Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tak Bayar, Tak Diangkat Jadi PNS

Data Honorer Masuk di BKD Baru 2.344 Orang

RATNA-WENNY, Batamkota

KABAR yang menyebut penerimaan dan pengangkatan tenaga honorer daerah maupun tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus dengan uang pelicin boleh jadi ada benarnya. Salah seorang tenaga honorer di Pemko Batam yang meminta namanya dirahasiakan, sebut saja A, mengungkap modus permintaan uang untuk menaikkan karir atau mengangkat status kepegawaian.

Ia menuturkan nasib istrinya, sebut saja B, yang masih berstatus THL dan mengajar di salah satu SD Negeri di wilayah Batamkota. Menurut A, untuk menaikkan status kepegawaian B jadi tenaga honorer daerah (THD), harus ada uang pelicin. Ia tak menyebut nominalnya, namun dikatakan bervariasi dan berkisar puluhan juta.

”Kabarnya begitu (minta uang), soalnya untuk jadi honorer Pemko harus mengajar minimal dua tahun. Itu, istri saya sudah mengajar lebih dari tiga tahun, syarat (administrasi) juga sudah dimasukkan semua, tapi belum di acc (diterima),” kata A, Kamis (4/2/2016).

Tak hanya berbayar, A juga mengungkap peluang jadi pegawai kian mudah jika ada beking atau perantaranya. Bisa saja, pejabat di lingkungan Pemko Batam sendiri, maupun anggota DPRD Kota Batam.

”Memang ada beberapa kok, sepertinya yang titipan itu tidak bayar,” kata dia.

Namun, tuduhan penerimaan pegawai honorer dengan berbayar itu dibantah oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Syahir. Bahkan, ia menantang balik yang menuduh hal tersebut untuk menghadap padanya.

”Tidak ada, jika ada, tolong laporkan ke kami,” kata Syahir, kemarin.

Menurut Syahir, pihaknya kini berupaya membenahi penempatan tenaga honorer yang sudah ada agar sesuai dengan keahliannya. Proses evaluasi itu akan dilakukan bersamaan dengan tahap verifikasi yang sedang berjalan saat ini. Pasalnya, beberapa pos diindikasi tak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan.

”Misalnya, (pendidikan) Kebidanan tapi kerjanya di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), itu kan gak pas. Makanya nanti kalau yang ada seperti itu akan dirotasi,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, verifikasi itu diharapkan bisa menempatkan pegawai sesuai dengan bidangnya, sehingga kinerjanya juga maksimal. Hanya saja, Syahir menyebutkan sejauh ini belum semua data THL masuk ke pihaknya. Tercatat, baru sekitar 2.344 orang tenaga honorer yang sudah diterima BKD.

”Ini dari semua dinas dan kecamatan, kecuali Dinas Pendidikan saja sejauh ini yang belum masuk,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, dalam waktu dekat ini semua data tenaga honorer sudah bisa masuk agar bisa segera diverifikasi.

”Harapannya secepatnya, kalau perlu pertengahan bulan ini,” kata Syahir.

Disinggung apakah semua THL tersebut nantinya akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota sesuai aturan yang ada, Syahir menjawab diplomatis.

”Itu nanti terserah kebijakan Wali Kota yang baru,” ujar dia.

Dinkes Butuh Banyak Tenaga Honorer

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam masih membutuhkan banyak tenaga medis. Seperti dokter, perawat, bidan, dan apoteker. Sebab, mereka tengah meningkatkan pelayanan di puskesmas.

”Puskesmas itu kan mau ada rawat inap. Dokter, misalnya, setidaknya harus ada untuk tiga shift,” kata Chandra Rizal, Kepala Dinkes Batam kemarin.

Saat ini, ada 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing sudah beroperasi selama 24 jam. Selain itu, setiap puskesmas juga memiliki apotek. Dari ke-17 puskesmas itu, 16 di antaranya akan dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Penambahan bangunan di sepuluh puskesmas dari jumlah tersebut, telah rampung. Tinggal enam puskesmas lagi.

”Satu puskesmas lainnya belum akan ada rawat inap. Karena kekurangan lahan,” ujar Chandra.

Chandra menambahkan, peningkatan pelayanan puskesmas itu bertujuan untuk mengurangi penumpukan pelayanan di rumah sakit. Ini sebab, puskesmas juga harus disertai tenaga medis yang mumpuni. Standar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, satu dokter itu untuk 5.000 pasien.

”Kalau dari Dinkes inginnya satu dokter itu untuk 4.000 pasien,” kata pria yang juga memiliki latar belakang sebagai dokter gigi itu lagi.

Dinkes Batam terakhir melakukan penerimaan tenaga medis pada tahun 2014. Itupun masih berstatus sebagai tenaga honorer. Mereka dikontrak selama satu tahun. Chandra berharap, jumlah tenaga honorer di bidang medis tidak dikurangi.

”Sekarang BKD (Badan Kepegawaian Daerah) kan sedang melakukan verifikasi. Kami tunggu hasilnya saja,” kata Chandra. ***

February 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: