Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jaksa Geledah Gedung DPRD Kepri

Terkait Dugaan Korupsi Jaringan Internet

TANJUNGPINANG (BP) – Sejumlah jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mendatangi gedung DPRD Kepri, Rabu (17/2/2016). Mereka memeriksa sejumlah dokumen terkait dugaan kasus korupsi pengadaan jaringan internet di DPRD Kepri pada APBD 2015.

Seorang jaksa yang minta namanya tak dikorankan mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi gedung dewan untuk menindaklanjuti penyidikan kasus tersebut. Namun dia membantah ada penggeledahan, kemarin.

”Ini hanya on the spot saja untuk terjun langsung ke lapangan, bukan penggeledahan,” ujar jaksa tersebut, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Hamidi. Dia menampik adanya penggeledahan di sekretariat DPRD Kepri.

”Bukan mengeledah, mereka datang untuk cek item yang ada di dalam kontrak,” tutur Hamidi.
Ia menuturkan, dirinya tidak terlalu mengetahui kontrak proyek jaringan informasi yang berlangsung pada 2013 lalu.

”Itu kan saya belum di sini (DPRD Kepri, red),” kata Hamidi.

Sebelumnya, jaksa juga kembali memeriksa Hamidi terkait kasus ini. Selain dia, ada sejumlah pegawai di Biro Perlengkapan Setwan DPRD Kepri yang juga diperiksa secara maraton, Selasa (16/2) lalu.

Namun ditemui usai pemeriksaan, Hamidi enggan berkomentar.

”Iya, ini pemeriksaan kedua. Saya nggak enak berkomentar, takutnya nanti salah ucap,” ujarnya.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, N Rahmat juga tak mau berbicara banyak kepada media.

”Iya, nantilah,” ujar Rahmat singkat.

Sementara, salah satu PNS yang mengaku dari Biro Perelengkapan Setwan Kepri membenarkan dirinya diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan internet gedung DPRD Kepri senilai Rp 8,4 miliar itu. Dia menyampaikan dirinya ikut memberikan keterangan dalam proyek itu, lantaran ia merupakan salah satu anggota Pokja saat pelelangan pekerjaan itu.

”Saya pokja, dan kita telah melakukan proses pelelangannya sesuai perpres, saat itu pemenang lelangnya perusahaan dari Jakarta karena dilelang lewat LPSE,” ujar pria yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Kepri, Martin Maromon terlihat muncul di Kantor Kejati Kepri, Selasa (16/2) lalu. Namun dirinya memastikan kedatangannya itu bukan untuk pemeriksaan.

”Saya cuma silaturahmi dengan Kajati. Bukan ke ruang Pidsus,” katanya. (ias/aya)

February 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: