Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rudi-Amsakar Dilantik Gubernur Kepri

Tak Beli Mobil Dinas Baru

HARI ini, Senin (14/3/2016), warga Kota Batam resmi punya pemimpin baru. Pasangan HM Rudi dan Amsakar Ahmad bakal dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Gedung Daerah, Tanjungpinang oleh Gubernur Kepri HM Sani.

Rudi mengaku tak punya persiapan khusus jelang pelantikan. Ia bahkan mengaku tidak membeli baju baru. Baju putih yang akan dikenakan hari ini adalah baju lamanya saat ia dilantik menjadi Wakil Wali Kota Batam mendampingi Ahmad Dahlan, lima tahun lalu.

”Baju itu cuma setahun sekali dipake jadi masih terawat. Habis pakai bungkus masuk lemari. Biasanya saya pakai saat upacara 17 Agustus,” ujar Rudi kepada Batam Pos kemarin (13/3).

Baju lamanya itu disebutnya masih dalam kondisi bagus hingga saat ini. Bahkan ukurannya pun masih sama. Hanya saja karena naik jabatan dari wakil walikota menjadi walikota, Rudi mengaku ada perubahan pada tanda jabatan dan pangkat yang dipasang pada baju putih tersebut.

”Yang ditambah di baju ini hanya tanda jabatan dan pangkat. Sekarang logo ‘garuda’ yang dipasang agak bundar. Kalau wakil dulu agak lonjong. Untuk pangkat tiga bintang kalau wakil dua bintang. Ini saja yang beda,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Pelantikan kali ini menurut Rudi sedikit berbeda dengan pelantikan dirinya sebagai wakil walikota Batam lima tahun lalu dimana tidak semua anggota keluarganya kumpul.

”Satu anak saya sedang ujian di Yogya jadi tidak bisa hadir,” katanya.

Rudi juga mengaku tidak tinggal di rumah dinas wali kota yang berada di Tanjungpinggir, Sekupang.

Ia memilih untuk tetap tinggal di rumah pribadinya yang berada di perumahan Rosedale, Batamcenter.

Rumah dinas wali kota itu menurutnya hanya akan ia gunakan untuk rapat-rapat internal atau dijadikan sebagai hunian alim ulama yang datang ke Batam.

”Daripada mereka (alim ulama) harus nginap di hotel. Kan bisa pakai rumah dinas itu karena saya tetap tinggal di rumah pribadi saya,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Untuk ruang kerjanya di kantor Pemko Batam, Rudi mengaku akan tetap pindah ke ruang kerja yang selama 10 tahun ditempati Ahmad Dahlan. Ruang kerjanya sebagai wakil wali kota telah ia kosongkan. Beberapa buku penting tentang pemerintah daerah dan buku-buku agama miliknya telah dipindahkan ke ruang kerja barunya, di ruang wali kota Batam.

”Meja, kursi, gorden bahkan karpet di ruangan wali kota tetap saya pakai. Kalau karpet kan tinggal divacum cleaner. Jadi nggak ada yang baru termasuk mobil dinas saya,” katanya.

Setelah dilantik, Selasa (15/3) nanti Rudi akan langsung mengumpulkan seluruh SKPD di lingkup Pemko Batam. Ia akan menyampaikan visi dan misinya kepada para SKPD untuk memajukan Batam ke depan. Seluruh SKPD juga diminta untuk melaksanakan visi dan misi tersebut.

Setelah itu, dirinya akan mengundang para pengusaha dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan visi misinya.

”Setelah SKPD saya akan kumpulkan pengusaha dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama agar visi misi kami juga dipahami oleh mereka agar tidak terjadi misunderstanding,” ujarnya.

Ia juga berharap ada kekompakan dan kebersamaan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Jadi apapun permasalahan masyarakat di lapangan, saya minta disampaikan betul kepada kami.

”Kami akan berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat Batam,” pungkasnya.

Terpisah, Amsakar Achmad juga mengaku tak punya persiapan khusus jelang pelantikan.

”Karena poses pelantikan sudah ada standarnya,” ujar Amsakar kepada Batam Pos kemarin.

Sama dengan Rudi, Amsakar juga mengaku anggota keluarganya tidak lengkap hadiri pelaksanaan pelantikan tersebut. Dua anaknya tidak bisa menghadiri acara pelantikan karena pekerjaan dan kuliah.

”Tadi saja (kemarin,red) anak abang harus pulang ke Jakarta karena selesai masa cutinya. Yang satu lagi tak bisa hadir karena harus kembali ke Semarang,” ujar mantan Kepala Dinas Pedagangan, Perindustrian dan ESDM Pemko Batam ini.

Amskar juga mengaku hingga saat ini belum berpikir untuk tinggal di rumah dinas wakil walikota.

”Abang belum berpikir kesana. Masih tunggu arahan pak wali (Rudi,red). Yang jelas di rumah pribadi sekarang juga bisa digunakan dan tidak berpengaruh dengan pelayanan,” ujar Amsakar.

Senada dengan Rudi, Amsakar mengatakan setelah dilantik, langkah awal yang ia lakukan adalah mendampingi walikota untuk berkoordinasi dengan internal SKPD untuk menyampaikan program-program prinsip pasangan dengan sebutan ‘Ramah’ ini.

”Kawan-kawan SKPD harus bergerak serentak meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami akan berkantor di kantor kecamatan secara acak,” ujarnya.

Selain itu, bersama walikota, pihaknya akan konsentrasi pada tranparansi penggunaan anggaran dan pelayanan sesuai visi dan misi mereka.

”Kami konsentrasi pada tranparansi pengelolaan anggaran. Kami akan terbuka untuk publik,” pungkasnya.

Dengan pelantikan Rudi-Amsakar ini, maka Agussahiman akan melepaskan jabatannya sebagai Plh Wali Kota Batam. Dia kembali menjabat sebagai Sekda Batam.

”Otomatis itu. Karena Batam kan sudah punya wali kota,” ucap Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Kepri, Misni, Minggu (13/3).

Misni juga menjelaskan bahwasanya surat perintah bertandatangan Gubernur Kepri sebelumnya tentang Plh Wali Kota Batam itu memang mesti diterbitkan guna menghindari kekosongan jabatan di suatu pemerintahan. Namun, ketika sang pemilik jabatan telah tersedia dan sudah membacakan sumpahnya, seketika terhapus mandat surat perintah tersebut.

”Kemarin itu kan mesti pakai Plh Wali Kota Batam karena kami masih menunggu SK Pelantikan dari Mendagri, sekarang SK yang sudah ditunggu-tunggu itu keluar,” ujar Misni.

Merujuk Surat Keputusan Mendagri bertanggal 10 Maret 2016, Gubernur Kepri Muhammad Sani mesti melakukan proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepada Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad selaku pasangan kepala daerah terpilih Kota Batam.

”Setelah selesai pelantikan dan pengambilan sumpahnya, besok (hari ini, red) Pak Rudi dan Pak Amsakar sudah langsung bertugas sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam periode 2016-2021,” kata Misni. (spt/aya)

March 14, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: