Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jemmy: Jadikan Kepri Berdikari di Segala Sektor

Dorong Masuknya Investasi

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KONSEP lingkar pembangunan Provinsi Kepri ke depan dengan mengutamakan kebijakan berdikari di berbagai sektor.

Jemmy Rumengan, Sa 13 Mei 2014, F Suprizal Tanjung (7) ok image2

Jemmy Rumengan di Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartments, Batam Centre, Selasa (13/5/2014). F Suprizal Tanjung

‘’Kita berdikari di berbagai sektor seperti maritim dan kedaulatan, industri, pariwisata, infrastruktur, ketahanan pangan, serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Kepri,’’ sebut akademisi Kepri, Prof DR Ir Jemmy Rumengan di Batamkota, Kamis (17/3/2016).

Tak kalah pentingnya papar Jemmy, yang menjadi program utama Pemrov Kepri di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan sangat penting dilakukan. Tapi, jangan sampai pembangunan di berbagai sektor tadi malah memperlebar ketimpangan ekonomi, pendidikan, kesempatan kerja di tengah masyarakat. Adakan harmonisasi antara naker, pengusana, dan pemerintah demi mendorong masuknya investasi.

Pertumbuhan ekonomi ujar mantan Rektor Univesitas Batam (Uniba) ini, perlu dikejar dan digerakkan. Perlu diingat, pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai menurunkan daya saing tenaga kerja, produk UKM, produk industri yang dihasilkan di Kepri.

Selama  ini katanya, pembangunan kerap mengabaikan hutan, bakau, bukit, rawa, dan lainnya. Di masa sekarang, tidak saatnya lagi pembangunan perumahan, rumah toko (ruko), hotel, kawasan industri dan lainnya malah menjadi penyebab rusaknya lingkungan. Utamakan penghijauah, selamatkan alam, tingkatkan kualitas SDM di Kepri. Jika itu berhasil, maka bisa menjadi penilaian positif bagi keberhasilan sosok pemimpin di Kepri.

Kebijakan Pemko, Pemkab, Pemrov, Kepres, Perpres, Permen, ataupun UU ke depan ujar Jemmy, jangan lagi bertentangan satu sama lain. Itu akan membuat pengusaha, investor bingung dan takut. Akibatnya terjadi pelarian investasi, investor hengkang, bangkrut dan lainnya. Dampaknya, tenaga kerja (naker) di-PKH. Pengangguran terjadi. Pencari kerja (pencaker) saja sudah banyak, ditambah lagi dengan naker yang di-PHK, tentu jumlah pengangguran semakin banyak. Ini perlu disikapi dengan kepala dingin, bijaksana, dan ada solusi.

Inflasi juga menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tidak bisa diabaikan dan perlu dihindari. Inflasi akan membuat harga sembako, air, listrik naik. Ini membuat naker dan masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Pada sisi lain, penduduk yang terlalu banyak, urbanisasi akan berpengaruh terhadap lapangan kerja, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini perlu dikendalikan.

Dalam bekerja, pemerintah jangan lagi semata berpikir benefit (keuntungan) semata. Pelayanan dioptimalkan melalui satu atap, tapi tidak banyak meja. Yang benar, satu atap dan meja (orang) yang akan ditemui sedikit. Semua itu bisa berjalan bilamana birokrat sudah transparan dalam bekerja, akuntable, mau mengevaluasi diri sendiri, dan otonomi. Tempatkan orang sesuai dengan kemampuannya, the right man in the right place. Ini yang perlu diutamakan. ***

March 19, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: