Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Harga Premium Turun Awal April 216

JAKARTA (BP) – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan pertalite bakal diikuti premium. Bahan bakar oktan 88 itu dipastikan dijual lebih murah mulai 1 April meski harga barunya belum bisa dipastikan.

Menteri ESDM Sudirman Said menyebutkan, ada dua faktor yang menunjang penurunan harga bensin. Salah satunya, penurunan harga minyak dunia sehingga berada di bawah asumsi harga minyak dalam APBN.

Faktor kedua, nilai tukar rupiah terhadap USD juga terus menguat selama tiga bulan terakhir.

”Kalau dilihat dari seluruh aspek, sudah pasti ada penurunan. Berapa besaranya, tunggu saja. Masih dibahas,” ujar menteri kelahiran Brebes tersebut.

Meski harga minyak masih berkisar USD 40 per barel, pemerintah tetap konsisten me-review harga BBM setiap tiga bulan sekali. Perubahan harga terakhir terjadi awal Januari lalu.

Saat itu harga premium di Jawa, Madura, dan Bali turun dari Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.050 per liter. Sementara di luar Jamali, termasuk di Batam, saat ini premium dijual Rp 6.950 per liter. Harga tersebut berlaku sejak 5 Januari lalu.

Sudirman juga belum bisa memastikan rencana pencabutan subsidi solar. Meski demikian, dia mengakui sudah memperoleh masukan soal pencabutan subsidi solar sehingga harga bahan bakar mobil niaga itu menjadi Rp 6.650 per liter.

Pada Januari lalu, harga solar diturunkan dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.650 per liter. Pemerintah ketika itu memutuskan tetap menyubsidi solar karena mempertimbangkan dampak terhadap inflasi. Pemerintah menilai kondisi ekonomi saat ini sudah lebih baik bila dibandingkan dengan awal tahun lalu. Karena itu, pemerintah menilai kenaikan harga solar tidak berpengaruh besar terhadap makroekonomi.

Waktu pencabutan subsidi solar diperkirakan berdekatan dengan pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan daya 900 VA. Pemerintah menginginkan subsidi listrik hanya diberikan kepada 4,1 juta pelanggan yang dinilai layak menikmati tarif Rp 600 per kWh.

”Subsidi diberikan hanya untuk yang berhak,” terang Sudirman.

Dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (18/3/2016), Sudirman juga menyinggung tentang kebijakan energi baru dan terbarukan (EBT). Dia memastikan rencana pengembangan EBT tidak akan berhenti meski harga minyak saat ini sedang murah.

Alasannya, harga minyak dunia bisa saja rebound setiap saat meski diyakini tidak akan setinggi pada 2008–2009 yang mencapai USD 100,01 per barel.

”Kedaulatan energi terjadi ketika kita menggarap potensi yang dimiliki. Potensi kita begitu besar, tapi sedikit yang digarap,” jelasnya.

Dia meyakini persoalan harga yang lebih mahal sehingga menjadi momok pengembangan EBT akan pudar seiring peningkatan volume.

”Kalau terus membangun, kita akan mendapatkan harga yang lebih bagus,” tuturnya. (dim/c14/noe/jpgrup)

March 20, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: