Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

10 Kapal Asing Diledakkan di Perairan Batam

BATAM (BP) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama instansi terkait kembali meledakkan 10 kapal ikan milik asing yang tertangkap mencuri ikan di wilayah perairan Batam. Peledakkan dilakukan di Pulau Momoi, Kecamatan Rempang, Batam, Senin (22/2/2016).

Kapal-kapal tersebut yakni KM BV 92442 GT 80 Vietnam, KM BV 92443 GT, KM Selasih GT 110, KM  SLFA 2915 GT 73 Malaysia, KM PKFB 376 GT 63 Malaysia, KM KHF 451 GT Malaysia.

Lima lainnya yakni KM PSF 2461 GT 53 Malaysia, KM PPF 164 GT 81,04 Malaysia, KM PPF 593 GT 48 Malaysia, dan KM PKFA 8482 GT 48 Malaysia. Tujuh di antaranya ditangkap 10 Februari 2016. Sementara tiga lainnya ditangkap Maret hingga April 2015 lalu.

Selain di Batam, penenggelaman kapal ini juga dilakukan serentak di empat lokasi lain, yakni di Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak delapan kapal berbendera Vietnam, di Bitung, Sulawesi Utara sebanyak 10 kapal terdiri dari enam kapal Filipina dan empat kapal berbendera Indonesia.

Penenggelaman juga dilakukan di  Tahuna, Sulawesi Utara yakni satu kapal berbendera Filipina, serta di Belawan, Sumatera Utara satu kapal berbendera Malaysia.

”Jumlah keseluruhan yang diledakkan hari ini (kemarin) 30 kapal di lima lokasi berbeda,” ujar Direktur Pengoperasian Kapal Pengawas (PKP) Kementrian Kelautan Perikanan (KKP), Goenaryo kepada pewarta.

Lanjut dia, aksi ini merupakan bagian dari mewujudkan program Nawacita pemerintahan Jokowi-JK dengan menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

”Kalau nelayan kita di suruh berkompetisi dengan nelayan asing yang memiliki peralatan yang lebih baik, tak akan menang. Maka dari itu kita lakukan upaya penegakan hukum,” beber Goenaryo.

Dia menegaskan pihaknya akan tetap melakukan tindakan tegas segala bentuk kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia.

”Yang namanya pencuri akan tetap ditindak, sampai kapan pun akan dilakukan cara ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini ada 34 kapal di seluruh wilayah Indonesia yang masih menunggu proses hukum. ”Di Batam ada empat kapal,” tambahnya.

Dia mengungkapkan sejak Oktober 2014, tercatat sudah 151 kapal yang sudah dihancurkan. Terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, dua kapal Papua Nugini, satu kapal Tiongkok, serta 14 kapal berbendera Indonesia.

Pantauan Batam Pos, proses peledakan kapal di Rempang, Batam, kemarin berjalan lancar dengan disaksikan sejumlah warga dan nelayan setempat. Beberapa saat usai diledakkan, puing-puing kapal tersebut diserbu nelayan untuk mencari sisa barang yang masih digunakan. (cr13)

February 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: