Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Mengunjungi Wahana Wisata Cameron Highlands, Malaysia

Tawarkan Wisata Alam ala Negeri di Atas Awan

Berada di ketinggian 1.829 meter di atas permukaan air laut dengan suhu antara 10-20 derajat Celcius, Cameron Highlands, Malaysia menawarkan pesona wisata yang sulit dilupakan.

ANGGIETA PRATIWI, Malaysia

Sebanyak 24 pelancong dari Batam, termasuk wartawan koran ini, antusias mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata, Roger. Pria berusia 58 tahun ini mampu menghidupkan suasana dan semangat para pelancong untuk segera melihat panorama alam di Cameron Highlands, Malaysia.

”Selamat datang di Malaysia,” kata pria bermata sipit itu memulai penyambutannya, Senin (6/2) lalu.
Bersama rombongan kecil dari Fantastik Tour and Travel Batam, Roger menjanjikan pemandangan tak terlupakan di Cameron Highlands. Namun dia meminta para kami bersabar, karena jalanan di Johor, Malaysia, kala itu lumayan padat. Sehingga dipastikan perjalanan menuju Cameron Highlands akan sedikit tersendat.

”Perjalanan kita bisa memakan waktu 10 jam,” kata Roger lagi.

Tanpa komando, sebagian besar wisatawan rombongan Fantastik Tour and Travel Batam menghela napas. Hampir bersamaan.

”Hehhh…gak apa-apa deh. Namanya juga liburan,” kata Tabrani, wisatawan dari Tembilahan, Kepri, yang saat itu membawa empat orang anggota keluarganya.

Saat itu, arloji di tangan menunjukkan pukul 03.00 sore waktu Malaysia. Jika perjalanan memerlukan waktu 10 jam, maka rombongan baru akan tiba di Cameron Highlands pada pukul 01.00 Selasa (7/2/2016) dini hari waktu Malaysia.

Namun seluruh wisatawan tampak cukup menikmati perjalanan ini. Sebab sepanjang perjalanan itu, bus yang membawa rombongan beberapa kali berhenti untuk keperluan makan dan kebutuhan lainnya bagi wisatawan.

Sepuluh jam berlalu, waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Namun perjalanan belum berhenti.

”Kita baru sampai di kaki bukit (Cameron Highlands). Untuk sampai ke puncak, butuh waktu dua jam lagi. Mohon maaf atas keterlambatan ini,” kata Roger, pemandu wisata kami.

Udara dingin mulai menyeruak. Kaca bus yang kami tumpangi juga mulai berembun tanda bahwa suhu di luar sangatlah dingin.

Perjalanan menuju puncak Cameron Highlands ini tak kalah seru. Selain menanjak, tentu saja jalan yang kami lalui berkelok-kelok. Sedikitnya ada 116 kelokan yang kami lewati.

Lewat pukul 03.00, bus terhenti di depan gerbang sebuah penginapan bernama Heritage Hotel. Ini pertanda rombongan telah sampai. Sekelilingnya tidak jelas terlihat, hanya samaran lampu yang tertutup embun. Belum bisa menilai bagaimana Cameron Highlands saat itu, hanya dingin yang terasa. Kunci kamar penginapan dibagikan. Kami dipersilakan beristirahat di kamar masing-masing.

”Pukul 6.00 sampai 8.30 bisa breakfast, pukul 9.00 nya kita langsung wisata,” pesan Roger kepada rombongan.

Minggu (7/2) pagi itu, dingin masih menusuk hingga ke tulang. Embun masih menutupi pemandangan di sekitarnya. Sarapan dan check out, perjalanan wisata dimulai. ”Cameron Hihlands sangat subur dan dingin. Tak heran buah stroberi bisa mudah tumbuh segar di sini,” ujar Roger sambil memperkenalkan rute yang akan dikunjungi.

Tidak disangka, di atas bukit yang harus dilalui 2 jam lamanya itu, menjadi sebuah kota kecil nan lengkap. Lelah karena perjalanan jauh di hari pertama terasa sirna. Semua terbayar dengan pemandangan menakjubkan di Cameron Highlands.

Gedung-gedungnya berkonsep ala Inggris. Karena pengembang kawasan wisata ini memang berkewarganegaraan Inggris, bernama William Cameron. Untuk itulah kawasan wisata ini dinamai Cameron Highlands. Pembangunan di wilayah itu dimulai sejak tahun 1992.

Apartemen, sekolahan, rumah penduduk, pemadam kebakaran, klinik, tempat-tempat wisata perkebunan, dan pasar rakyat, lengkap tersedia. Sebagian besar masyarakat di sana bermata pencaharian bercocok tanam, selain menjadi pemandu wisata.

Bee Farm menjadi tempat kunjungan pertama. Di sana kami melihat langsung peternakan lebah. Dan tentu saja melihat proses mendapatkan madu asli. Mencicipinya juga gratis. Sebagai buah tangan, madu sangat cocok karena tahan lama.

Lanjut ke Strawberry Farm yang tidak berada jauh dari Bee Farm. Mmm, buah merah berbentuk hati ini sangat menggoda. Selain segar, ukurannya juga cukup besar dari pada umumnya. Bisa dipetik langsung. Bermacam jajanan dari olahan buah stroberi juga banyak tersedia.

”Ngiler lihat stroberinya, di Indonesia langka,” kata Liani salah seorang dari rombongan kami.

Tidak bisa berlama-lama, perjalanan berlanjut Cactus Farm. Bagi yang senang bercocok tanam, pasti akan mendambakan pemandangan yang satu ini. Tanaman kaktus tumbuh subur di pot-pot kecil dengan warnanya yang beragam. Selain itu, sayur-sayuran dan tanaman lainnya juga tak kalah menggiurkan pandangan mata. Apalagi harganya tidak terlalu mahal.

”Pengen beli, tapi gak bisa bawa ke Indonesia salahnya,” ujar Suparni yang akhirnya hanya bisa mengabadikan tanaman lucu itu melalui foto bersama suaminya, Amdani.

Tidak hanya tiga tempat itu saja yang menarik di Cameron Highlands. Air terjun, Vegetable Farm, Kebun Teh, dan lainnya masih banyak menjadi destinasi wisata di sana yang tidak ketinggalan kami kunjungi. Belum lagi destinasi kuliner yang mampu menggoyang lidah di tengah dinginnya cuaca.

Gaya penduduk setempat juga menarik perhatian. Mengenakan penutup kepala hingga ke telinga, sarung tangan, dan baju hangat menjadi ciri khas mereka. Pernak-pernik busana ini juga turut dijual untuk wisatawan. Banyak yang membeli pernak-pernik tersebut.

”Gak nyesel. Keren banget, cukup bawa keluarga refreshing dengan kesegaran alamnya, capek yang kemarin hilang sudah,” Gustiningsih yang membawa anggota keluarga paling banyak, 11 orang.

Sore menjelang malam, perjalanan di Cameroon Highlands usai. Walaupun terhitung hampir seharian, tetapi tempat wisata yang satu ini menjadi kenangan paling berarti bagi siapa saja yang mengunjunginya. Tak ketinggalan untuk mengabadikan momen-momen disana lewat foto dan video.

Tujuan selanjutnya, rombongan menuju Kuala Lumpur dan menginap semalam di Pudu Hotel. Sebagai objek wisata yang tidak boleh ketinggalan dikunjungi ketika berada di Malaysia, menara kembar KLCC menjadi tujuan pertama di hari terakhir tur, Rabu (8/2). Kemudian menuju Dataran Merdeka, Istana Raja, dan melewati kantor pemerintahan Malaysia.

Terakhir, rombongan dibawa untuk berwisata belanja di Sungei Wang sebelum kembali pulang menuju pelabuhan feri Harbourfront Singapura. ”Kami puas dengan tur ini. Cameron Highlands keren,” ungkap seluruh peserta rombongan.

Pemilik Fantastik Tour and Travel, Febriansyah, mengatakan paket wisata Cameron Highlands memang merupakan paket baru di travelnya. Kata dia, paket ini mendapatkan sambutan yang cukup baik dari wisatawan dari Batam.

”Wisata ke Genting Island atau Legoland itu sudah biasa. Kami menawarkan paket yang sangat seru, Cameron Highlands,” katanya. ***

February 19, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: