Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

LAZ MRB dan CIMB Niaga Syariah Bantu 26 Pelaku Usaha Mikro

Bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi LAZ

BATAM (BP) – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam menyerahkan bantuan modal usaha kepada 26 pelaku usaha mikro di Batam, Rabu (16/3/2016). Masing-masing mendapat bantuan mulai dari Rp 2 hingga 3 juta.

”Ini bagian dari program pemberdayaan ekonomi LAZ yang diberi nama Program Produktif Mandiri,” kata Direktur LAZ MRB, Ustaz Syarifuddin.

Sebagian besar pelaku usaha mikro itu bergerak di bidang usaha kuliner. Ada yang sudah memiliki produk. Ada yang baru berniat membuka usaha. LAZ MRB telah melakukan survei sebelum menetapkan ke-26-nya sebagai penerima bantuan.

”Program kami ini sudah lama ada. Di tahun ini, 26 inilah yang pertama. Tapi di tahun lalu, sudah seratusan yang LAZ bantu dengan program ini,” katanya.

Satu penerima bantuan, Desmiati, merasa bersyukur terpilih menjadi penerima bantuan. Sebab, modal usahanya memang terbatas. Setiap hari, hasil usahanya diputar kembali untuk modal keesokan harinya.

”Yang penting setiap hari cukup makan sajalah,” kata wanita yang akrab disapa Uni itu.

Desmiati memiliki usaha kedai makan nasi Padang. Ia menamainya Warung Uni. Kedai kecil di dalam komplek Pasar Cahaya Garden, Bengkong Kolam Mas, itu menghasilkan sedikitnya Rp 150 ribu per hari.
Dengan uang itu, Desmiati berbelanja bahan masakan untuk keesokan harinya. Ia juga menyisihkan untuk membayar sewa kedai dan rumah. Jumlahnya mencapai Rp 1,1 juta.

Tak terlalu banyak uang yang bisa ia kumpulkan untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya. Padahal, ia memiliki dua anak yang tengah bersekolah. Serta seorang suami yang, kala itu, sakit parah.

”Saya sering pinjam uang sama ustaz di Masjid Namira Cahaya Garden untuk bayar anak sekolah,” ujar wanita berusia 45 tahun itu lagi.

Ustaz di Masjid Namira itulah yang kemudian mempertemukan Desmiati dengan LAZ MRB. Ia mengatakan, LAZ memiliki program untuk membantu pedagang-pedagang seperti Desmiati. Setidaknya, dengan mengikuti program itu, Desmiati bisa mandiri dan tak melulu pinjam uang ke orang-orang.

”Uang ini nanti akan saya pakai untuk tambahan modal usaha,” katanya yang kini menjadi orang tua tunggal setelah suaminya wafat, Minggu (13/3) lalu.

Bantuan Dana Kebajikan Rp 80 juta

Bantuan modal usaha yang LAZ MRB serahkan ke pelaku usaha mikro tersebut bersumber dari dana kebajikan Bank CIMB Niaga Syariah. Jumlah total dana yang diserahkan untuk dikelola LAZ MRB itu mencapai Rp 80 juta.

”Sebenarnya sih jumlah ini bisa berbeda-beda per lembaga. Dana kebajikan yang biasa kita salurkan itu berkisar Rp 25 juta hingga Rp 100 juta,” kata Kepala Cabang Bank CIMB Niaga Syariah Batam, Rizal.

Rizal mengatakan, Bank CIMB Niaga Syariah memang memiliki pos dana kebajikan. Menurut Pengawas Dewan Perbankan Syariah, dana itu harus disalurkan. Sasarannya bisa ke dunia pendidikan, melalui beasiswa, atau ke wirausaha kecil.

Bank CIMB Niaga Syariah Batam memiliki agenda penyaluran dana kebajikan ini empat kali dalam setahun. Mereka menyalurkan ke lembaga-lembaga pengelola zakat dan sekolah atau pesantren. Nanti, lembaga-lembaga itulah yang akan menyalurkan kembali ke wirausahawan atau anak-anak sekolah.

”Kami memang sengaja ke lembaga atau institusi karena kami tidak memiliki akses langsung ke masyarakatnya. LAZ Masjid Rayalah yang paling tahu, wirausaha mana saja yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” ujar Rizal lagi.

Rizal berharap, bantuan usaha ini dapat mengembangkan usaha masyarakat. Sehingga masyarakat itu dapat lebih mandiri.

”Nah, apakah penyalurannya nanti bertahap atau langsung, itu sepenuhnya ada di LAZ Masjid,” katanya.

Di sisi lain, Pembina LAZ MRB sekaligus Ketua I Masjid Raya Batam, Imam Bachroni berharap, bantuan ini dapat dikelola secara lahir dan batin. Bukan hanya dengan ketekunan duniawi tetapi juga secara keimanan. Supaya usaha yang dijalani itu mendapat berkah dari Allah SWT.

”Kenyamanan dan kekayaan itu nggak ada hubungannya. Tetapi kalau keimanan dan keamanan itu kaitannya erat sekali,” ujarnya.

Dalam Islam, semua hal yang dilakukan itu sebaiknya bernilai ibadah. Yakni iman dan amal. Berdagang, dalam hal ini, merupakan ibadah amal kebaikan.

”Kalau yang kita cari barokahnya, insyaAllah, banyak sekali manfaatnya,” ujarnya. (ceu)

March 21, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: