Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Hindari Pungli, Anggaran Sekolah Harus Transparan

Pengawas Internal Harus Bertindak

HADI-JUANDA, Batamkota

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari berharap dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam terhadap pihak sekolah diusut.

Pemerintah melalui inspektorat, lanjut Riky, tak bisa tinggal diam. Selaku aparat pengawasan internal pemerintah (Apip) seperti yang diatur dalam Perpres Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, harusnya bisa menelusuri kebenaran berita itu.

”Jangan menjadi bulan-bulanan.  Inspektorat harus mendalami dan menyampaikan hasilnya ke publik,” tutur Riky.

Bahkan Apip harusnya bertindak lebih dulu, sebelum BPK ataupun aparat penegak hukum lainya. Hasilnya, bisa tak ditemukan tindakan pidana, ditemukan tindak pidana tetapi kerugiannya dapat dikembalikan, atau tindak pidana yang harus diteruskan ke aparat penegak hukum.

”Pengawasan internal dulu dikedepankan agar tak menjadi mainan hukum,” katanya lagi.

Riky mengatakan, menghindari pungli oknum Disdik, sebetulnya mudah saja dilakukan pihak sekolah. Dengan cara melakukan transparansi anggaran belanja sekolah (ABH) baik dari APBD Kota Batam, Kepri, APBD, dana BOS, maupun Komite.

”Selama ini tak pernah dilakukan terbuka. Artinya sekolah siap menjadi obyek pungli,” ungkapnya lagi.

Bahkan Komisi IV DPRD Kota Batam yang menjadi mitra Disdik Kota Batam berkali-kali meminta data ABH kepada pihak sekolah, namun tak membuahkan hasil.

”Alasan sekolah harus sepengetahuan Disdik. Padahal tak ada hubungannya,” katanya lagi.

Anggota Komisi IV lainnya, Fauzan mengatakan transparasi anggaran kegiatan sekolah di Batam sangat buruk. Kalah dengan sekolah yang ada di hinterland (pulau).

”Anggaran sekolah di hinterland, dipampangkan melalui mading,” ungkapnya.

Harusnya sekolah di Batam juga demikian, dibuka dan dipublikasikan melalui website. Berapa total anggaran yang didpatkan baik dari APBD, APBN, komite, maupun dana BOS.

”Digunakan untuk apa saja,” ungkapnya.

Hal tersebut untuk meminimalisir pungli yang dilakukan oknum-oknum. ”Tak ada lagi celah anggaran untuk diselewengkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan akan menindak oknum pejabat di dinas jika benar telah meminta uang dari sejumlah kepala sekolah di Batam.

”Saya rasa tak ada. Tapi kalau ada, bakal kami tindak,” katanya kepada Batam Pos, kemarin.

Muslim juga menantang wakil kepala sekolah yang mengakui adanya pungli untuk berbicara kepadanya. Sehingga dapat menerangkan secara jelas, perihal pungli Rp 5 juta yang dipungut salah satu oknum pegawai Disdik.

”Saya mau tahu yang siapa berbicara itu,” ujarnya.

Tak Ada Pungli

Sementara itu, secara terpisah, salah satu kepala sekolah dasar di daerah Sekupang mengakui tak pernah dimintai uang. ”Tak ada, hingga saat ini saya belum pernah mengalami hal yang seperti itu,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa tak mendengar juga mengenai pungli-pungli tersebut.

”Sudah lama saya menjadi guru. Baru kali ini mendengar oknum Disdik meminta uang ke kepala sekolah,” ucapnya.

Hal yang senada diungkapkan kepala SMA di Batamkota.

Menurutnya bila pun ada permintaan uang, itu terjadi dalam forum  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

”Itu pun jelas tujuan permintaan uangnya. Ada untuk bansos, jalan-jalan, sumbangan PGRI, dan lainnya,” imbuhnya.

Kepala sekolah yang telah mengajar puluhan tahun ini mengatakan, mungkin yang mengaku tersebut merasa keberatan dengan permintaan uang setiap adanya MKKS.

”Lagi pula, uangnya tak dipatok. Sesuai kemampuan saja,” ujarnya. ***

February 14, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: