Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Saksi dari Luar Batam akan Dijemput

Penyidikan Perkara Korupsi Alkes RSUD Embung Fatimah

ANGGIE, Batamkota

Indikasi korupsi dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, masih larut dalam proses penyidikan. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Yusron kendalanya terkait kehadiran saksi-saksi.

”Dalam perkara terkait korupsi negara, kita membutuhkan saksi-saksi yang tidak sedikit. Selain internal (Batam), saksi terkait yang berada di luar Kota Batam juga harus masuk dalam pemeriksaan penyidikan,” ujarnya, Kamis (4/2/2016).

Sejauh ini, lanjutnya, saksi-saksi yang berada di luar Batam itu belum memenuhi panggilan yang dilayangkan Kejari Batam untuk diperiksa dalam perkara alkes yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

”Kita akan jemput bola (datang langsung ke kota keberadaan saksi) jika panggilan pertama hingga ketiga diabaikan saksi. Kami sudah siap untuk itu,” sebut Yusron.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal menambahkan hingga saat ini saksi-saksi dari internal yang mendapat panggilan pemeriksaan sudah terpenuhi. ”Saksi di internal yang kita panggil semua datang dan sudah diperiksa, hanya tinggal yang dari luar Kota Batam saja yang belum,” sebutnya.

Ia memaparkan, untuk saksi di luar kota ada 15 saksi.

”Kemarin (Rabu, 3/2) sudah kita panggil sembilan saksi sekaligus, tetapi tidak ada yang datang. Hari ini (kemarin 4/2) kita panggil enam saksi, tetapi hanya satu saksi yang datang,” jelasnya.

Dari pemaparan saksi yang telah memenuhi panggilan, lanjut Iqbal, semakin menguatkan adanya indikasi korupsi itu.

”Kita terus mengorek informasi lengkap, makanya saksi-saksi yang kita tetapkan semula menjadi bertambah,” ujarnya.

Menurut Iqbal, untuk tahap penyidikan yang dilakukan timnya (Sie Pidsus) dalam perkara alkes sengaja untuk dirahasiakan terlebih dahulu.

”Kita tidak bisa beberkan hasil dari setiap tahapan dalam proses penyidikan, ditakutkan adanya bocor informasi yang berefek pada saksi-saksi,” ucapnya.

Namun, diyakinkan Iqbal, pihaknya akan bekerja semaksimal mungki agar perkara alkes segera masuk dalam tahap penetapan tersangka.

”Kita juga sudah surati para saksi ahli yang memahami betul perkara dunia kesehatan. Diusahakan akhir Februari ini (2016), bisa ditetapkan tersangka,” tutup Iqbal.

Diketahui, berdasarkan hasil perhitungan BPK Kepri, pengadaan alkes RSUD Embung Fatimah telah memakan uang negara sebesar Rp 5 miliar lebih, tepatnya Rp 5.604.815.696. Kasus ini juga ditangani Bareskrim Mabes Polri dengan menetapkan Direktur RSUD Embung Fatimah, Fadilla RD Malarangan sebagai tersangka. ***

February 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: