Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Perayaan Imlek untuk Semua Kalangan

Suguhkan Barongsai hingga Pesta Kempang Api

LUBUKBAJA (BP) – Perayaan Imlek 2567 di Komplek Bumi Indah, Nagoya, berjalan meriah dengan sajian hiburan tradisional Tiongkok dan dibalut dengan kesenian khas Melayu. Mulai dari atraksi barongsai, tari zapin kipas dan ditutup dengan pesta kembang api selama 20 menit itu, sukses menutup acara pergantian tahun baru Tiongkok, Minggu (7/2/2016).

Ratusan orang memadati area simpang empat Jalan Imam Bonjol, Nagoya. Tidak hanya etnis Tionghoa saja yang ikut bersuka cita menyambut pergantian tahun itu, semua suku bangsa ikut menyaksikan hiburan yang dipersembahkan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam dan seluruh marga dan warga Tionghoa Kota Batam ini.

Robin Tan dan Oenny yang membawakan acara di atas panggung dengan nuansa merah itu pun sukses mengawal acara hingga berakhirnya Senin (8/2) pukul 00.30 WIB.

Perayaan Imlek ini dihadiri deretan orang penting se-Kepri dan tokoh masyarakat, yakni Sri Soedarsono, Soeryo Respationo, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Kadisparbud Batam Yusfahendri, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, mantan Kapolda Kepri Endjang Sudrajat, Ketua PSMTI Kepri Hendy Rusli, Ketua PSMTI Batam Randy Tan.

”Terima kasih sekali untuk kehadiran tamu VIP kami,” ucap kedua pembawa acara.

Atraksi barongsai yang berjumlah 16, tidak kalah menghibur penonton yang hadir.

”Anak saya senang sekali dengan atraksi barongsai,” ucap Rudi yang menggendong anaknya, Raffi.

Dia mengatakan perayaan Imlek saat ini sudah menjadi bagian dari edukasi dan hiburan bagi warga Batam. ”Iya anak-anak suka juga, jadi tahu ini merupakan kesenian Cina (Tongkok),” ucap warga Seipanas ini.

Seluruh warga Batam membaur dengan perayaan Imlek tersebut, nyaris tidak ada jarak pemisah antara masyarakat. ”Tidak ada perbedaan, kita semua menikmati perayaan Imlek ini,” ucap Gunawan, warga keturunan Tionghoa.

Tahun monyet api, ia pandang sebagai tahun yang optimistis. Segala permasalahan di tahun lalu bisa terselesaikan di tahun monyet ini.

”Monyet itu lincah, cerdas, dan aktif. Sedangkan api itu merupakan sumber kekuatan dan energi yang besar,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian dengan menggunakan atasan cheongsam merah marun menyampaikan harapannya.

”Semoga perayaan Imlek di tahun monyet api ini, kita semua meraih sukses,” ucapnya dalam sambutan.

Tarian persembahan oleh Disparbud tidak kalah menghibur dan memberikan pesan dan kesan tersendiri. Tari zapin kipas ini dibawakan oleh tiga orang perempuan dan dua orang pria di atas panggung. ”Tarian ini memiliki pesan harmonis antarsuku bangsa,” ucap Robin dan Oenny.

Petikan Kecapi yang dibawakan oleh Yayasan Prasna Harmoni pun menambah suasana “Tiongkok” di tanah Batam malam itu. ”Satu harmoni berdoa kepada Mahakuasa agar Batam tetap damai,” ucap Robin dan Oenny.

Tidak lengkap nampaknya perayaan imlek tanpa lagu-lagu Tiongkok. Artis Superstar yang beranggotakan Yuri, Rina, dan Yareen ini sukses membuat Imlek di Chinatown-nya Batam itu tambah meriah.

Selanjutnya backsound lagu Final Countdown sukses membuat pertunjukan dari Batalion Infantri 10 yang beranggotakan 30 personel marinir mencuri perhatian warga sembari menunggu pergantian tahun yang tinggal 30 menit lagi.

Menjelang pergantian tahun yang tinggal satu menit, para pengurus PSMTI Batam naik ke atas panggung. Pembawa acara pun mulai menghitung mundur tanda pesta kembang api akan dimulai.

”5, 4, 3, 2, 1,” teriak semua warga yang hadir.
Suara dan warna dari kembang api di langit Batam malam itu membuat beberapa orang berdecak kagum

dengan keindahannya. Meskipun begitu anak-anak yang hadir ada pula yang menutup telinganya karena takut dengan suara kembang api.

”Takut suaranya, tapi kalau warna kembang api senang dia,” ucap salah satu warga, Imah dengan menggendong anaknya, Nabila.

Anak-Anak Tunggu Angpao

Perayaan tahun baru Imlek 2567 di Vihara Harmoni Kavling Lama Sagulung ramai dikunjungi anak-anak warga sekitar. Kehadiran mereka disamping ingin melihat aksi barongsai juga menunggu angpao dari warga Tionghoa yang berkunjung ke vihara tersebut.

”Hari ini (kemarin) gak ramai, semalam ramai anak-anak,” ujar Nofi, 39, warga Perumahan Pendawa Mandiri.

Menurut Nofi anak-anak yang datang ini ingin menyaksikan pertunjukan barongsai, sekaligus menunggu angpoa. ”Anak-anak dari sekitar Kavling Saguba. Kalau saya nemani anak saya saja” ujar Nofi.

Pantauan Batam Pos, perayaan Imlek di Vihara Harmoni terlihat dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Mapolsek Sagulung dan juga dari anggota Sabhara Polresta Barelang. Sedikitnya ada lima orang anggota yang berjaga, baik di pintu masuk vihara maupuan di sekitar vihara.

Selain itu, di pagar vihara juga tampak puluhan anak-anak warga dari sekitar vihara menyaksikan jalanya sembahyang oleh warga Tionghoa.

”Nunggu barongsai om,” kata Delki, salah satu anak yang berada di sana saat itu.

Sementara itu, panitia acara Imlek, Tjig Kok Dju mengatakan kegiatan di vihara hanya sembahyang saja tidak ada acara lainnya. ”Perayaan besar akan berlangsung pada bulan tiga (Maret, red) nantinya. Saat ini tidak ada pertunjukan apa-apa dari vihara,” ujarnya.

Tjig Kok Dju mengaku seperti biasa setiap Imlek, anak-anak sering ramai mengelilingi area vihara.

”Kadang mereka diberi angpao,” katanya.

Sementara itu, perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di tiga vihara yang ada di Komplek Vihara RT VII RW II Kelurahan Tembesi terlihat sepi. Vihara-vihara tersebut yakni Vihara Arya Dharma Sukha, Vihara Deva Sakti, serta Vihara Su Mo Khong.

Pengurus Vihara Su Mo Khong, Aheng mengatakan keadaan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya ramai namun tahun ini sepi pengunjung yang melakukan sembahyang.

”Banyak yang ke Barelang sana, ke kampung Vietnam,” ujar Aheng saat ditemui, kemarin.

Vihara Meitreya Berbagi

Ribuan warga Tionghoa yang merayakan Imlek di Maha Vihara Duta Maitreya, Seipanas mengadakan makan bersama, Senin (8/2). Tidak hanya masyarakat Tionghoa, masyarakat umum pun ikut berbaur untuk memeriahkan acara tahunan tersebut.

Toleransi antarumat beragama  memang begitu kental terasa setiap perayaan tahun baru Imlek di Vihara terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Tak jauh beda dengan tahun lalu, tahun ini pengurus menambah jumlah porsi makanan.

”Tahun lalu kita persilakan hampir 26.000-an, tahun ini kita tambah menjadi 30.000,” ujar Ketua Pengurus Maha Vihara Duta Maitreya, Alvin O Yolanda.

Di sana, masyarakat dihidangkan dengan berbagai macam menu makanan vegetarian yang telah dipersiapkan oleh pengurus sejak pagi.

”Ada kari kentang, daging vegetarian, ikan tauco, semur tahu, capcay, sayur hijau, ikan sambal pedes, tahu, sambal hijau, tumis kacang hijau, dan masih banyak lagi” jelas kepala chef, A Kun. (cr18/cr14/cr13/chyntya dewi)

 

February 9, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: