya, biar bisa ditelusuri,” kata dia.

Namun Andi menegaskan, pihaknya siap untuk ikut meminta pengalihan aset daerah ini. Dan menurutnya, ada beberapa yang sedang dalam proses.

“Ada yang masih dalam proses. Tetapi menunggu proses ini kan pelayanan tetap masih bisa dilanjutkan,” katanya.

Ia mencontohkan pasar dan Stadion Temenggung Abdul Jamal yang tetap bisa digunakan oleh Pemko Batam. Di mana BP Batam memang tidak ada yang mengurusi bidang tersebut.

Menurutnya, pihaknya tidak pernah menghalangi untuk hibah itu tetapi itu sudah diatur dengan peraturan menteri keuangan PMK nomor 191/PMK.05/2011 tentang pengelolaan hibah.

“Jadi wewenang itu bukan di kami, tetapi di kementerian. Tapi sudah ada beberapa yang dalam proses,”katanya.

Sementara itu, sejumlah pihak terus mendesak BP Batam untuk ikut aktif meminta Menkeu untuk menghibahkan sejumlah aset BP Batam ke Pemko Batam. Harapannya, setelah dihibahkan, maka aset-aset itu dapat dikelola dengan baik oleh Pemko Batam.

Ardysam, dari Organda Kota Batam mengatakan saat ini Terminal Muka Kuning memang sangat memprihatinkan. Padahal menurutnya, pembangunan terminal itu dimaksudkan untuk melayani penumpang dari Kawasan Industri Batamindo.

“Kita akui memang memprihatinkan. Dan memang butuh perbaikan. Saya kurang tahu siapa yang berwenang apakah Pemko atau BP Batam, tetapi itu harus diperbaiki,”katanya.

Johanes Kennedy, Ketua KONI Kepri juga meminta agar Stadion Temenggung bisa direvitalisasi. Di mana memang sudah tidak layak pakai. Bahkan ia menyebut stadion itu sudah menjadi sarang tikus.

“Itu harus dikelola. BP Batam juga harus memperjuangkan. Kalau memang tidak dikelola baik oleh BP Batam, kita pernah meminta untuk kelola, tetapi tidak juga mau,” katanya.

Kata Johanes, BP Batam harus ikut memperjuangkan itu dan menyuratinya langsung ke kementerian. Ia berharap perbaikan stadion Tumenggung tersebut akan sangat penting untuk peningkatan prestasi di bidang olahraga. “Kita sudah beberapa kali mengusulkan, tetapi tidak bisa juga,” katanya.

Marlon Brando, anggota DPRD Kota Batam juga  berharap Pemko dan BP Batam bisa kompak mengajukan beberapa aset yang selama ini memang tidak menunjang tupoksi dari BP Batam.

“Misalnya pasar, terminal, dan sebagainya. Kan tidak ada dari BP Batam yang mengurusi itu. Sama-samalah minta ke pusat agar itu dikelola dan dihibahkan ke Pemko,” katanya. (rna/ian)

February 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: