Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Welcome to Batam Jangan Ditutup

BATAMKOTA (BP) – Sejumlah warga di Batam menyayangkan kalau ikon Welcome to Batam sampai tertutup pembangunan apartemen dan hotel.

Wandi, sopir taksi yang mangkal di dekat Asrama Haji mengaku ratusan orang tiap hari datang ke kawasan Welcome to Batam untuk sekedar berfoto. Di mana latar Welcome to Batam bisa menjadi cenderamata.

”Kami di sini, mangkal setiap hari karena memang banyak pengunjung yang datang ke sini hanya sekadar untuk berfoto,” kata Wandi, Selasa (8/3/2016).

Khairil, turis lokal asal Jakarta menyayangkan jika Welcome to Batam itu tertutup bangunan tinggi. Tulisan Welcome to Batam yang menghadap Singapura dinilai memiliki daya jual yang tinggi.

”Orang masih di pelabuhan saja, itu sudah kelihatan. Ini sangat menarik,” katanya usai melakukan sesi pemotretan di lahan kosong di depan asrama haji.

Menurut Khairil, sangat jarang ikon sebuah daerah wisata yang berupa tulisan yang terpampang besar di pusat kota.

”Kalau melihat ini, saya teringat dengan Hollywood. Ada juga tulisan seperti ini. Memang sangat menjual,” katanya.

Sementara itu, Tumbur MS, anggota Komisi I DPRD Kota Batam meminta agar pihak Pemko Batam jangan mengeluarkan IMB pembangunan gedung di sana jika mengganggu ikon Batam tersebut. Menurutnya, sangat disayangkan, jika ikon kebanggan Batam akan hilang begitu saja.

”Jangan sampai kawasan terbuka hijau untuk bersantai semakin sempit. Kalau itu ditutup akan berpengaruh terhadap kunjungan wisman,” katanya.

Tumbur meminta BP Batam dan Pemko Batam untuk duduk bersama mengatasi masalah tersebut.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan bahwa pihaknya juga tidak ingin ikon Batam tersebut tertutup. Tetapi ia mengaku belum mengetahui secara jelas jenis bangunan yang akan dibangun di sana.

”Saya belum tahu pasti bangunan apa yang ada di sana. Tetapi kita juga tak ingin ikon Batam itu tertutupi,” katanya.

Hotel 22 Lantai Rusak Ikon Batam

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melarang pendirian hotel dan apartemen di depan Bukit Clara, Batam Centre. Karena keberadaannya akan merusak estetika serta menutupi tulisan welcome to batam yang menjadi ikon Kota Batam.

“Saya saja kaget di depan bukit clara akan dibanguan hotel setinggi 22 lantai,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), Gustian Riau, Selasa (8/3).

Meskipun belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemko Batam. Pengembang sudah berani mengumumkan rencana pembangunan gedung pencakar langit melalui plang di depan lahan itu.

”Hingga kini, kami belum menerima pengajuan (IMB, red),” kata mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Batam ini.

Bila pengembang mengajukan perizinan, pihaknya akan mengevaluasi. Apakah keberadannya sesuai dengan tata ruang atau keindahan kota Batam.

“Kalau tinggi takan bagus, akan merusak ikon batam,” tuturnya lagi.

Gustian menambahkan, sepengetahuannya lahan itu awalnya dialokasikan untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

”Saya tidak tahu kalau BP Batam merubah pengalokasiannya,” bebernya.

Terkait izin Analisis Dapak Lingkungan (Amdal), upaya pengelolaan lingkungan  dan upaya pemantauan lingkungan (UKL dan UPL) berada di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda).

”Coba tanyakan, sudah diberikan belum,” tutupnya.

Sayangnya, Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Purnomo tak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali dihubungi melalui ponselnya tak diangkat, pesan singkat (SMS) hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban. (ian/hgt)

March 9, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: