Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Batam Tak Lagi Istimewa

Isu pembubaran BP Batam dan wacana menjadikan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memang sudah sering dilempar ke publik. Namun sikap asosiasi pengusaha di Batam dan Kepri tetap sama; menolak.

Sikap penolakan ini ditegaskan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya. Kata dia perubahan status FTZ Batam jadi KEK akan membuat Batam tak lagi istimewa. Sebab industri yang berada di luar kawasan berikat bakal dikenai pajak pertambahan nilai (PPN). Mengingat, sebaran industri di Batam kini hampir merata di semua wilayah, tak hanya berada di dalam kawasan industri yang bisa diubah jadi kawasan berikat.

”Masalahnya, kalau mau memindahkan industri ke dalam kawasan KEK itu, kita butuh sekitar Rp 20 triliun,” sebut Cahya, Selasa malam (16/2/2016).

Karena itu, Cahya katakan mestinya perubahan FTZ jadi KEK tak bisa diterapkan dalam waktu dekat. Apalagi, kata dia, sebaran industri di Batam rata-rata berada di pelbagai wilayah yang berdekatan dengan kawasan tinggal masyarakat, yang tak memungkinkan untuk jadi kawasan berikat.

”Jadi untuk memisahkan pasti sulit, mana yang kena PPN dan mana yang tidak,” ujar dia.

Menurut dia, para pengusaha di Batam rata-rata pernah merasakan KEK yang waktu itu diterapkan dalam bentuk bounded zone sebelum diterapkannya FTZ pada 2007 lalu.

”Dan menurut pengusaha, yang paling tepat di Batam itu FTZ karena bounded zone dinilai gagal,” katanya.

Tak hanya itu, Cahya juga mengatakan penerapan KEK akan menyulitkan industri penunjang kegiatan produktif, terutama untuk menopang industri menengah dan kecil bakal ikut kelimpungan karena harus membayar PPN.

”Padahal industri itu yang menopang agar produk-produk industri kecil Batam bisa bersaing saat MEA (Masayarakat Ekonomi Asean),” kata dia.

Cahya juga mengaku tengah berada di Jakarta dan berdiskusi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk memberikan masukan dari kalangan pengusaha di Batam terkait upaya untuk mengevaluasi FTZ oleh pemerintah pusat tersebut.

Pengamat kebijakan publik Batam Zaenuddin juga menilai pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo terkait pembubaran BP Batam sangat tidak bijak. Seorang pejabat publik tidak seharusnya menggunakan kata-kata yang memicu peperangan.

”Waktu pertama kali dia menyatakan mau membubarkan BP Batam (awal Januari) kemarin, saya masih melihatnya sebagai seorang politikus,” katanya.

Sebab, pernyataan itu ternyata belum didiskusikan dengan banyak pihak. Pernyataan itupun akhirnya muncul sebagai sebuah ‘uji coba’.

”Kesan untuk dihapuskan atau dibubarkan itu seperti penghakiman saja,” ujar pria yang juga akademisi dari Politeknik Negeri Batam itu lagi.

BP Batam memiliki sejarah yang panjang. Bahkan BP Batam lebih dulu ada ketimbang Pemerintah Kota Batam. Ia juga sudah menorehkan sejumlah prestasi.

Selain itu, BP Batam juga masih memiliki sejumlah aset. Seperti, sumber daya manusia dan infrastruktur, sarana dan prasarana.

Namun demikian, keputusan Mendagri sepertinya sudah bulat. Dia mengatakan, setelah BP Batam dibubarkan, status Batam akan diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Zaenuddin menilai, status itu justru akan menghilangkan keistimewaan Batam.

Apa bedanya Batam dengan daerah lain? Padahal, sudah jelas, Batam memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.

Menurut Zaenuddin, Batam seharusnya menjadi daerah otonomi khusus. Yakni, sebuah daerah yang mengusung otonomi daerah namun memiliki keistimewaan khusus.

BP dan Pemko dilebur jadi satu. Baik SDM maupun fungsi dan tugasnya. Pemimpinnya nanti satu saja.

”Lalu buatkan satu Undang-Undang khusus,” ujarnya.

Masalahnya, melebur dua institusi ini bukan perkara mudah. Tapi tidak ada yang tidak mungkin sepanjang pemerintah pusat memiliki political will.

Dan sesungguhnya, penetapan masa depan untuk Batam tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat harus mendiskusikan masalah ini setidaknya dengan stake holder, pengelola kawasan industri, juga investor asing.

”Suatu kebijakan itu kan dibuat setelah melihat dari banyak aspek. Kalau begini, ini kepentingan pusat saja,” ujarnya. (rna/ceu)

February 17, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: