Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jaga Iklim Investasi di Batam

Ekspektasi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Kepri 2016 ternyata tidak dibarengi komitmen pemerintah daerah menjaga iklim investasi di wilayah ini. Sejumlah investor di Batam mulai mengeluhkan beberapa persoalan yang dinilai mengganggu dan meresahkan.

Pengelola dan penyewa Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial, Batam, misalnya. Mereka mengaku terganggu oleh aktivitas truk tanah milik PT  Bata Ariasindo yang sudah enam bulan belakangan berlalu lalang di kawasan industri itu.

Truk milik perusahaan pembuat batu merah ini hampir setiap hari melalui jalan di Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial.

Sebab lokasi usaha batu merah itu persis berada di belakang Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial.

”Mereka bukan penyewa. Tapi memakai jalan Kawasan Bintang Makmur untuk keluar masuk perusahaan,” kata seorang perwakilan dari Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial yang enggan ditulis namanya, Kamis (25/2/2016).

Awalnya, pihak Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial memang mengizinkan truk-truk tersebut melintasi jalan di kawasan industri itu. Alasannya karena demi kebersamaan. Namun lama kelamaan aktivitas truk yang mengangkut tanah itu cukup mengganggu karena tanah bercecerandi jalan. Sehingga jalan menjadi becek saat hujan dan berdebu saat panas.

”Keresahan sejumlah pengelola dan penyewa sebenarnya sudah lama. Kami juga sudah pernah menyampaikan keluhan bahkan memanggil perusahaan untuk rapat bersama. Namun mereka tak pernah datang,” terangnya.

Pria tersebut mengaku pihaknya sempat menghentikan dan melarang aktivitas kendaraan perusahaan batu merah press itu. Namun dirinya justru diancam oleh pihak keamanan perusahaan tersebut.

”Sudah dilarang, mereka tetap ngotot. Padahal jalanan itu dibangun oleh pemilik kawasan dengan harga miliaran rupiah. Tapi mereka menganggap itu jalanan umum,” jelasnya lagi.

Dampak dari kondisi ini tidak main-main. Menurut sumber Batam Pos itu, belum lama ini calon investor asal Jepang membatalkan niatnya membuka usaha di Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial hanya gara-gara kondisi jalannya yang kotor dan becek..

”Karena seharusnya kawasan industri itu bersih dan steril,” ungkapnnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan perusahaan tersebut. Agar bisa membersihkan jalan usai dilalui. Namun, keluhan itu tak ditanggapi.

Pantauan di dalam kawasan tersebut, terlihat belasan truk pengangkut tanah hilir mudik. Bak truk bermuatan tanah itu terbuka dan tidak memakai penutup sehingga pasir dan tanah dengan mudah berjatuhan.

Terpisah, Tanto salah seorang pekerja di dalam kawasan industri tersebut mengatakan harusnya jalan di kawasan industri tak dilalui kendaraan umum. Kalaupun terpaksa, hendaknya pihak-pihak yang menggunakan jalan tersebut memperhatikan kebersihan dan kenyamanan kawasan industri.

”Kalau mau pakai jalan kawasan industri harusnya bertanggung jawab jika menimbulkan kotor atau yang lainnya.”

Sementara manajemen perusahaan PT Bata Ariasindo, perusahaan pembuat bata merah, Melisa membenarkan adanya aktivitas pengangkutan tanah. Hal itu disebabkan, perusahaan mereka bergerak dibidang pembuatan bata merah untuk pembangunan.

”Benar, itu mobil pengangkut tanah perusahaan kami,” katanya.

Saat ditanyai terkait keluhan warga, ia mengatakan, setiap hari beberapa karyawannya melakukan pembersihan jalan didalam kawasan.

”Kita selalu bersihkan jalan kawasan itu setiap hari. Bahkan anggota kita sampai basah kuyup untuk membersihkan jalan ketika hujan,” pungkasnya.

Selain masalah ketertiban umum, calon investor di Batam juga mengeluhkan etika pencari kerja (pencaker) di Batam. Berkat postingan merugikan di media sosial (medsos) yang disebarkan oleh pencaker Batam, Astrump Group mempertimbangkan kembali untuk berinvestasi di Batam.

Project Manager Astrump co.ltd, Christian membeberkan wacana bahwa sebenarnya pihaknya telah menyiapkan rencana untuk melebarkan sayap usahanya di Batam, tepatnya di Kawasan Industri Tunas Batam.

”Mungkin pada April, makanya kami telah menyiapkan proses rekrutmen 700 operator,” jelasnya Kamis (25/2).

Lowongan untuk 700 operator, namun pencaker yang mendaftar mencapai 2000 orang. ”Makanya kami bagi waktu rekrutmennya, pagi dan sore,” ujarnya lagi.

Namun, salah seorang pencaker yang ditolak surat lamarannya karena dokumen tidak lengkap malah menyebarkan posting fitnah di medsos Facebook. Melalui akun Facebook berinisial Haerrr, ia memaparkan sejumlah hal yang tak bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Pertama, ia mengatakan situs resmi Astrump tidak bisa diakses. Padahal situs tersebut sedang dalam kondisi maintenance. Kedua, ia mengatakan telah melihat secara langsung gedung Astrump di Tunas.

”Padahal kami belum pernah sama sekalipun mempublikasi apapun, kan masih dalam tahap wacana,” terangnya lagi.

Christian sangat khawatir karena mungkin saja ”Haerr” ini bukanlah pencaker, melainkan pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari menjelekkan reputasi suatu perusahaan.

”Kami hanya ingin membuka lowongan pekerjaan yang banyak di batam. Maka saya berharap pihak-pihak yang ikut terlibat bisa menciptakan suasana kondusif,” harapnya.

Menanggapi keluhan para investor ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengaku akan melakukan pengecekan. Khususnya terkait adanya investor asal Jepang yang batal berinvestasi di Kawasan Industri Bintang Makmur Industrial karena kondisi jalan yang kotor.

”Kalau kita dapat laporan dari pengelola (kawasan industri), kita akan teruskan ke polisi dan Dishub (Dinas Pehubungan),” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin.

Menurut dia, sudah ada regulasi yang mengatur tentang tertib berkendara di jalan raya. Termasuk, bagi kendaraan yang mengangkut material tertentu di jalan raya.

”Seperti harus ditutup supaya tidak berhamburan dan membuat becek jalan dan membahayakan pengemudi lainnya,” paparnya.

Karena itu, Andiantono juga menyarankan bagi pengelola kawasan industri tersebut agar melaporkan ke Dishub agar ada tindak lanjut. Mengingat, dinas tersebut yang punya kewenangan mengatur lalu lintas angkutan jalan raya.

Sayangnya, ketika hal itu hendak ditanyakan ke Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang (kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota BAtam, Faisal Riza, ia tak mengangangkat sambungan telepon. Pesan singkat yang dikirimkan ke nomor ponselnya juga tak berbalas. (she/leo/rna)

February 26, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: