Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ledakan Pencari Kerja di Batam

Lowongan Kerja 80, Pencari Kerja 3 Ribu Orang

PELUANG kerja di Batam makin sulit didapat. Minimnya jumlah perusahaan, lembaga atau instansi yang membuka lowongan pekerjaan berbanding terbalik dengan banyaknya jumlah pencari kerja di kota industri ini.

BATAM POS, Batam

Ada gula ada semut. Begitu istilah yang dulu kerap diucapkan untuk menggambarkan Batam. Banyaknya peluang kerja dengan gaji di atas rata-rata, membuat Kota Batam dibanjiri pendatang. Terutama kalangan usia produktif dan angkatan kerja.

Tapi itu dulu. Kini, para pencari kerja di Batam harus bersaing ekstra ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Sebab, jumlah lowongan pekerjaan tak lagi banyak. Sementara jumlah pengangguran dan pencari kerja di kota ini kian membeludak.

Kondisi ini tergambar jelas dalam proses perekrutan karyawan yang dilakukan oleh PT Sumitomo Wiring System di Kawasan Industri Batamindo (Batamindo Industrial Park/BIP), Mukakuning, baru-baru ini. Sekitar tiga ribuan pencari kerja menjejali perusahaan tersebut untuk berebut posisi sebagai operator.

Padahal, perusahaan asal Jepang itu hanya membuka lowongan untuk 80 orang saja.
Belum lagi jika menilik kawasan Community Center (CC) yang juga berada di kawasan BIP. Saban hari, tempat itu selalu dipenuhi para pencari kerja. Sebagian besar merupakan lulusan SLTA sederajat. Namun tak sedikit pula yang merupakan mantan karyawan putus kontrak yang masih ingin menyambung hidup di Batam.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri memprediksi, jumlah pencari kerja di Batam saat sudah mencapai ratusan ribu.

”Itu berkaca pada kejadian di PT Sumitomo Wiring System di Mukakuning yang membuka 80 lowongan pekerjaan, namun malah dibanjiri sedikitnya 3 ribu orang pencari kerja,” sebut Ketua Apindo Kepri, Cahya, Minggu (21/2/2016).

Kondisi itu, kata dia, membuktikan pengangguran di Batam sudah masuk kategori berlebih, bahkan membludak. Mengingat, ketersediaan lapangan pekerjaan tak mampu menyerap maksimal, bahkan masih menyisakan lebih banyak pencari kerja yang tak tertampung.

”Kami prediksi ada 100 ribu lebih pengangguran di Batam,” kata Cahya.
Jumlah itu, kata dia, berdasar data dari Jamsostek (kini BPJS Ketenagakerjaan) pada tahun 2014 silam. Saat itu, kata Cahya, ada 40 ribu mantan pekerja yang mengajukan klaim ke Jamsostek untuk menarik dana simpanan jaminan sosial selama bekerja di perusahaan sebelumnya.

”Sedangkan tahun 2015, kami perkirakan (jumlah pengangguran) dari data teman-teman industri dan galangan kapal juga sekitar 40 ribu,” ungkap Cahya.

Ia tak menampik tingginya angka pengangguran disebabkan oleh adanya resesi global sejak setahun lalu yang memukul perekonomian di seluruh dunia, termasuk di Batam. Akibatnya, banyak perusahaan yang gulung tikar, atau paling tidak melakukan efisiensi dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya.

”Seluruh dunia terjadi perlambatan ekonomi, tapi Batam sebenarnya punya peluang lebih baik kalau kita bisa bersama-sama menjaga iklim investasi,” kata Cahya.

Berbeda dengan Apindo, Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata merilis angka pengangguran atau pencari kerja yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding terkaan Apindo. Data dari Disnaker Batam menyebut, hingga penghujung 2015 lalu, jumlah pencari kerja ‘hanya’ sekitar 24.022 orang.

”Jumlah lowongan kerja 12.903 orang, dan jumlah yang ditempatkan baru 11.449 orang,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata.

Ia menyebut, banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka pencari kerja di Batam. Mulai dari pengaruh resesi global yang menyebabkan banyak perusahaan mem-PHK karyawannya, hingga berkait dengan tingginya arus urbanisasi ke Batam.

”Jumlah pendatang memang banyak. Di satu sisi kami prihatin, tapi di sisi lain harus ada solusi cepat agar persoalan ini (pengangguran) tak berlarut-larut dan malah menyebabkan ekses negatif untuk masyarakat,” kata dia.

Karena itu, Ardiwinata mengungkap pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Batam untuk membuka layanan bursa kerja online. Lewat sistem itu, Pemko Batam berharap masyarakat dapat dengan mudah mengakses peluang lowongan pekerjaan yang tersedia.

”Nanti di masing-masing kecamatan akan disediakan perangkat sehingga pencari kerja bisa berkomunikasi langsung dengan penyedia kerja, dan itu semua gratis,” paparnya.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Batam juga berencana membuat kios tenaga kerja online. Selain menyediakan informasi lowongan kerja, kios tenaga kerja online ini juga dimaksudkan untuk mengetahui jumlah angkatan kerja di Batam. Baik yang sudah bekerja maupun yang masih berstatus pencari kerja atau pengangguran.

”Dananya sudah disediakan di APBD tahun ini (Anggaran Pendapatan dan belanja tahun 2016),” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari.

Riky mengatakan portal pekerja ini akan disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 100-Rp 200 juta. Di mana nanti perusahaan akan melihat calon tenaga kerja yang sudah terdaftar di database pencari kerja tersebut.

”Jadi perusahaan bebas melihat dan memilih calon tenaga kerja lewat online itu. Ini lebih efektif,” katanya.

Di dalam portal itu nantinya akan dibuat spesifikasi calon tenaga kerja, termasuk sertifikasi yang dimiliki. Dan Pemko Batam akan bekerjasama dengan perusahaan untuk memprioritaskan pencari kerja lewat online itu.

”Ini juga untuk membatasi pencari kerja yang bukan warga Batam. Kita akan melindungi agar warga Batam saja yang diutamakan untuk bekerja di Batam,” katanya.

Riky mengatakan, selama ini pemerintah tak memiliki data valid menngenai jumlah tenaga kerja. Apalagi spesifik menyangkut keahlian maupun kota asal pekerja.

“Bagaimana pemerintah mau memetakannya, jumlah tenaga kerja saja tak tahu,” ungkap Riky.

Sistem pendataan manual menggunakan kartu kuning, jelas tak efektif. Baik sisi pendataan pemerintah, maupun tenaga kerja itu sendiri.

”Kalah dengan pengiriman paket JNE, barang yang dikirim bisa diketahui sudah sampai di mana,” ucapnya lagi.

Melalui kios online ini, diharapkan bisa memudahkan pendataan. Pekerja bisa mengisi identitas, keahlian, hingga perusahan yang akan dilamar melalui situs yang telah ditentukan.

Natinya bisa diketahui, berapa persen pekerja lokal, luar daerah, maupun pekerja asing. Keberadannya terkontrol, dan biasa diawasi.

Jangan sampai seperti saat ini, keberadaan tenaga kerja asing (TKA) lepas dari pengawasan pemerintah. Padahal jumlahnya cukup banyak.

”Satu kawasan industri bisa mencapai 15 ribu tenaga asing,” ucapnya.

Tidak sedikit TKA yang menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku. ”Ada pekerja asing, 15 tahun bekerja berturut-turut. Tanpa transfer ilmu ke pekerja lokal,” ungkapnya.

Bahkan banyak TKA yang berada di posisi yang harusnya ditempati pekerja lokal. Anehnya, tidak ada sanksi dan ketegasan dari pemerintah daerah.

Berdasarkan ketentuan, lanjut Riky, TKA hanya bisa bekerja maksimal lima tahun. Dalam jangka waktu itu, TKA harus mentransfer ilmu dan teknologi kepada tenaga lokal. Bila ingin kembali ke Indonesia, TKA itu harus keluar dulu.

”Tak boleh berturut-turut,” katanya.

Riky menambahkan, TKA hanya boleh mengisi pososi pekerja ahli yang tak ada di indonesia, atau daerah setempat. Anehnya, banyak posisi dipegang orang asing. Misalnya untuk posisi human resources department (HRD).

Sementara itu pihak Dinas Tenaga Kerja mengakui terjadinya peningkatan jumlah pencari kerja setiap tahunnya. Ini dikarenakan minimnya keahlian dari pencari kerja di Batam.

Untuk itu, tahun ini Disnaker berencana akan memberikan pelatihan terhadap 330 calon tenaga kerja di Batam. Di mana calon tenaga kerja ini, sudah tercatat dan terdaftar di Pemko Batam.

Diharapkan semua calon tenaga kerja ini akan mendapatkan sertifikasi yang diakui nasional, sehingga lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Pelatihan ini akan diberikan dalam 11 paket yang terdiri dari berbagai program keahlian seperti keterampilan las, keterampilan HRD dan autocad. Keterampilan ini ada yang untuk tamatan SMA sederajat dan yang untuk diploma. Setiap paketnya anggarannya bervariasi, tetapi di sekitar angka Rp 150 juta.

Sementara bursa lowongan kerja tahun ini akan ditiadakan. Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, serapan tenaga kerja dari kegiatan ini tidak terlalu signifikan. Perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja lewat bursa itu. Makanya ditiadakan tahun ini. (rna/hgt/ian)

February 22, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: