Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ratusan Korek Disita, Doli Berurai Air Mata dan Apri yang Jenaka

Dari Pelantikan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Dalmasri Syam

Rabu (17/2) siang jadi hari berbahagia bagi masyarakat Bintan. Kini, mereka punya bupati baru. Proses pelantikannya pun penuh warna.

FATIH, Bintan

Bahwa sesungguhnya pelantikan pejabat itu, di mana-mana, biasa saja. Yang menarik adalah kisah-kisah lain yang terjadi di sekitarnya. Termasuk juga pada pelantikan Apri Sujadi dan Dalmasri Syam sebagai pasangan kepala daerah definitif Kabupaten Bintan, di Kantor Bupati, Rabu (17/2/2016).

Karena ini gawai besar, persiapannya pun tak kalah penuh ingar-bingar. Sedari dua jam sebelum bupati dan wakil bupati tiba, kesibukan jadi milik jajaran kepolisian. Lokasi harus steril dari segala bentuk kemungkinan ancaman dan gangguan.

”Lebih baik mencegah daripada menunggu hal buruk terjadi,” kata Kabag Ops Polres Bintan, Kompol Agus Joko Nugroho.

Tak heran aparat dan perangkat keamanan terbaik dikerahkan. Kompol Agus mendelegasikan 188 personelnya berjaga. Tersebar di pintu masuk dan beberapa titik strategis.

Serasa belum cukup, Jajaran Polres Bintan juga diperbantukan lima personel dari unit Jihandak Polda Kepri. Semua itu demi memastikan prosesi serah terima jabatan bupati dan wakil bupati baru itu tidak mengalami segala jenis gangguan.

Setelah seluruh proses sterilisasi usai, beberapa personel Polres Bintan terlihat sangat sibuk di muka pintu masuk utama aula kantor bupati. Rupanya, mereka sedang menyiapkan perangkat keras setinggi gawang pintu. Alat ini berfungsi sebagai pemindai baja dan harus dilewati oleh setiap tamu undangan yang hendak menyaksikan pidato pertama Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan.

Karena aturannya menyeluruh, tak peduli siapa pun tamunya harus terlebih dahulu melewati peranti pemindai tersebut. Termasuk juga beberapa pejabat teras Pemerintah Kabupaten Bintan tanpa terkecuali. Mereka yang hendak masuk juga mesti bersedia barang bawaanya diperiksa satu per satu.

Beragam benda disita dari proses pemeriksaan ini. Di antaranya gunting dan korek api. Khusus benda terakhir ini jumlahnya mencapai ratusan. Mengapa korek api mesti disita dan dilarang dibawa masuk? Kompol Agus punya alasan.

”Sepintas korek ini sepele. Tapi sebenarnya cukup berbahaya. Jadi terpaksa ditinggal dulu di luar dan boleh diambil ketika meninggalkan ruangan. Toh di dalam kan memang tidak boleh merokok,” jelas polisi berpangkat satu bunga melati emas ini.

Dengan amat terpaksa, beberapa tamu pun meninggalkan koreknya di wadah yang disediakan.

Warna-warni suasana pelantikan tidak hanya seputar ratusan korek yang disita. Tapi juga menyangkut pejabat-pejabat yang memberikan pidato dari atas mimbar. Yang paling pertama beroleh kesempatan adalah Penjabat Bupati Bintan, Doli Boniara yang mengakhiri jabatan yang telah diembannya selama lebih dari enam bulan kemarin.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri ini tak kuasa menahan haru yang bercokol dalam dadanya. Baginya pengalaman menjabat sebagai orang nomor satu di Bintan selama proses transisi kepemimpinan adalah pengalaman berharga yang tak pernah dilupakan sepanjang hidupnya.

Maka ketika Doli harus mengucap permintaan maaf sekaligus ungkapan terima kasih, Doli terisak. Emosinya pecah. ”Saya sebagai pribadi dan keluarga memohon maaf apabila ada kesalahan,” ucapnya dengan suara yang terbata-bata. Tepuk tangan pun gemuruh menguatkan Doli agar melanjutkan kata-katanya.

Namun, keharuan seorang Doli Boniara justru ditanggapi secara jenaka oleh bintang utama di atas panggung. Dengan guyon, Apri menukas bahwasanya cara Doli menyampaikan salam perpisahan itu merupakan adegan sandiwara yang sudah diskenario oleh seniman Husnizar Hood, yang merupakan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri dan paman Doli, yang turut hadir.

“Saya kira, Bang Husnizar ini yang mengajarinya,” kata Apri disambut tawa dari seluruh tamu undangan.

Meski begitu, Apri tetap angkat topi kepada Doli. Tanpa seorang Doli yang mengemban jabatan di masa transisi, takkan mungkin penyelenggaraan pesta demokrasi di Bintan bisa berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan.

”Kredit tersendiri juga buat Pak Doli, yang telah menerbitkan edaran ajakan salat berjamaah agar masyarakat Bintan bisa lebih mendekatkan diri pada Tuhannya,” ungkap Apri. ***

February 21, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: