Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jaringan Narkoba Rayu Petugas dengan Uang dan Wanita

Ahmad: Mental Oknum Penegak Hukum Tidak Bagus

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

ARAPAT penegak hukum dinilai memiliki mental yang tidak bagus. Hal itulah yang membuat peredaran narkotika di Provinsi Kepaulauan Riau (Kepri) sulit diberantas.

”Selama 2015 kemarin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri bahkan mengamankan sekitar 588 tersangka kasus penyalahgunaan narkotika di Provinsi kepulauan ini,” sebut Kepala Bidang (Kabid) Pencengahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri, AKBP Ahmad Yani saat melakukan sosialisasi informasi P4GN melalui penyuluhan bagi pekerja Swiss Belhotel, Harbour Bay Batam, Jumat (12/2).

Oknum aparat penegak hukum katanya, mentalnya tidak bagus. Jaringan narkotika, uangnya tidak ada seri. Ini sangat berpengaruh terhadap mental petugas.

Menurutnya oknum aparat keamanan kerap diberikan uang dalam jumlah besar oleh jaringan narkotika. Tidak hanya itu jaringan narkotika juga kerap merayu para petugas keamanan dengan wanita.

Ia menjelaskan para kurir yang kerap tertangkap mayoritas dari negara Siti Nurhaliza.

“Malaysia hari-hari terus ekspor (narkoba) sama kita. Pola dan modus yang dilakukan para bandar selalu berubah-ubah,” katanya.

Perwira menengah tersebut menyatakan para tenaga kerja indonesia (TKI) saat pulang ke tanah air direkrut menjadi kurir. Alasan para TKI tersebut adalah motif ekonomi.

“Satu kilo sabu itu uangnya Rp 1 miliar. Makanya orang memburu ini karena dari faktor ekonominya sangat menguntungkan. Di sana beli Rp 50 juta, di sini bisa dijual sampai Rp 1 miliar,” paparnya.

Ahmad menekankan Kepri merupakan wilayah yang sangat strategis bagi sindikat dan jaringan narkotika. Karena berbatasan dengan beberapa negara tetangga yaitu Malaysia, Singapura dan Kamboja.

“Kenapa Indonesia jadi sasaran? Karena banyak pecandunya. Seluruh sindikat jaringan narkotika dunia menyatakan pasar yang paling empuk adalah Indonesia,” katanya.

Sementara itu HRD Manager Swiss Belhotel, Kiki menyatakan pihaknya sangat memerlukan pengetahuan mengenai bahaya narkotika. Ia meminta para karyawannya memanfaatkan ilmu dari BNNP Kepri dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini juga bisa menjadi deteksi dini bagi kita, keluarga dan rekan-rekan sekeliling kita,” jelasnya.

Ia meminta agar para karyawannya dapat menjadi pengawas. Karena pengawasan tidak hanya oleh BNNP Kepri  dan kepolisian saja, tapi seluruh masyarakat. Termasuk karyawan di perusahaannya bekerja.

Pada kegiatan tersebut diikuti 54 karyawan di lingkungan Swiss Belhotel. Selain itu pada Jumat (12/2) sore, BNNP Kepri juga akan melakukan penyuluhan di PT NSP Technology Batam.***

February 12, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: