Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Warga Tak Punya Pilihan Angkutan Umum

800 Angkot Tak Layak

Batam Pos, Batam

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat saat ini ada 1.700 unit kendaraan transportasi umum (angkot) yang beroperasi di seluruh wilayah Batam. Namun sekitar 800 di antaranya dalam kondisi buruk dan tak laik operasi.

”Saya gak tahu persis uraiannya. Kira-kira yang `tidak layak sekitar 800-an, yang layak 900-an,” kata Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Batam, Faisal Riza, Selasa (22/3/2016).

Faisal menyebut, angkot yang tak layak jalan ini tersebar di hampir seluruh trayek yang ada di Batam. Baik di trayek utama, maupun trayek cabang.

”Seperti (trayek) Jodoh-Nongsa sudah banyak yang tak layak tuh. Jono-Jono (Jodoh-Nongsa, red) itu. Mereka minta waktu setahun dua tahun ini untuk cari modal (peremajaan),” ucap Faisal.

Pada trayek cabang, angkot tak layak tersebar di trayek Mukakuning-Tanjunguncang, Mukakuning-Batuaji, juga daerah Bengkong.

Menurut Faisal, pihaknya terus mendorong supaya badan usaha yang menaungi angkot-angkot tersebut melakukan peremajaan armadanya. Selain itu, Dishub Batam juga melakukan verifikasi badan usaha yang menaungi angkot-angkot tersebut. Dikatakannya, saat ini di Batam terdapat 32 badan usaha yang menaungi angkot.

”Kami diperintah pimpinan suruh verifikasi badan usahanya dulu, setelah badan usaha masuk ke kendaraan, yang izinnya sudah mati, yang tidak lagi jalan badan usahanya kita bekukan,” katanya.

Pantauan Batam Pos, memang banyak angkutan umum yang kondisinya rusak cukup parah. Baik kerusakan pada bodi, maupun interiornya. Misalnya kursi yang sudah tanpa busa, atau tempat duduk yang patah.

Selain itu, banyak juga angkot yang rusak pada bagian pintu maupun bagian belakangnya. Meski begitu, angkot-angkot tersebut tetap beroperasi seperti biasa.

Tak hanya kondisi kendaraan yang memprihatinkan, ulah para sopir angkot di Batam juga sering dikeluhkan para penumpang. Sebab, mereka sering kebut-kebutan di jalan saat membawa penumpang.

”Takut tabrakan naik ini, rawan kecelakaan. Jalannya laju,” ujar Yuni, seorang penumpang angkutan Bimbar dari Batuaji, Selasa (22/3/2016).

Meski kesal, Yuni mengaku terpaksa memilih angkot sebagai transportasi menuju tempat kerjanya. Sebab jika naik busway atau bus Trans Batam, dia harus menunggu cukup lama. Itupun kadang penuh. Sementara jika naik taksi, biayanya pasti lebih mahal.

Selain ugal-ugalan saat nyetir, sopir angkutan umum juga sembarangan berhenti di jalan.

”Suka-suka aja singgahnya, buat macet,” tambah wanita tersebut.

Warga lainnya, Iqbal, menyatakan hal senada. Dia memilih naik angkutan umum pergi-pulang dari Bengkong ke Batamcenter karena tak punya pilihan lain. Sebab sampai saat ini belum ada trayek Busway ke Bengkong.

”Kalau ada, pasti pilih yang nyaman dan gak sempit-sempitan,” kata Iqbal.

Hal senada juga diungkapkan Ela, warga Nongsa. Dia terpaksa naik angkutan Jodoh-Nongsa sebab hanya itu satu-satunya angkutan umum dari Nongsa.

”Walaupun pintunya rusak seperti ini dan membahayakan, gak ada pilihan lain. Cuma Jono yang masuk bisa capai jalur rumah saya,” ujarnya.

Aksi ngetem sembarangan para sopir angkutan umum juga sering dikeluhkan warga. Mereka juga terkesan asal-asalan saat menaikkan atau menurunkan penumpang. Akibatnya, jalanan sering macet karena ulah sopir angkutan ini.

Seperti yang terlihat di depan Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, kemarin (22/3). Sejumlah angkot terlihat ngetem di kawasan itu dengan posisi bodi kendaraan sebagian berada di jalur jalan raya.

Meski terlihat beberapa polisi yang menertibkan, namun para sopir tersebut terkesan tak peduli.

”Emang kayak gitu kondisinya,” kata seorang sopir angkot jurusan Bengkong, Jonres.

Selain tak taat aturan, sopir angkot juga mengabaikan kelengkapan surat-surat dalam berkendara. Saat ditanya kelengkapannya, Jonres mengaku tidak memiliki SIM kategori umum.

”Polisi itu maklum sama kami,” katanya.

Tambah Rute Busway

Dinas Perhubungan Kota Batam terus menambah rute baru Busway atau Trans Batam sebagai alternatif bagi warga. Meskipun begiitu, Dishub mengakui jumlah rute yang ada saat ini masih sangat sedikit sehingga belum mampu mengakomodir kebutuhan warga.
Yan terbaru, Dishub Batam menambah dua rute baru trans Batam Batamcenter-Tanjungpiayu dan sebaliknya. Rute baru ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pekerja.

”Kami akan siapkan dua rute baru trans untuk memudahkan pekerja ke lokasi kerja atau PT,” Kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri, Selasa (22/3/2016).

Dua rute yang nanti akan disiapkan akan melalui wilayah yang menjadi tempat tinggal pekerja. Zulhendri menuturkan pembukaan dua rute baru ini merupakan permintaan dari pekerja.

”Untuk ongkosnya sesuai dengan kantong pekerja,” kata Zulhendri.

Ia berharap dengan dibukanya dua rute nanti bisa mempermudah pekerja ke tempat kerja.

”Nanti kita juga akan siapkan kartu sebagai pengganti tiket. Jadi mereka cukup sekali bayar saja dan penggunaanya bisa berkali-kali,” imbuhnya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Zarefriadi, sangat mendukung dibukanya dua rute khusus pekerja ini. ”Sebelumnya untuk Tanjunguncang kan sudah ada,” kata Zaref.

Ia berharap dengan adanya rute baru Trans Batam ini bisa meringankan bagi pekerja. Ke depannya, Disnaker dan Dishub Batam akan melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan terkait dua rute baru ini.

”Ya, kita harapkan ke depannya semakin banyak akses yang memudahkan tenaga kerja,” tutup pria yang pernah berprofesi sebagai guru ini. (cr13/cr17/Julita Sari/Chyntya Dewi)

March 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: