Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Robert Iwan Loriaux, Sekda Provinsi Kepri Tutup Usia

Pekerja Keras yang Mudah Bergaul

BATAM (BP) – Kepri kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Robert Iwan Loriaux meninggal dunia di RS Awal Bros Batam pukul 10.40 WIB, Kamis (4/2/2016). Sedih dan isak tangis dari sejumlah kalangan masyarakat mengantar kepergian Robert.

Iwan dirawat di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam sejak Rabu (3/2) sore. Sebelumnya dia dirawat di Rumah Sakit Umum  Provinsi (RSUP) Kepri. Karena kondisinya kian memburuk, keluarga berniat membawa Robert berobat ke Singapura.

Begitu mendengar kabar duka itu, sanak saudara, pejabat di lingkungan Pemprov Kepri, anggota DPRD Provinsi Kepri, anggota DPRD Kota Batam dan tokoh masyarakat Kepri, langsung menyesaki halaman parkir RSAB Batam. Mereka ingin menyampaikan rasa bela sungkawa.

Di sana terlihat Gavin Chay, Konsul Singapura di Batam, dan sejumlah pejabat lainya.

Setelah dimandikan di RSAB Batam, jenazah Robert langsung dibawa ke Tanjungpinang. Sejumlah pejabat di Provinsi Kepri memuji sosok Robert semasa hidupnya.Suasana duka di kediaman almarhum memuncak ketika sang istri, Kartini Ambrosia Maya Alim tiba sekitar pukul 17.45 WIB. Kartini yang datang dengan selang oksigen melekat di hidungnya menambah suasana semaku mengharu biru. Tangis kerabat pun pecah seketika.

“Istri almarhum memang sedang menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Untuk membawanya pulang juga perlu perjuangan, karena pihak RS tidak mengizinkan keluar dari RS,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Kepri, Raja Heri Mokhrizal.

Namun kesehatan Kartini meburuk hingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri pada pukul 19.00 WIB atau beberapa saat setelah prosesi pemakaman mendiang suaminya.

“Mama baru datang dari Jakarta, langsung ikut prosesi pemakaman,” terang Roni, anak almarhum ditemui di RSUP Kepri.

Diceritakannya, setiba di Tanjungpinang, Kartini terlihat sangat terpukul dengan kepergian suaminya yang begitu cepat. Bahkan ia enggan makan seharian.

“Mungkin mama syok dan dari tadi juga gak mau makan,” ujar Roni.

Perempuan yang dinikahi mendiang Robert tahun 1980 silam ini kemudian sempat mengalami sesak napas. Setiba di IGD RSUP lekas dipasang alat bantu pernapasan dan inpus. Hingga berita ini dituliskan, tim medis masih memberikan perawatan kepada Kartini. Beberapa kerabat juga terlihat hilir-mudik berdatangan untuk menungguinya. (ian/opi/leo/jpg/aya)

February 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: