Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tenaga Harian Lepas Batam Takut Diputus Kontrak

Masuk Bayar Rp 15 Juta

Tenaga Harian Lepas (THL) atau tenaga kontrak DPRD Kota Batam mulai resah. Mereka khawatir kontrak kerjanya tak diperpanjang pemerintah.

”Hingga kini, kami belum mendapatkan kepastian,” kata Mirna, nama samaran. Ia berpesan namanya tak dikorankan, takut menjadi ancaman bagi pekerjaannya di kemudian hari.

Mirna menyebutkan, dirinya sudah memberikan seluruh persyaratan saat diverifikasi Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD). Mulai dari ijazah pendidikan terakhir, hingga Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

”Hanya SK terakhir yang belum dilampirkan, karena belum diberikan,” ungkap wanita yang mengaku hanya tamatan SMA ini.

Mirna berharap kontraknya diperpanjang Pemko Batam, sehingga dirinya bisa membantu perekonomian keluarganya. ”Karena setelah berumur seperti ini, susah cari kerja lain,” tuturnya.

Mirna menjelaskan, dirinya masuk menjadi THL dua tahun lalu, dibawa salah satu oknum anggota DPRD Kota Batam.

”Masuknya bayar juga. Waktu itu ngomongnya sih pinjam Rp 15 juta, tapi gak mungkin dibalikin,” ungkap Mirna.

Mirna tertarik menjadi THL, karena diangap pekerjaannya tak terlalu berat.  Serta iming-iming bisa mendapatkan kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

”Apalagi waktu itu ada pegangan uang,” tuturnya.

Setelah masuk kerja, dia ditugaskan di salah satu ruang Komisi DPRD Kota Batam. Mempersiapkan tempat rapat, hingga menu makan sang wakil rakyat.

”Ternyata kerjanya sama seperti asisten rumah tangga. Bedanya kita pakai baju dinas,” bebernya.

Selain resah terkait perpanjangan kontrak, mereka juga menunggu pembayaran gaji yang hingga kini mereka belum diterima. Jangankan untuk keperluan rumah tangga, biaya untuk ke kantor saja mereka kesulitan.

”Akhirnya harus pintar-pintar putar otak, agar dapur tetap ngebul,” kata Ola, THL DPRD Batam lainnya yang juga enggan namanya sebenarnya disebutkan.

Ola memilih berjualan makanan, serta mengandalkan uang tip dari anggota DPRD Kota Batam.

”Kalau enggak, darimana punya uang. Bayangin dari Januari hingga kini belum gajian,” katanya lagi.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki menyebutkan, terkait nasib ratusan THL Sekretariat DPRD, pihaknya tak bisa mengambil kebijakan. Keputusan perpanjangan kontrak THL berada di BKD.

”Bukan kita (Sekretariat DPRD) yang memutuskan,” kata Marzuki.

Bila menghendaki perpanjangan, otomatis para THL akan tetap bekerja. Sebaliknya, jika tak diperpanjang, harus meninggalkan pekerjaannya.

”Tapi gaji hingga pekerjaan terakhirnya akan dibayarkan,” beber Marzuki.

Dia juga, membenarkan para THL dan anggota DPRD hingga kini belum mendapatkan gaji. Hal tersebut dikarenakan ABD 2016 belum bisa dipergunakan. Karena proses administrasinya belum rampung.

”Minggu ini baru bisa dibayarkan,” janji Marzuki. ***

February 9, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: