Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mendagri Tetap Akan Bubarkan BP Batam

Pemerintah Siapkan PP, Segera Bentuk Dewan KEK Batam

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, kembali mengeluarkan pernyataan mengejutkan tentang Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dia menegaskan BP Batam tetap dibubarkan tahun ini. Selanjutnya, status free trade zone (FTZ) Batam akan diganti menjadi Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK.

Tjahjo menjelaskan, pembubaran BP Batam ini pada prinsipnya memiliki satu tujuan utama. Yakni menghilangkan duplikasi dan dualisme kewenangan. Terutama kewenangan perizinan yang selama ini terjadi di BP Batam dan Pemko Batam. Sebab dualisme kewenangan ini dinilai menghambat laju pertumbuhan investasi di Pulau Batam.

”Jadi nanti (perizinan) ya satu komando, kalau sekarang kan banyak,” kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Bahkan, Tjahjo menyebut proses perizinan di Batam saat ini tidak hanya melibatkan BP Batam dan Pemko Batam. Melainkan juga masih ada campur tangan dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Kondisi ini semakin memperpanjang alur birokrasi yang harus dilalui para calon investor di Batam.

“Kan enggak mungkin satu rumah tangga ada tiga kepalanya. Bayangkan Hang Nadim (bandar udara, red) sama pelabuhan di Batam itu di bawah Otorita (BP Batam) bukan kewenangan Departemen Perhubungan. Itu niscaya,” ujarnya.

Melihat latar belakang permasalahan ini, lanjut Tjahjo, pemerintah makin yakin dengan langkah pembubaran BP Batam. Dengan harapan, pelayanan dan izin investasi di Batam akan semakin mudah dan cepat.

Selanjutnya, setelah BP Batam dibubarkan, pemerintah pusat akan membentuk Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pemegang otoritas sementara untuk mengelola kepulauan Batam.

Tjahjo menyebut, Dewan KEK ini nantinya akan disi oleh perwakilan dari sejumlah kementerian, mulai Kementrian Koordinasi (Kemenko) Perekonomian, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian Perdagangan (Kemendag), Menteri Agraria dan Tata Ruang, dan DPRD setempat. Rencananya pembentukan Dewan KEK ini akan difinalisasi pada rapat lanjutan pada Jumat (19/2) mendatang.

Disinggung mengenai pelayanan BP Batam yang dinilai lebih baik dari Pemko Batam, Tjhajo menyebut bahwa hal itu tidak benar. Dia memastikan bahwa investor dipastikan bakal lebih bergairah untuk menanamkan modalnya di Batam ketika semua perizinan dijadikan satu pintu.

“Ya ga lah. Apapun negaranya pasti harus satu aturan, masa satu negara menciptakan dualisme. Pengusaha kan maunya satu, kalau ada pungutan juga satu. Intinya itu saja,” papar Tjahjo

Namun Tjahjo memastikan, proses pembubaran BP Batam ini tidak akan mengganggu iklim investasi di Batam. Selama masa transisi nanti, BP Batam akan tetap eksis dan memberikan pelayanan seperti biasa.

“Sekarang posisinya (BP Batam, red) masih ada, tapi digantikan nanti,” ujar Tjahjo.

Menurutnya, pembubaran BP Batam cukup dengan penerbitan peraturan pemerintah (PP) saja.

”Berdasarkan keluarnya PP, itu otomatis,” tegasnya.

Tjahjo menambahkan, dalam pembahasan lanjutan pada Jumat (19/2) mendatang, Kementerian Koordinator Perekonomian akan mengundang Gubernur Kepri dan Ketua DPRD Kepri, serta sejumlah lembaga terkait lainnya. Sementara pihak Pemko Batam tidak akan diundang. Agendanya membahas pembentukan Dewan KEK Batam.

“Karena Wali Kotanya (Batam, red) kan belum dilantik, baru Maret nanti dilantiknya. Sementara di-take over oleh Menko dulu,” kata Tjahjo.

Sementara pihak BP Batam menanggapi dingin wacana yang disampaikan Tjahjo Kumolo itu. Wacana ini dipastikan tidak akan mempengaruhi kinerja BP Batam, terutama dalam memberikan pelayanan kepada para investor.

“Tanggal 16 Januari lalu juga sudah digaungkan untuk dibubarkan. Seperti itu lagi nih isunya. Kami tidak terpengaruh, kami tetap bekerja sesuai ketentuan,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Selasa (16/2).

Andi mengatakan dibubarkan atau tidaknya BP Batam tergantung presiden melalui Peraturan Pemerintah (PP). Tetapi ia yakin untuk pembubaran ini masih butuh proses. Sementara anggaran untuk BP Batam tahun 2016 sudah disahkan.

“Kami sekarang hanya fokus bekerja. Bagaimana agar serapan anggaran tinggi. Jangan sampai kami dibilang tidak bekerja maksimal,” katanya.

Menurut Andi, kabar pembubaran BP Batam ini hanya akan memperkeruh suasana yang ada di Batam. Meski menurutnya, BP Batam sendiri tetap akan tunduk terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan.

“Jangan diperkeruhlah. Semua itu butuh proses. Saya tegaskan, BP Batam masih tetap fokus untuk bekerja sesuai tupoksi,” katanya lagi.

Sementara Kepala BP Batam Mustofa Widjaja, tidak mau berkomentar terkait rencana pusat dalam pembubaran itu. Saat dihubungi melalui sambungan telepon tadi malam, terdengar suara ajudannya yang mengangkat telepon.

“Maaf bapak lagi sibuk,” kata sang ajudan.

Tetapi beberapa waktu lalu, saat digelar pertemuan dengan komisi II DPR RI, Mustofa Widjaja mengatakan bahwa pada dasarnya BP Batam siap dan tetap akan tunduk kepada keputusan dari pusat.

“Pada dasarnya, apa pun keputusan dari pusat kalau untuk membuat Batam lebih baik, maka kita harus siap ,” katanya. (ian/gir/jpgrup)

February 17, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: