Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Melihat Perpustakaan Remaja Aktif-Kreatif SMAN 11 Batam

Tidak banyak sekolah di Batam yang memiliki perpustakaan, apalagi sekolah-sekolah di daerah pesisir (hinterland). SMAN 11 beruntung telah memilikinya. Perpustakaan itu bantuan dari PT Transportasi Gas Indonesia.

WENNY C PRIHANDINA, Batam

Dibuat Dalam Seminggu, Koleksi 1.400 BukuKreeek…

Pintu kayu itu terbuka perlahan. Terang di bagian dalam. Buku-buku menunggu dalam diam. Sumiyati bersuara memecah keheningan.

”Ayo silakan, Pak. Ini perpustakaannya,” katanya sambil membentangkan sebelah tangan.

Satu per satu pria berbusana batik melangkah masuk. Mereka menengok ke kanan dan kiri. Mengamati hiasan-hiasan yang ada di dinding. Juga membaca judul-judul buku yang berderet di dalam rak.
Perpustakaan inilah yang membuat mereka datang ke Pulau Buluh. Melintasi jalanan Batamcentre-Batuaji selama hampir satu jam. Dan menyeberang lautan ketika angin utara tengah bertiup.

Perpustakaan Remaja Aktif-Kreatif. Itulah dia namanya. Ini perpustakaan baru milik SMAN 11 Bulang hasil ‘make over’ tim company social responsibility (CSR) PT Transportasi Gas Indonesia (PT Transgasindo). Kamis (11/2) pagi itu, Batam Pos berkesempatan mengikuti rombongan Transgasindo datang menengok sekaligus menyerahkan secara resmi perpustakaan tersebut kepada pihak sekolah.

”Sebenarnya perpustakaan ini sudah lama jadi tapi baru bisa diresmikan sekarang,” tutur Riani Puspasari, Community Relation Transgasindo.

Wanita yang akrab disapa Riri itu menceritakan, perbaikan perpustakaan SMAN 11 itu bermula dari pembuatan perpustakaan SDN 001 Bulang. Transgasindo memang telah memiliki agenda CSR di Pulau Buluh di tahun 2015. Mereka memutuskan membuat perpustakaan di dua sekolah tersebut setelah melakukan survei.

Hasil survei yang paling mencolok datang dari minat baca anak-anak sekolah. Ternyata, murid-murid SDN 001 Bulang kurang berminat pada buku bacaan. Perpustakaan dirasa perlu untuk membangun budaya literasi pada anak.

Transgasindo menyerahkan proyek tersebut ke tangan konsultan. Pembuatan perpustakaan berlangsung selama tiga bulan. Terhitung dari bulan Juli hingga Oktober. Namun, program CSR di bidang pendidikan itu tidak hanya berhenti di situ. Konsultan itu melanjutkan dengan program penanaman minat baca hingga bulan Desember.

”Barulah di bulan Desember, perpustakaan itu diresmikan. Direksi waktu itu datang dan karena mikir biar direksi sekalian nengok perpustakaan SMAN 11 Batam, kami ngebut bikin yang SMA,” kata Riri lagi.

Berbeda dengan perpustakaan milik SDN 001, Perpustakaan Remaja SMAN 11 Batam ditangani langsung tim CSR Transgasindo. Mereka mengumpulkan properti dari seluruh wilayah Batam. Seperti rak buku, gambar tempel, juga karpet.

Total ada 1400-an buku yang tersimpan di sana. Zulfikar, Pustakawan SMAN 11 Batam, mengatakan, ada 700-an judul buku yang ada ia sortir. Masing-masing judul muncul dalam dua hingga tiga eksemplar.

”Ada novel, komik, dan buku-buku hobi begitu,” tuturnya.

Sebagian besar buku itu dibeli langsung di toko buku di Jakarta. Sebagian lainnya dipenuhi dari donasi para karyawan Transgasindo yang dihimpun dalam acara peringatan HUT ke-14 Transgasindo, 1 Februari lalu. Peringatan HUT itu bertajuk TGI Berbagi.

”Karyawan Transgasindo baik dari Jakarta, Jambi, Belilas, dan Batam. Semuanya menyumbang buku,” timpal Riri lagi.

Sebenarnya, SMAN 11 Batam telah memiliki perpustakaan. Hanya saja, isinya buku-buku pembelajaran akademis. Para siswa rajin datang untuk mencari referensi. Tapi tidak pernah lama.

Ruang membaca buku itu menempati setengah ruang laboratorium IPA. Luasnya mencapai 12 meter persegi. Namun, karena menempati bekas laboratorium, perpustakaan itu masih memiliki meja lab dan wastafel yang memanjang mengitari dinding bagian dalam. Tapi hal itu bukan menjadi penghalang.

Tim CSR Transgasindo memanfaatkan meja permanen itu sebagai meja baca. Buku-buku ditata di atas meja, di samping wastafel. Lalu gambar tempel dipasang menjadi latar dinding. Lima kursi putar berwarna-warni diletakkan sebagai pelengkap.

Tapi para siswa tidak hanya dapat membaca di meja. Tim juga menghamparkan karpet dan menyertainya dengan bantal duduk.

Di sisi dinding yang lain, mereka juga memasang empat kotak berisi pensil warna. Di atas kotak itu, mereka mendudukkan buku gambar kosong.

”Nyaman sekali perpustakaan yang sekarang jadi betah lama-lama,” kata Suci, siswi kelas XII SMAN 11 Batam.

Bukan cuma Suci rasanya yang memiliki perasaan serupa. Tetapi 186 siswa SMAN XII lainnya. Makanya, Zulfikar sang pustakawan harus membuat jadwal kunjungan. Satu hari khusus untuk satu kelas.

Kalau tidak begitu, perpustakaan itu akan penuh. Memang, ruang itu bisa memuat hingga 40 orang. Tapi sirkulasi udara di ruang itu terbatas. Menjejalkan 20 orang saja rasanya sudah tidak nyaman.

”Kalau mau nyaman ya setidaknya, 10-15 orang-lah di ruangan itu,” tutur Zulfikar lagi.

Kepala SMAN 11 Batam Sumiyati mengaku senang bisa memiliki perpustakaan. Ia yakin, perpustakaan ini dapat mendukung program pembelajaran para siswa. Sebab, buku-buku yang tersedia di sana beragam.

Senada dengan Sumiyati, Direktur Pengembangan Bisnis PT Transgasindo, Arief Transaindra Kushermawan, berharap keberadaan perpustakaan ini dapat menumbuhkan minat baca para siswa.

Hingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf pendidikan anak-anak bangsa.

”Ini aksi nyata kami untuk berpartipasi memperbaiki kondisi pendidikan di area kami,” tuturnya.

Baginya, membaca buku merupakan cara yang tepat untuk memanfaatkan waktu. Makanya, ia tak pernah alpa membawa buku kemana pun ia pergi. Supaya ketika ia memiliki waktu lengang ia dapat langsung membaca.

”Nggak perlu baterai dan jaringan. Hanya buku dan cahaya, kita bisa langsung membaca,” tuturnya.

Sementara pihak Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Batam, berpesan kepada para siswa untuk memanfaatkan perpustakaan tersebut.

Supaya mereka terus mendatanginya dan membaca buku di sana. Para guru juga harus mengajak para siswa untuk datang ke sana. Percuma ada buku kalau tak pernah dibaca.

Menurutnya, SMAN 11 Batam sangat beruntung. Sebab, tak semua sekolah di Batam memiliki perpustakaan. Apalagi sekolah yang ada di wilayah hinterland.

Perpustakaan ini bisa untuk belajar mandiri dan meningkatkan prestasi. Jangan lupa, setelah membaca, susun bukunya lagi sendiri. ***

February 21, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: