Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Abdul Kadir Ibrahim, PNS ”Anak Fajar dari Laut” Ukir Prestasi

Ingin Mengabdi di ”Kampung Sendiri” Natuna

Menjadi Sekretaris DPRD Kota Tanjungpinang bukanlah suatu tugas dan fungsi yang mudah dan ringan, tetapi sebaliknya berat, penuh tantangan dan mempunyai seni tersendiri.

FARADILLA, Tanjungpinang

Bagaimana tidak, suatu sisi tugas pokok dan fungsinya sama halnya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, tetapi pada bagian lainnya menjadi fasilitator atau membantu segala tugas dan kelancaran kegiatan Ketua dan Wakil Ketua serta anggota DPRD.

Hal yang tak kalah penting dan menjadi tantangan, adalah sebagai  ”penyambung” dan sekaligus ”penengah” antara Pemerintah Daerah dan DPRD.

Menjadi pejabat Eselon II sebagai Sekretaris DPRD, pada hakikatnya mempunyai dua pimpinan, yakni Kepala Daerah dan Ketua DPRD beserta wakilnya. Sebagai sekwan, mesti dapat menjembatani kelancaran dan keharmonisan antara DPRD dengan Kepala Daerah, baik di dalam program dan penganggaran pembangunan maupun hal-ikhwal menyangkut peraturan daerah dan politik.

”Mesti mampu dalam mengharmonisasikan, menyelaraskan, menyerasikan dan membangun kebersamaan antara DPRD khususnya Banggar DPRD dengan Sekreteris Daerah selaku Ketua TAPD,” demikian kata Sekretaris DPRD Kota Tanjungpinang Drs H Abdul Kadir Ibrahim,MT (Akib), kepada Batam Pos, di ruang kerjanya, Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang, Tanjungpinang, Senin (21/3/2016).

Mengikuti perjalanan Akib selaku Sekretaris DPRD Kota Tanjungpinang, tampaknya telah berhasil membuat perubahan dan pembenahan terhadap Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang secara keseluruhan.

Hubungan harmoni dengan berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku pun telah mampu dihadirkan oleh Sekwan dan jajarannya terhadap unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Tanjungpinang serta Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Tanjungpinang.

Untuk itu meminta masukan dari Inpektorat Kota Tanjungpinang dan BPK Perwakilan Kepri. Bahkan, dengan FKPD pun, terutama dengan penegak hukum yakni Kepala Kejari Tanjungpinang dan Kapolres Tanjungpinang, telah terjalin hubungan yang baik dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan program-program pembangunan dan pengelolaan anggaran di Setwan Tanjungpinang sehingga tetap di dalam kepatutan dan kewajaran di mata hukum.

Mantan wartawan Riau Pos itu, tatkala disinggung perjalanannya selama menjadi PNS (ASN), sejenak terdiam dan tatapannya berkaca-kaca. Lalu tersenyum dan berkata, ”Saya ini putra kampung, dari sebuah pulau yang berada di perbatasan, di laut lepas, Kelarik Ulu, Bunguran Barat, Natuna.

Tatkala saya masih kanak-kanak untuk bersekolah masih sulit, dan untuk melanjutkan ke SLTP saja sudah harus merantau dan berpisah dengan ayah-munda dan semua keluarga. Semakin luar biasa berat terasa, manakala melanjutkan ke SLTA dan kuliah  di rantauan yang jauh, Kota Pekanbaru. Mesti optimis dalam hidup,” kata putra H Ibrahim Bukit dan Hj Hadijah Naim itu.

Mantan Pimred Mingguan SeMpadaN, Tanjungpinang (Riau Pos Group) itu ternyata tak hanya berkiprah sebagai wartawan, dan PNS atau ASN melainkan juga sastrawan, yang sudah digelutinya sejak 1980-an.

Syahdan, sejalan dengan kariernya sebagai PNS, dia dikenal pula sebagai salah seorang sastrawan Indonesia modern, budayawan nasional yang terkemuka dengan karya-karya besar dan monumental berupa puisi, cerita pendek, novel dan tinjauan budaya. Untuk sejumlah karyanya dan kiprahnya sebagai ASN telahpun mengantarnya menerima penghargaan nasional dan  internasional.

Dia telah menulis puluhan makalah dan menerbitkan lusinan buku, antara lain sejarah bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu Kerajaan Riau-Lingga, yang berpusat di Pulau Penyengat dengan judul ”Tanah Air Bahasa Indonesia” dan buku politik yang berjudul ”Politik Melayu” (2013).

Bila dicermati karier dan jabatan Akib sebagai PNS/ ASN demikian cepat menanjak. Bagaimana tidak, hanya dalam masa kerja kurang dari 13 tahun, suami Hj Ermita Thaib SAg, ini telah menduduki jabatan Eselon II, yakni menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2009).

Sejalan dengan jabatan itu, golongan dan pangkatnya juga menanjak luar biasa, yakni IV-C dan Pembina Utama Muda yang diraihnya hanya dalam masa kerja 18 tahun 3 bulan saja, tepatnya pada 1 April 2014, dua tahun lalu.

”Mana tahu, suatu ketika saya dapat ikut secara langsung menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan di kampung saya, Kabupetan Natuna,” harap Akib.

Sebagai apresiasi, pengakuan dan penghargaan atas pengabdian, dedikasi dan prestasi dalam bekerja untuk bangsa, negara, dan daerah selama lebih 20 tahun, Abdul Kadir Ibrahim telahpun mendapatkan 7 penghargaan bertarap nasional dan internasional.

Penghargaan terbaru adalah Tanda Kehormatan SATYALANCANA KARYA SATYA XX TAHUN dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Jakarta, 07 Agustus 2015. Tanda Kehormatan SATYALANCANA KARYA SATYA X TAHUN dari Presiden Republik Indonesia, Suselo Bambang Yudoyono, Jakarta, 20 Juli 2010.

Penghargaan Internasional: Anugerah Sagang Seniman Serantau 2013, dari Yayasan Sagang, Pekanbaru, Riau, 2013 diterimanya atas dedikasi dan kebaruan karya-karya seni-sastra yang diciptakannya sejak tahun 1980-an secara terus-menerus sehingga dewasa ini.

Penghargaan Nasional: Asean Development Citra Awards 2012-2013, APC (Asean Programe Consultant Indonesian Consortium), Jakarta, 6 Juli 2012. Penghargaan Nasional: The Best Excekutive Citra Awards 2011-2012, Asean Programme Consultant Indonesia Consortium, yang Ditandai dengan Sebuah Piagam dan Mendali dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) RI, Jakarta, 5 Disember 2011. Penghargaan Nasional: Indonesia Best Executive of The Year 2009 dari Citra Mandiri Indonesia, 18 Desember 2009. Penghargaan Nasional: Indonesian Award ”Man of The Year 2009” dari Yayasan Penghargaan Indonesia, 7 November 2009.

Adapun jabatan yang telah diduduki abang kandung si bungsu Maria (Salos), ini dalam masa kerja 20 tahun (1994-2016), pada Eselon II sebanyak 6 (enam) jabatan, yakni 1) Sekretaris DPRD Kota Tanjungpinang (Februari 2015-sekarang); 2) Staf Ahli Wali Kota Tanjungpinang Bidang Ekonomi dan Keuangan (2014-2015); 3) Staf Ahli Wali Kota Tanjungpinang Bidang Pemerintahan (2013-2014); 4) Staf Ahli Wali Kota Tanjungpinang Bidang SDM (2012-2013); 5) Kepala Badan Kesbangpol Linpenmas Kota Tanjungpinang (2001-2012); dan 6) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2009-2011).

Juga menjabat jabatan Eselon II, yakni menjadi PLT Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2007-2008). Adapun jabatan Eselon III yang pernah diembannya adalah 1) Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang (2008-2009); dan 2) Kabid Sejarah, Purbakala, Nilai Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2006-2008).

Jabatan Eselon IV, yakni 1) Kasi Sejarah, Purbakala dan Pemuseuman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2005-2006); dan 2) Kasubdin Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang (2002-2005). Selama enam tahun menjadi guru, 1); Guru SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (1998-2002) dan 2) Guru SMP Negeri Midai, Natuna, Kepulauan Riau (1994-1998).

Adinda H Bujang Idrin,  ini Abdul Kadir Ibrahim, lahir di Tanjungbalau, Kelarik Ulu, Bunguran Barat (kini Kelarik termasuk dalam  wilayah Kecamatan Bunguran Utara), Natuna, Kepri, 4 Juni 1966. Istrinya, Hj Ermita Thaib SAg dan dukaruniai tiga orang anak, yakni Tiara Ayu Karmita (26 September 1999, kelas II SMA Negeri 2 Tanjungpinang), Safril Rahmat (22 April 2002, kelas 2 SMP Negeri 4 Tanjungpinang), dan Sasqia Nurhasanah (29 Juni 2006, kelas IV SDN 012 Bukit Bestari, Tanjungpinang).

Akib menyelesaikan pendidikan S-2 Magister Teknik (MT) pada Program Pembangunan Wilayah Kota, dan Pesisir, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang (2008). Pendidikan SD di Kelarik Airmali (1981), MTs Sedanau (1984), MAN Pekanbaru (1987), dan IAIN Susqa Pekanbaru (1991).

Sebagai salah seorang sastrawan dan budayawan nasional (Indonesia), Akib aktif menjadi pemakalah di tingkat nasional maupun internasional dalam bidang seni peran (film), bahasa, sastra, tradisi lisan, budaya, politik dan agama.

Sejak 1980-an, Akib telah menulis dan menerbitkan sejumlah buku antara lain: 66 menguak (kumpulan puisi, 1991), Menjual Natuna (kumpulan cerita pendek, 2000), Harta Karun (kumpulan cerita anak-anak pemenang nominasi nasional, yang terbit tahun 2000 dan 2001).

Negeri Airmata (kumpulan puisi, 2004), dan nadi hang tuah (kumpulan puisi, 2010). Kemudian 9  judul buku ”Tuah Melayu” terbit sekaligus tahun 2013: 1) Tanah Air Bahasa Indonesia; 2) Kartini & Aisyah Cinta Sekian Mendalam; 3) Politik Melayu; 4) Memburu Kasih Perempuan Sampan; 5) Karpet Merah Wakil Presiden; 6) Santet Tujuh Pulau; 7) Harta Karun; 8) Tanjung Perempuan; dan  9) Mantra Cinta, dan Mutiara Budaya-Pariwisata Kepualauan Riau (diolah ulang dari Tesis, segera terbit) serta sebuah buku tentang Tradisi Melayu Kepulauan Riau –kumpulan makalah dari perhelatan nasional dan internasional selama 2012-2015– dalam persiapan editing untuk terbit.

Buku yang sudah terbit sebelumnya adalah Aisyah Sulaiman Riau Pengarang & Pejuang Perempuan (bersama penulis lain, 2004), Sejarah Perjuangan Raja Ali Haji sebagai Bapak Bahasa Indonesia (bersama penulis lain, 2004), Tanjungpinang Kota Gurindam, Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji (bersama penulis lain, 2004), negeri airmata (kumpulan puisi, 2004), Rampai Islam: Dari Syahadat Sampai Lahat (kumpulan tulisan lepas di berbagai media massa, 2006), 142 Penyair Menuju Bulan (antologi puisi Penyair Nusantara, 2006).

Kemudian,  Rampai Melayu untuk Kepulauan Riau (Antologi Puisi sejumlah Penyair, 2006), Riwayat Singkat Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah (Penyusun, 2007), Riwayat Singkat Pahlawan Nasional Raja Ali Haji (Penyusun, 2007), KaTePe (Kumpulan Puisi dan Cerpen Pemenang Sayembara Tanjungpinang, Penyelenggara, 2007), Hj Suryatati A Manan: Revitalisasi Sastra Melayu (Penyelenggara, 2009), dan  Penafsiran & Penjelasan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji (bersama sejumlah penulis, 2009). ***

March 22, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: