Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Syaiful Anwar Gugur

Helikopter TNI Jatuh Di Poso

PADANG, HALUAN — Helikopter milik TNI Angkatan Darat (AD) jatuh di perkebunan masyarakat di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016) petang, saat operasi memburu teroris.

Kol Inf. Syaiful Anwar

Kolonel Inf Syaiful Anwar, SE

Dalam kecelakaan tersebut, 13 prajurit TNI AD gugur termasuk Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Syaiful Anwar, SE, putra Dusun Buah Kubang Jorong Koto Gadang Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Satu korban lagi, Letnan Dua Penerbang TNI-AD Tito Hadianov Wibisono Bin Suprapto, putra kedua Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Prasjal­tarkim) Sumbar, Ir. Suprapto.

“Benar, salah seorang korban heli itu adalah putra saya,” kata Suprapto ketika ditelepon tadi malam. Tito lulusan Akabri, lahir di Jakarta 20 November 1992.

Sementara itu, kakak kan­dung almarhum Syaiful Anwar,  Nurmartias (63) di rumah duka di Padang Ganting kepada Ha­luan tadi malam mengatakan, pada pukul 10.00 WIB almar­hum sempat menelfonnya mena­nyakan kabar dan pembangunan rumah.

“Beliau nelfon saya jam 10 tadi ketika saya sedang main badminton. Ia menanyakan sudah siap rumah dibangun. Terkejar menjelang lebaran nanti selesai,” tanyanya pada Nurmatias.

Nurmatias menjelaskan bah­wa ruko sudah siap dan rumah menurut perkiraan jelang lebaran siap dan tinggal finising saja lagi.

Disebutkan Nurmartias, al­marhum juga mengabarkan bah­wa ia akan pulang lebaran nanti ke Padang Ganting bersama keluarga. “Saya sekarang mau pergi lagi, ada operasi dan ini sudah mau naik helikopter,” kata Nurmatias mengulangi isi telpon adiknya, menjelang helikopter itu terbang memburu teroris di Palu.

Almarhum meninggalkan seorang istri yang berasal dari Lampung dan meninggalkan tiga orang putrinya. Syaiful adalah anak pasangan M Nur dan Zainar yang kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Syaiful adalah anak keenam dari 10 bersaudara. Ia meninggalkan satu istri dan tiga orang anak.

Sebelum menjabat Danrem Palu sekitar lima bulan itu, alm menjabat Asisten Teritorial Ko­dam II Sriwijaya. Sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Dandim Kota Makassar, mena­matkan pendidikan SMP dan SMA di Padang Ganting.

Kakak almarhum, Afrizal juga mengatakan bahwa hari ini pukul 06.00 WIB ia akan berang­kat menuju Jakarta bersama sembilan orang keluarga dengan pesawat Batik Air.

“Menurut kabar, almarhum akan diberangkatkan dari Palu pukul enam ke Jakarta. Di sana kami nanti merundingkan dengan istri almaruhum untuk pema­kamannya. Istri beliau meminta di makamkan di Lampung se­dang­kan kami menginginkan di sini,” sebut Afrizal kakak al­marhum.

Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm Bagus Tri Kuntjoro juga turun ke rumah duka men­jenguk, sekitar pukul 21.30 hing­ga 22.00 WIB malam kemarin. Dandim bersama anggota me­nyampaikan belasungkawanya kepada keluarga almarhum.

Adik Ipar Dandim Solok

Dandim 0309/Solok Letkol Inf. Safta Feryansyah, S.IP adalah kakak ipar almarhum Syaful Anwar. “Benar yang bersang­kutan (Syaiful, red) adalah adik ipar saya, karena almarhum memperistri adik saya yang ber­na­ma Fitriana Syah. Saat ini istrinya sedang bertugas di Lam­pung,” ucapnya saat dihubungi Haluan via telfon tadi malam.

Ketika ditanyakan kemana nantinya jenazah akan dibawa Safta belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Safta mengaku  masih menunggu ke­lanjutan informasinya.

Hari ini, Safta sekeluarga akan berangkat ke Cijantung terlebih dahulu, tempat jenazah almarhum disemayamkan sebe­lum dikuburkan apakah di Lam­pung atau di kampung hala­mannya di Padang Ganting.

Menurut Safta, semasa hidup­nya, yang bersangkutan dikenal baik, penyayang dan dekat dengan keluarga.

“Tak hanya itu, di TNI beliau kinerjanya sangat bagus hingga dipercayakan oleh Mabes TNI untuk menjadi seorang Danrem di daerah konflik seperti Poso ini,” imbuhnya.

Senior almarhum semasa sekolah dari SD hingga SMA, Oktobaran kepada Haluan me­ngatakan bahwa Syaiful Anwar merupakan sosok yang baik dan peduli kepada sesama. “Kita berharap Tuhan menem­patkan­nya di tempat yang layak dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Kolonel Inf Syaiful Anwar, SE menjadi Danrem Tadulako menggantikan Brigjen TNI He­rianto Syahputra, S.I.P, M.Si yang dipromosikan menjadi Dan­pusintelad (Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat). Sebe­lumnya, Syaful Anwar mendu­duki jabatan Aster Kodam II Sriwijaya.

Saat acara pisah sambu 5 September 2015 lalu, Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si sempat berse­loroh pada  Danrem baru yang asli Minang agar tidak risau memikirkan kampung halaman sebab di Palu juga banyak mas­yarakat Minangkabau yang da­tang merantau.

“Tidak usah takut Pak Syaiful, di sini (Palu) banyak Keluarga Minang, di Talise ada Rumah Gadang jadi tidak usah takut kesepian,” canda gubernur.

Informasi yang terhimpun, pesawat Heli Jenis Bell 412 EP Nomor HA-5171 itu terbang dari Desa Watutau, Kecamatan Lore Utara menuju Poso, namun ke­mu­dian jatuh di sebuah per­kebunan masyarakat di Dusun Petirebajo, Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir sekitar pukul 17.45 Wita.

Kapolres Poso, AKBP Roni me­­­ngatakan, petugas sudah me­la­kukan evakuasi terhadap para kor­ban. “Jenazah korban sudah di­evakuasi dari lokasi kejadian ke Ko­ta Palu,” ujar Roni, Minggu (20/3).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VII/Wirabuana Kolonel I Mae Sutia menye­butkan bahwa musibah jatuhnya helikopter milik TNI AD itu disebabkan cuaca buruk.  “Untuk sementara begitu,” kata Made.

Ia mengatakan, para anggota TNI tersebut sedang menjalan­kan tugas rutin di Poso, khusus­nya terkait Operasi Tinombala bersama anggota Polri.

Pesawat tersebut ditumpangi 13 personel TNI yakni Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar, Kapenrem Mayor Faki, Kapten Yanto (dokter), Kolonel Heri dan Kol Ontang (BIN) dan Prada Kiky (ajuan Danrem).

Sedangkan awak helikopter adalah Kapten Agung (Pilot), Lettu Wiradhy (co pilot), Lettu Tito (co pilot), Sertu Bagus (mekanik), Serda Karmin (me­kanik), Pratu Bangkit (avionik).

Berdasarkan informasi dari wartawan iNews di sekitar lokasi, Yohanes Lita, sebelum diduga jatuh akibat tersambar petir, helikopter yang membawa ang­gota TNI AD sempat menyisir lokasi kelompok teroris Santoso di hutan Desa Siliwanga, Keca­matan Lore Peore, Kabupaten Poso.

“Wartawan diajak untuk ikut kembali ke kota Poso tapi sepertinya enggak ada yang ikut,” kata Yohanes  Minggu (20/3). Ia menambahkan, sekira empat jam perjalanan darat dari lokasi penyisiran Santoso ke tempat jatuhnya helikopter tersebut.

Telepon Keluarga

Sebelum peristiwa heli jatuh, salah seorang korban gugur Kolo­nel Inf Ontang sempat menelefon keluarganya. Adik korban, Mar­tin Sitindaon mengatakan, sebe­lum peristiwa nahas tersebut kakaknya sempat memberi kabar bahwa dirinya masih berada di Poso.

Minggu pagi, Ontang menel­fon istri Martin karena ada ari­san di rumahnya sore. Dia mem­berikan kabar bahwa masih bera­da di Poso,” kata Martin, Minggu (20/3. Martin masih tak me­nyangka kakaknya menjadi kor­ban tewas, karena ikut helikopter untuk kembali ke kota Poso. Ia pun mengaku pasrah dengan peristiwa yang merenggut nyawa sang kakak.

“Saya pasrah harusnya jalan darat ya lebih baik. Tadi kita baru tahu dan belum bisa memberikan kabar apa-apa,” singkat Martin.

Pengamat militer dan inteli­jen Susaningtyas Kertopati me­nyayangkan insiden tersebut. “Saya turut berduka cita, sangat disayangkan saat kita melakukan operasi antiteror ada kecela­kaan,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Nuning ini mengatakan, kece­lakaan ini harus diinvestigasi untuk mengetahui penyebabnya apakah sabotase, human error atau helikopternya yang sudah tidak layak pakai. “Penting juga diinvestigasi soal kemungkinan sabotase,” ucapnya.

Tergolong Baru

Mabes TNI menyatakan heli­kopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171, yang jatuh di atas perkebunan Kelurahan Ka­siguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, layak terbang.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman menyatakan, helikop­ter yang jatuh itu masih tergolong baru. “Masih baru,” kata Tatang, saat ditanya kelaikan helikopter yang jatuh tersebut, ketika jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Minggu (20/3/2016) malam.

Helikopter itu, lanjut Tatang, pengadaan sekitar tahun 2012, dari Kanada. Sebelumnya, bere­dar isu heli yang jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasi­guncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, terkena sera­ngan kelompok teroris.

“Kita jangan menduga-duga, tadi saya sudah sampaikan penye­babnya adalah cuaca, karena kurang lebih sepuluh menit lagi sebelum tempat pendaratan, cuaca hujan,” kata Tatang.

Tatang enggan menduga apa­kah helikopter itu jatuh akibat serangan atau ditembak kelom­pok teroris Santoso yang sedang diburu. Namun, ia membenarkan helikopter itu berangkat dalam kaitan operasi Tinombala, ope­rasi perburuan kelompok Santoso. “Sedang melaksanakan tugas operasi bantuan kepada Polri di Poso,” ujar Tatang.

Mabes TNI menyatakan, tim investigasi sedang dibentuk un­tuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.

Meski menyatakan seluruh penumpang tewas, Mabes TNI menyebut salah satu korban, yakni Lettu Cpn Wiradi masih dalam pencarian.

“Saat ini Pangdam VII Wira­buana sedang pimpin pencarian dan evakuasi, karena masih ada satu korban Lettu Cpn Wiradi belum ditemukan, sementara 12 sudah ditemukan,” ujar Tatang.

Mabes TNI me­nya­takan, tim investigasi sedang dibentuk untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya heli­kopter itu. (h/fma/mg-adl/nas/kcm/okz)

http://harianhaluan.com/mobile/detailberita/50398/putra-tanah-datar-gugur

March 21, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: