Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

DK Batam Diminta Segera Realisasikan Penghapusan UWTO

UWTO Membebani Masyarakat

Rencana penghapusan pungutan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) disambut gembira sejumlah pihak. Sebab, selama ini UWTO dinilai sangat membebani masyarakat dan pengusaha di Batam.

Siti Aminah, warga Perumahan Tiban Indah, yang harus membayar UWTO rumahnya tahun ini berharap pemerintah benar-benar merealisasikan rencana yang diucapkan Menteri Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan itu. Ia mengaku UWTO jadi beban berat bagi warga seperti dia.

”Saya sudah tanya ke notaris, ongkos urus UWTO saja Rp 15 juta. Ampun. Mana kita sanggup. Belum lagi UWTO-nya sekitar Rp 20 juta,” katanya Rabu (15/3/2016).

Padahal, kata Siti -yang bersuamikan WN Singapura, tiap tahun ia juga harus membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). ”Bayar terus tapi tanah dan bangunan tak juga jadi hak miliki kita. Beda dengan di Jawa. Rumah milik kita pribadi,” kata perempuan asal Semarang itu.

Selain biaya pengurusan dan tarif UWTO yang mahal, warga juga mengeluhkan birokrasi pengurusan yang rumit dan berbelit-belit, jika mengurus sendiri tanpa notaris. Mulyadi, warga Batamcenter, menceritakan betapa sulitnya mengurus sendiri pembayaran UWTO ke Kantor Badan Pengusahaan Batam.

”Bolak-balik entah berapa kali. Tiga bulan baru selesai. Habis waktu,” katanya. Ia mengakui, mengurus sendiri biaya yang harus dikeluarkan lebih murah. ”Tapi, waktunya lama,” ungkapnya.

Seorang warga Perumahan Duta Mas yang enggan disebut namanya juga mengaku pembayaran UWTO ini sangat memberatkan. Dia mengaku harus membayar UWTO hingga puluhan juta rupiah ke BP Batam.

”Jadi kemarin ada kepentingan untuk pinjam uang ke bank. Dari pihak bank menyebut harus ada perjanjian di notaris kesediaan membayar UWTO. Puluhan juta juga,” katanya.

Menurut dia, penghapusan UWTO ini akan sangat membantu masyarakat di Batam. Ia berharap payung hukumnya jelas dan segera bisa diberlakukan.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang menyampaikan akan menghapus UWTO. Memang menurutnya, selama ini warga diberatkan dengan pembayaran UWTO ini.

”Ini berita yang sangat bagus. Selama ini memang masyarakat bayar double,” katanya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain, mengatakan penghapusan pungutan UWTO ini akan berimbas pada naiknya pendapatan daerah pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) Kota Batam. ”Otomatis PAD (pendapatan asli daerah) Kota Batam akan meningkat,” kata Yudi, kemarin.

Yudi menyampaikan, selama ini sebagian besar wajib pajak enggan membayar PBB-P2 merka juga harus membayar UWTO. ”Mereka pasif bayar PBB. Setelah dihapuskan, tak ada lagi alasan menunggak PBB,” katanya.

Karenanya, Ketua DPC PAN Kota Batam ini beraharap, hal ini segera direalisasikan dan dikeluarkan aturan serta ketentuannya.

Namun Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Batam, Jefridin, tidak sependapat dengan Yudi. Kata dia, penghapusan UWTO tidak akan berdampak pada naikknya pendapatan dari sektor PBB-P2 Kota Batam.

”Tidak ada kolerasinya,” kata Jefridin.

Kecuali, kata dia, ada peningkatan nilai jual obyek pajak (NJOP), otomatis bisa meningkatkan PBB P2.

”Peningkatan NJOP biasanya dilakukan tiga tahun sekali,” jelasnya.

Jefridin menjelaskan, PBB-P2 saat ini memang sudah dikelola daerah. Dia mengklaim, sejak pengelolaannya dilimpahkan ke daerah, pendapatan PBB-P2 terus meningkat. Dalam dua tahun terakhir, nilai PBB-P2 yang dikumpulkan Dispenda Kota Batam mencapai Rp 100 miliar.

”Padahal ketika dikelola pusat pendapatannya hanya Rp 40 miliar saja,” ungkap Jefridin.

WNA Bisa Beli Properti

Dewan Kawasan (DK) Batam terus merumuskan regulasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam. Diantaranya menyangkut aturan yang memudahkan warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti di dalam negeri.

”Ini sangat bagus untuk properti di Batam. Ini memang harus didorong. Tetapi kan belum ada peraturan atau undang-undangnya,” kata Djaja Roeslim, Ketua DPD Real Estate Indonesia Khusus Batam, Selasa (15/3).

Menurut Djaja, selama ini memang banyak orang asing yang sudah memiliki rumah di Batam. Tetapi, orang asing tersebut harus tinggal di Batam dan harus ada manfaatnya untuk Batam.

”Itu diatur dalam PP Nomor 103 2015. Jadi kalau DK merumuskan seperti ini, maka sangat bagus,” katanya.
Memang, dalam rumusan yang dibuat DK Batam, ada beberapa fasilitas dan kemudahan yang diusulkan

untuk pemilikan properti bagi orang asing. Disebutkan di sana bahwa orang asing atau badan usaha asing dapat memiliki hunian atau properti di KEK (rumah tapak atau satuan rumah susun). Kemudian, disebutkan juga pemilik hunian atau properti diberikan izin tinggal dengan badan pengelola KEK sebagai penjamin.

”Bila pemerintah benar-benar memberikan kemudahan untuk kepemilikan hunian oleh asing, maka industri properti di Batam akan bergairah,” katanya.

Menurutnya, ini juga akan berpengaruh terhadap investor yang akan masuk ke Batam. Mereka sudah bisa bebas untuk beli rumah di Batam, mengingat di negara tetangga harga properti sangat mahal.

”Bahkan selama ini kami berharap WNA yang memiliki visa kunjungan bisa membeli dan memiliki properti di Batam,” katanya.

Tetapi di sisi lain, dengan pemberlakuan KEK ini, maka harga properti di Batam diprediksi akan melonjak. Menurut Djaja, KEK ini nantinya hanya akan berlaku untuk kawasan industri. Permukiman pelan-pelan akan sama seperti permukiman di luar Batam. Padahal sebagian besar material untuk properti didatangkan dari luar negeri.

”Jadi kita masih was-was sampai sekarang. Bisa jadi memang harga properti akan mahal. Tetapi saat ini FTZ masih berlaku, masih tetap. Tapi kalau KEK sudah resmi, pemukiman ini yang kita tidak tahu kejelasannya seperti apa,” katanya. (hgt/ian)

March 16, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: