Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Badai Selamatkan TKI dari Siksa

Upaya Penyelundupan TKI Ilegal Gagal

BATAM (BP) – Kasus penyelundupan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia kembali terjadi di Batam. Namun upaya ini gagal karena cuaca buruk yang melanda wilayah perairan laut Batam, belakangan ini.

Adalah AS dan empat rekannya yang hendak diselundupkan ke Malaysia pada 6 Februari lalu. Mereka naik kapal kayu dari salah satu pelabuhan tikus di Batam. Namun perjalaan laut mereka dihadang badai. Perahu yang mereka tumpangi terpaksa memutar arah dan kembali ke Batam.

”Kami sudah di tengah laut, tiba-tiba badai datang. Tekong tak berani melanjutkan perjalanan,” kata AS saat ditemui di Mapolsek Batuampar, Batam, Senin (15/2/2016).

S bersama empat orang temannya datang dari Medan 6 Februari lalu. Mereka tergiur akan janji-janji dari seseorang yang mengaku untuk memperkerjakan mereka di Malaysia dengan gaji tinggi. “Kami dijanjikan bekerja di salah satu perusahaan besar di Malaysia dengan gaji Rp 3 juta setiap bulannya,” lanjutnya.

Bahkan, AS bersama temannya itu dijanjikan akan diberikan fasilitas mewah. Dari Batam ke Malaysia mereka dijanjikan naik helikopter. Mereka juga tidak diminta mengurus paspor ataupun mengeluarkan uang.

“Bukan naik helikopter kami malah naik pompong. Di situ kami sudah curiga, kami akan dijual,” kata AS berurai air mata.

Setelah kembali ke Batam karena badai itu, kelima orang calon TKI ini kembali mempertanyakan paspor mereka. Namun bukannya jawaban, mereka malah dipukul, disiksa dan bahkan semua barang-barang beharga disita.

“Dan malahan kami pernah ditodong pistol. ‘Tanya terus, kubunuh kalian semua,” kata AS menitukan ucapan pelaku.

Lantaran cuaca laut tak kunjung membaik, perjalanan ke Malaysia kembali ditunda. Kelima orang calon TKI ini ditempatkan di salah satu rumah di Batuampar. Mereka diberi makan ala kadarnya. Keluar rumah pun dibatasi. Hingga suatu hari, salah seorang dari mereka berhasil kabur dan melarikan diri ke kantor polisi Batuampar.

“Kami tiga hari disekap, terbongkarnya ketika rekan kami RI berhasil kabur,” tutur AS.

Ia mengaku dibawa ke kantor polisi Batuampar untuk diberi pengamanan. Satu orang pemilik rumah, RM yang diduga sebagai salah satu pelaku diamankan polisi. Sedangkan pelaku lainnya, UD, yang diduga otak pelaku perekrutan TKI ilegal ini ditangkap tak lama setelah penangkapan RM.

“Kata polisi, dua pelaku sudah tertangkap,” ucapnya.

Kini, kelima calon TKI ini hanya berharap dipulangkan ke kampung halamannya. Namun yang menjadi permasalahan saat ini ialah, UD, si perekrut tak memiliki uang untuk biaya mereka ke Medan.

Penyataannya yang bertele-tele membuat nasib para korban semakin tak jelas.

“Tak banyak permintaan kami. Hanya ingin pulang,” tutup AS. (rng) 

 

February 16, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: