Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pelanggan PLN Bintan Tak Dipaksa Tambah Daya

KIJANG (BP) – Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kijang, Kabupaten Bintan, Sapril angkat bicara terkait permasalahan penambahan daya listrik yang dilakukan tim Penertibaan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) saat saat survei di Perumahan Sri Bayintan, Kampung Sei Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Jumat 26/2/2016).

Menurutnya tim P2TL tidak melakukan pemaksaan terkait penambahan daya listrik, melainkan hanya sekadar usulan kepada pelanggan ataupun konsumen PLN di perumahan tersebut. Pasalnya saat tim tersebut melakukan survei banyak didapati pelanggan PLN menyalahi aturan kontrak pemakaian listrik.

Saat tim P2TL melakukan survei di Perumahan Sri Bayintan, Jumat (19/2/2016), didapati pemakaian listrik setiap Kilo Watt Hour (KWH) pada alat bargainser (meteran listrik) setiap rumah menyalahi aturan kontrak pemakian listrik.

”Pasalnya dari nilai kontrak pemakaian listrik dengan alat pembatas dayanya atau Miniature Circuit Breaker (MCB) yang digunakan tidak sesuai dengan alat milik PLN, atau melebihi standarisasi. Jadi diusulkan kepada pelanggan PLN menambah daya dan bukan meemaksa, apalagi mewajibkannya,” ujar Sapril didampingi Bagian Humas PLN Rayon Kijang, Mamang dan stafnya saat ditemui di Kijang, kemarin.

Diceritakannya, survei pemakaian listrik di setiap rumah warga atau pelanggan PLN ini dilakukan secara serentak tim P2TL se Indonesia. Tim survei terdiri vendor, pegawai PLN dan personel kepolisian sekadar mendata dan mencek setiap pelanggan PLN dengan menyinkronkan data kontrak pemakaian.

Pengecekan dilakukan secara acak, khususnya bagi kawasan yang terindikasi ada kelainan pemakaian listrik. Kawasan yang terindikasi ini menjadi Target Operasi (TO) PLN dan dianggap harus diperiksa.

Untuk di wilayah kerjanya rayon Kijang, lanjutnya, P2TL mencek di Perumahan Sri Bayintan, Kampung Sei Datok. Hal ini dilakukan, karena kawasan perumahan itu banyak didapati pelanggan tidak menggunakan MCB sesuai standar PLN. Sehingga sesuai Standarisasi Operasional Prosedur (SOP), tim P2TL mengusulkan kepada pelanggan untuk mengganti dengan MCB sesuai standar PLN, atau menambahkan daya pemakaian listriknya.

”Kalaulah MCB tidak standar, pelanggan bisa menggunakan melebihi batas daya kontrak. Misalnya daya kontraknya 6 Amper Meter (Am) atau setara 1.300 Volt tapi MCB yang digunakan untuk 8 Am. Ini sudah melebihi daya kontrak sebanyak 2 Am. Jadi kita minta pelanggan harus normalkan MCB atau menambahkan daya listrik menjadi setara dengan MCB yang digunakan,” akunya.

Ditanya, mengapa harus menambahkan daya listrik? Kata Mantan Manager PLN Tanjunguban ini, hal ini dilakukan agar pelanggan PLN dan pihak PLN sama-sama puas. Maksudnya jika pelanggan diminta menormalkan kontrak pemakian listrik sesuai dengan MCB standarisasinya, kemungkinan yang terjadi pasokan daya listrik tidak akan cukup memenuhi penggunaan barang elektronik pelanggan.

Sebab selama ini pelanggan PLN terlalu enak atau puas menggunakan MCB diatas daya kontrak yang bisa memenuhi segala kebutuhannya. Tetapi sebaliknya, dengan kejadian ini PLN yang dirugikan karena dengan penggunaan MCB tidak sesuai standarisasi berakibat kepada penurunan pembayaran nominal per KWH.

”Nominal KWH yang dipatok PLN untuk penggunaan listrik yang subsidi dan non subsidi beda. Kalau subsidi empat Am atau setara 900 Volt sedangkan non subsidi di atasnya. Jadi jika kontrak pemakaian listriknya itu subsidi tapi penggunaan non subsidi, pastinya PLN rugikan,” ungkapnya. (ary)

February 28, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: