Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sejumlah PNS Batam Bubar Duluan

Apel Terakhir Ahmad Dahlan

Saat perpisahan, suasana haru dan sedih pasti akan terasa. Namun tak begitu pada apel terakhir perpisahan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Tak terlihat kesedihan atau suasan haru. Malah para PNS membubarkan diri, saat apel belum berakhir.

Padahal masih ada sesi Ahmad Dahlan bersalaman-salaman dengan PNS yang ikut dalam apel, Senin (29/2/2016).

“Hei kemana, kemana? Belum bubar. Kembali ke barisan masing-masing,” kata pembawa acara, mengimbau para PNS yang sudah mulai beranjak dari lapangan Engku Putri.

Tapi dari beberapa orang PNS yang “kabur” tersebut, hanya setengahnya kembali membentuk barisan. Sebagian lainnya, melenggang pergi masuk ke dalam kantor Wali Kota Batam.

PNS yang kembali, dengan ogah-ogahan membentuk barisan. Saat mereka salaman, tak ada raut sedih. Perpisahan ini terkesan hambar, tanpa ada emosi. Dahlan mengitari seluruh barisan PNS Pemko Batam, dan bersalam-salaman. Ia menyampaikan permintaan maaf, bila ada berbuat salah.
”Maaf bila ada kesalahan. Saya pribadi, sudah memaafkan saudara sekalian,” ungkapnya.

Ia mengatakan mengabdi sebagai wali kota selama 10 tahun ini, adalah tugas mulia. Walau sudah tak lagi menjabat, Dahlan masih ingin membenahi Batam dengan cara berbeda.

”Tak akan pernah berhenti mengabdi di kota Batam ini,” ujarnya.

Ia berpesan kepada wali kota selanjutnya, agar dapat melanjutkan hal baik yang sudah ada selama ini.

”Lanjutkanlah apa yang sudah dimulai bersama-sama,” ungkapnya.

Ingin Pulang Kampung

Kemana Dahlan setelah tidak lagi menjabat? ”Saya ingin pulang kampung,” ucapnya pada wartawan di sesi tanya jawab di kantor Wali Kota Batam.

Sembari mendekap tangannya ke dadanya, Dahlan mengatakan sudah lama ia tak pulang ke kampung halamannya. Selama menjadi wali kota, hanya beberapa kali pulang kampung.

”Sudah lama juga saya tak tidur di Batubesar,” ungkapnya.

Dahlan mengungkapkan ingin merasa kembali, suasan tenang dan damai di Batubesar. Dengan terus mendekap tangannya di dada, Dahlan merasa ini sudah waktunya untuk berhenti. Ia mengungkapkan sudah capek.

 

Ia merasa Batam ke depan menjadi daerah lebih baik. Karena ditangani orang-orang berkompeten. ”Saya percayakan Batam pada Pak Rudi. Saya yakin beliau mampu membawa Batam maju,” tuturnya.

Sindir Pejabat Suka Mendongkak

Terkait dengan pekerjaan, Dahlan tak tahu siapa menjadi kuda di Pemko Batam.

”Saya rajanya, pion-pion adalah penggerak. Namun sampai sekarang, saya tak tahu siapa kudanya,” ujarnya ketawa, disambut tawa dari SKPD yang lain saat konferensi pers.

Dahlan menilai kuda adalah bidak yang paling susah diatur. Sebab jalannya, tak menentu. Kadang bisa berhadapan dengan raja. ”Hayo pada tahu, siapa kudanya ini,” ujarnya.

”Tak berani yah,” sambungnya kepada wartawan.

Perumpamaan Dahlan terhadap bidak kuda ini seolah mengambarkan salah satu dari SKPD tak sejalan dengan dirinya. Dan selalu membantah apa pun perintahnya.

”Kuda ini selalu mendongak kemana-mana. Kadang sudah berada di depan raja,” ujarnya.

Namun saat mengatakan hal ini, para SKPD hanya diam mendengarkan curahan hati Dahlan. (ska)

March 1, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: