Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sering Menghilang, Polisi Amankan Ramijan

BINTAN (BP) – Puluhan anggota Polsek Gunung Kijang dibuat kualahan ketika hendak mengamankan tukang bangunan yang dilaporkan memiliki ilmu hitam, Ahmad Ramijan di Jalan Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (15/1) sekitar pukul 8.00 WIB.

Puluhan anggota Polsek Gunung Kijang yang dilengkapi Senjata Api (Senpi) mengepung Ahmad Ramijan saat sedang mengerjakan bangunan Resort Bintan Vista. Namun saat hendak dibekuk, tukang itu menghilang dari kepungan.

”Kita sempat menyisir seluruh resort yang dibangun investor Rusia tersebut. Tetapi kita tak menemukan Ramijan,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman saat ditemui di Mapolsek Gunung Kijang, Sabtu (16/1/2016).

Bedasarkan laporan dari mandor pembangunan Resort Bintan Vista (pelapor), Sudarlin, Ramijan menemukan batu kerikil berukuran sebesar kelereng di atas lahan pembangunan resort seluas 75 Hektare (Ha) tersebut.

Semenjak menyimpan batu kerikil itu, terlapor memilik perilaku aneh. Ia sering menghilang tanpa sebab ketika sedang berkumpul bersama tukang bangunan lainnya. Bahkan setiap enam jam sekali, terlapor sering menghilang di tempatnya bekerja. Melihat kejadian ini pelapor berinisiatif melaporkannya ke polisi atas dugaan hilangnya pelapor yang memiliki ilmu hitam.

Usai melaporkannya ke polisi, lanjutnya pelapor kembali menghubungi polisi bahwa terlapor sudah berada di lokasi pembangunan resort seharga Rp 1 triliun tersebut. Saat itu juga pihaknya menerjunkan puluhan anggota untuk menyergap dan membekuknya. Namun anggotanya dibuat kewalahan, ketika mengepung dan hendak membekuknya, tiba-tiba terlapor hilang begitu saja.

“Saat itu pengepungan dipimpin Bridgadir Heri. Kemudian anggota saya melaporkan bahwa terlapor hilang dari kepungan dan diduga memiliki ilmu hitam (bisa menghilang),” katanya.

Mendapati adanya laporan dari anggotanya, sambung perwira berpangkat tiga balok emas dipundaknya ini, mereka langsung terjun ke lapangan dengan membawa puluhan anggotanya kembali. Usai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia meminta tolong kepada salah satu tokoh agama (ustaz) untuk melakukan doa bersama agar terlapor bisa dibekuknya.

Setelah beberapa jam melakukan doa bersama sambungnya, terlapor akhirnya memunculkan diri di depan kuburan atau 500 meter dari TKP. Di saat itu terlapor terlihat terbaring lemas dan meminta air kepada warga sekitar. Melihat terlapor sudah tidak berdaya dengan kondisi setengah sadar, pihaknya bersama warga melarikan terlapor ke Puskesmas Kawal agar mendapatkan pengobatan.

”Saat ini terlapor sedang mendapatkan pengobatan. Namun kita tidak menahannya karena tidak bisa diperoses secara hukum melainkan hanya sekedar merespon laporan saja,” cetusnya.

Sementara rekan sekampung terlapor, Joko mengaku bahwa terlapor memiliki pegangan (ajian) sebagai penjaga diri saat di perantauan. Bahkan terlapor memiliki hobi aneh yaitu mengeloksi benda-benda mistik. Salah satunya sebuah batu kerikil berukuran kecil yang dianggap sebagai benda pusaka.

”Ramijan mengambil batu mistik itu secara paksa di lokasi kerja. Mungkin ilmu pegangannya rendah sehingga mahluk gaib yang ada di dalam batu menguasai tubuhnya. Sehingga dia sering menghilang 4-5 kali dalam sehari,” akunya. (ary)

February 8, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: