Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

BNN Incar DPRD Kepri

Dua Anggota Polresta Barelang Positif Narkoba

BATAM POS, Batam

Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kepri membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri terus melakukan pencegahan. Selain warga dan pelajar, BNN Kepri juga mulai menyasar pejabat publik dan anggota DPRD Kepri untuk dilakukan tes urine.

Benny setiawan Kepala BNNP Kepri -F Cecep Image

Benny Setiawan. F Cecep

”Ini langkah awal untuk kita menyasar pencegahan narkoba di lingkungan DPRD Provinsi Kepri. Karena DPRD juga punya tanggungjawab untuk mengampanyekan bahanya narkoba,” kata Kepala BNN Kepri, Benny Setiawan di Kantor DPRD Kepri, Senin (21/3/2016).

Selain melakukan pemeriksaan, BNN Kepri juga akan menjalin kerjasama dengan DPRD Kepri dalam program pemberantasan narkoba. Juga program penyuluhan bahaya narkoba di internal DPRD Kepri.

Kemudian, BNN Kepri juga berharap DPRD Kepri mendukung pemmberantasan narkoba di provinsi ini melalui komitmen anggaran.

Sedangkan dari sisi aturan, DPRD bisa mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberatasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diglakan oleh BNN.

”Itu yang kami harapkan, di budgeting bisa membantu tambahan pembiayaan operasional BNN Provinsi Kepri,” jelas Benny.

Diungkapkannya, untuk tahun 2016, BNN Provinsi Kepri mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp 6,3 miliar lewat BNN Pusat. Hanya saja, jumlah tersebut belum cukup untuk menjalakan misi pencegahan dan pendindakan narkoba di Provinsi Kepri.

Masih kata Benny, kendala-kendala yang dihadapi pihaknya saat ini adalah terkait masalah sarana dan prasarana, sumber daya manusia, anggaran, dan koordinasi antar-pihak yang masih kurang.

”Kamis sudah melakukan banyak MoU dengan instansi-instansi. Tetapi kenyataan hanya sebatas MoU, tetapi tidak ada geregetnya,” sebut Benny.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepri, Sukri Fahrial yang mengaku pernah dekat dengan dunia narkoba menyarankan BNN Kepri membuat langkah nyata dalam mencegah dan memberantas narkoba. Misalnya melakukan razia di tempat-tempat hiburan di Kepri, khususnya di Batam.

”Karena Batam adalah daerah utama yang menjadi kerawanan peredaran narkoba di Provinsi Kepri,” katanya.

Terpisah, BNN Kota Tanjungpinang sudah melakukan tes urine terhadap empat anggota Fraksi Golkar DPRD Tanjungpinang, kemarin (21/3).

Keempat adalah Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, dan tiga anggota DPRD Tanjungpinang Ashadi Selayar, Mimi Betty, dan Simon Amantoko.

Dalam kesempatan itu Ashadi Selayar mengatakan, tes urine yang dilaksanakan tersebut merupakan antisipasi dan langkah awal mencegah peredaran narkoba di kalangan anggota dewan. Tes urine ini juga insiatif dari Fraksi Golkar DPRD Tanjungpinang.

”Kami dari Fraksi Golkar terus mendukung pemberantasan peredaran narkoba di Kota Tanjungpinang terutama di kalangan anggota dewan,” ujar Ashadi saat ditemui di kantor BNNK Tanjungpinang.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tanjungpinang ini mengatakan, tes urine yang dilaksanakan diharapkan bisa dilakukan oleh anggota dewan lainnya secara berkala. Hal ini juga merupakan upaya mendukung program pemerintah, dan harus di mulai dari diri sendiri.

”Pencegahan peredaran narkoba itu mulai dari kita, kemudian gencar dalam hal mencegah peredar narkoba dilakukan tes urine secara berkala,” kata Ashadi.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga menambahkan kegiatan tes urine terhadap seluruh anggota Fraksi Golkar tersebut merupakan program yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Namun, untuk memaksimalkan program tersebut, pihaknya berwacana akan melakukan nota kesepakatan kepada BNNK Tanjungpinang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang, Catur Hadianto mengatakan hasil tes urine terhadap empat anggota dewan tersebut dinyatakan negatif.

Dua Polisi Positif

Sementara itu, semangat jajaran Polda Kepri dan Polresta Barelang memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba ternodai. Sebab, korps baju cokelat itu ternyata justru terlibat dalam penggunaan narkoba secara ilegal.

Hal ini terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 340 personel Polresta Barelang, Senin (21/3). Dua anggota polisi dari Sat Shabara dan Sat Reskrim dinyatakan positif mengkunsumsi narkotika.

”Pemeriksaan ini kegiatan rutin. Tentunya kita melihat ke dalam. Apakah ada personil yang terindikasi,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika

Dia menjelaskan akan menyelidiki keterkaitan anggota tersebut dalam penggunaan narkotika. Namun, Helmy menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada keduanya.

”Ini suatu bentuk keprihatinan. Dan kepada anggota tidak menjadi halangan ada sanksi-sanksi yang diterapkan,” tegas Helmy.

Namun, Helmy mengaku sejauh ini tak menemukan keterlibatan anggotanya dalam peredaran narkotika. Ia mengaku anggotanya tersebut hanya sebatas pengguna.

”Belum ada ditemukan (keterlibatan anggota mengedarkan sabu). Dan tidak boleh ada anggota terlibat mengedar,” tegas Helmy lagi.

Menurutnya, pemeriksaan penggunaan narkotika tersebut akan dilakukan secara mendadak terhadap personil yang bertugas di sembilan Mapolsek di Batam. Selain itu, dia berharap ke depannya seluruh anggota tidak terlibat dalam penggunaan narkotika.

”Semoga ke depannya anggota lebih solid. Termasuk meningkatkan penindakan jalur gelap peredaran narkotika ini,” pinta Helmy.

Sebelumnya, Polda Kepri mengamankan dua pengedar sabu di Bengkong Asrama Polisi, Batam, Sabtu (20/3) lalu. Dua tersangka berinisial Ha dan Tp kedapatan membawa sabu sebanyak 1,5 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan dua sepeda motor.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata Ha adalah mantan polisi yang dipecat pada tahun 2009.

”Ha ini pernah bertugas dulunya di Pekanbaru, pangkat terakhirnya Bripda,” kata Dir Ditresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Wiyarso, kemarin (21/3).

Tertangkapnya Ha dan Tp ini ternyata bermula pada saat Polda Kepri melakukan tes urine pada jajaran anggotanya. Lalu salah satu polisi, berinisial Ya yang positif menggunakan narkoba. Setelah dimintai keterangan, Ya mengaku mendapat barang haram tersebut dari Ha dan Tp.  Saat ini, kata Wiyarso Ha dan Tp berstatus tersangka.

”Kami masih terus melakukan pemeriksaan pada dua orang tersebut,” ujarnya.

Wiyarso mengaku tak akan tebang pilih mengusut kasus narkoba yang melibatkan anggota polisi. Tapi hingga saat ini Ya masih sebatas pengguna.  Ia pun hanya dikenakan hukuman disiplin dan akan segera direhabilitasi.

”Sanksi disiplin saja,” katanya. (jpg/ias/opi/ska)

March 22, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: