Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Relokasi Warga Kampung Aceh di Batam

BATAM (BP) – Tim gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, dan Satpol PP kembali menggerebek Kampung Aceh, Mukakuning, Selasa (16/2/2016).

Lagi-lagi aparat mendapati adanya transaksi narkoba dan aktivitas perjudian di pemukiman ilegal itu. Fakta ini membuat Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian, tegas meminta Kampung Aceh digusur.

”Ini imbauan awal, kita tidak main-main dengan kejahatan narkoba,” ujar Sam di lokasi, kemarin.
Sam mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemko Batam dan BP Batam terkait wacana penggusuran Kampung Aceh ini.

”Kami akan bekerjasama dengan pemerintah, agar merelokasi semua warga yang ada di sini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Sam juga mengingatkan agar warga Kampung Aceh segera meninggalkan narkoba. Serta menghentikan aktivitas perjudian.

”Segera tinggalkan (narkoba), jangan lakukan lagi. Kalau tidak saya akan terus obok-obok ini kampung,” katanya dengan nada geram.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura sependapat dengan usulan Kapolda Kepri itu. Dia mendesak BP Batam segera menggusur Kampung Aceh.

Selain kerap dijadikan lokasi peredaran narkoba dan judi, pemanfaatan lahan di Kampung Aceh itu tak sesuai peruntukannya. ”Keberadaannya mengganggu dan meresahkan masyarakat,” kata Nyanyang, kemarin.

Namun Nyanyang juga menegaskan, warga Kampung Aceh yang ada saat ini harus direlokasi dan diberikan tempat baru yang layak. Sehingga rencana penggusuran ini tak menimbulkan masalah baru.

Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyebut kewenangan untuk menertibkan Kampung Aceh di Mukakuning yang selama ini dikenal sebagai sarang narkoba merupakan tanggung jawab Badan Pengusahaan (BP) Batam.  ”Penataan itu ada di Otorita (Badan Pengusahaan/BP Batam) bukan di kami,” kata Rudi, Selasa (16/2).

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku Pemko Batam tak bisa berbuat banyak untuk menata wilayah tersebut lantaran kewenangan BP Batam lebih dominan karena merupakan pemegang kuasa atas lahan di Batam.

”Karena Otorita yang kasih kaveling, sedangkan kami hanya (memberi) IMB (Izin Mendirikan Bangunan),” ujar dia.

Artinya, sambung dia, selama ini pihak BP Batam yang punya kewenangan menentukan peruntukan suatu area akan dibuat jadi apa. Misalnya, jadi kawasan perumahan atau tempat tinggal warga.
Disinggung apakah pihaknya akan turut menertibkan dari sisi sosial mengingat wilayah itu dinilai tak sehat untuk perkembangan dari aspek kemasyarakatan, Rudi katakan masih menunggu waktu yang tepat.

”Tunggu dilantik (sebagai Wali Kota Batam) sajalah,” kata dia.

Terpisah, Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana mengatakan pihaknya memang sudah berencana menertibkan Kampung Aceh. Sebab, pemukiman di kawasan itu ilegal.

”Itu menjadi prioritas kami. Kami akan menggusur Kampung Aceh dalam waktu dekat,” kata Cecep, Selasa (16/2).

Menurut Cecep, Kampung Aceh sudah sangat sering digrebek pihak kepolisian. Ini mengindikasikan seringnya terjadi dugaan pelanggaran hukum di sana. Untuk mendukung upaya penegakan hukum ini, BP Batam akan mengambil tindakan tegas.

”BP Batam menolak peredaran Narkoba. Kita akan mendukung pihak kepolisian menekan angka peredaran narkoba. Makanya kami akan tegas. Dan pemukiman itu bukan pemukiman resmi,” katanya.

Meski begitu, Cecep mengakui penertiban ini akan menjadi pekerjaan yang sangat berat. Untuk itu, dalam penertiban nanti pihaknya akan melibatkan pihak kepolisian dan TNI.

Selain Kampung Aceh, dalam waktu dekat BP Batam juga akan menggusur pemukiman ilegal lainnya di beberapa titik. Termasuk rumah liar (ruli) di daerah resapan air atau di kawasan hutan lindung.

”Bangunan tak resmi di sekitar DAM akan kita tertibkan. Ladang-ladangnya juga akan kita babat,” katanya.

Dianggap Hanya Rutinitas Polisi

Pantauan Batam Pos, penggerebekan Kampung Aceh kemarin dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Aparat gabungan menyisir satu persatu rumah serta bangunan yang berada di ruli itu.

Satu persatu orang diamankan dan dikumpulkan di salah satu bangunan yang berada di dekat lapangan. Hingga operasi tersebut selesai, sebanyak 17 orang diamankan.

Setelah pengecekan urine dilakukan, 12 orang positif menggunakan narkoba, satu negatif, serta empat lainnya akan dilanjutkan pemeriksaannya di Mapolresta Barelang.

Selain menangkap warga, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni 11 bungkus sabu siap edar, empat bong isap, tiga timbangan, serta satu alat pres. Selain itu sebanyak 27 mesin jackpot juga diamankan, satu pucuk senapan angin, satu pucuk air softgun serta satu celurit.

Seorang warga setempat yang enggan namanya disebut mengatakan, penggerebekan Kampung Aceh seolah hanya sebuah rutinitas saja. Sebab menurut dia, kampung ini sudah sering digerebek, namun tak ada tindakan tegas dari aparat. Bahkan, kata dia, warga yang ditangkap dilepas lagi dan mereka bebas melakukan aktivitasnya kembali.

”Padahal sudah dibawa, ada lagi kami lihat,” ungkapnya.

Seperti Ishak, 28. Dia mengaku setiap dilakukan penggerebekan dirinya selalu diamankan. Namun hal tersebut tak membuatnya jera karena dia pasti dilepas lagi. ”Saya tetap diangkut,” ucap ayah satu anak ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta memastikan jika mesin-mesin yang diamankan merupakan mesin yang baru masuk Kampung Aceh. Namun kondisinya sudah rusak.

”Yang lama (hasil operasi sebelumnya) masih di Polresta. Ini yang baru dan rusak, kemungkinan yang bagus sudah dipindahkan mereka,” ungkapnya.

Sementara untuk mesin-mesin yang diamankan dalam penggerebekan tersebut akan dimusnahkan jika dalam waktu tujuh hari tidak ada yang mengklaim.

Tak hanya kali ini penggerebekan Kampung Aceh sudah beberapa kali dilakukan. Namun aksi ini hanya dianggap angin lalu. Penggerebekan diantaranya dilakukan 1 April 2015 lalu, 50 orang diamankan terdiri dari 42 pria dan delapan wanita. Termasuk lima di antaranya merupakan pelaku yang daftar pencarian orang (DPO) baik dari Reserse Polda Kepri maupun Polresta Barelang.

Selanjutnya 16 september 2015, 53 personil yang terdiri dari Satuan Narkoba, Reskrim, dan Shabara Polresta Barelang kembali melakukan aksi penggerebekan. Sebanyak 20 orang dan 13 mesin gelper, senjata tajam, uang ratusan ribu rupiah, tiga unit sepeda motor tanpa dokumen serta juga ditemukan dua paket diduga narkoba jenis sabu diamankan.

Sementara itu 6 November 2015 sebanyak 25 orang diamankan dalam Operasi Antik atau operasi khusus pemberantasan narkotika yang digelar Polda Kepri dan Polresta Barelang.

Hasil tes urine 24 diantaranya positif menggunakan Narkoba. Empat diantaranya merupakan perempuan.

Sementara Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika mengatakan, aktivitas kriminalitas di Kampung Aceh mengalami penurunan. Hal itu dilihat dari berkurangnya jumlah warga yang diamankan.

”Sebelumnya ada puluhan orang yang diamankan, sementara ini hanya belasan,” kata Helmy di Mapolresta Barelang, kemarin siang.

Belasan warga yang diamankan tak hanya terlibat narkoba, namun juga memiliki senjata tajam tanpa izin. Warga yang terbukti mengkonsumsi dan memiliki narkoba akan diserahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang. Sedangkan untuk kasus kepemilikan senjata tajam dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Barelang.

”Semuanya akan kita proses sesuai dengan perbuataan mereka,” katanya.

Menurut Helmy, untuk menumpas habis kriminalitas di lokasi tersebut atau di lokasi lainnya, tidak akan bisa. Sebab kejahatan yang ada merupakan produk manusia yang dipengaruhi berbagai faktor. Pihaknya sebagai aparat keamanan hanya bisa mengurangi angka kriminalitas dengan penangkapan dan pengamanan.

”Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti ekonomi, lingkungan dan sebagai,” jelas Helmy. (ian/hgt/she/rna/cr13/cr20)

February 17, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: