Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jepang dan Korea Berminat Bangun Universitas di Batam

Investasi di Batam Terus Meningkat

Investasi di Batam terus meningkat dari tahun ke tahun. Kisruh pergantian kawasan Free Trade Zone (FTZ) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KE) tak memberikan dampak negatif.

”Banyak yang masuk, setiap minggu kita selalu menerima tamu (investor) dari luar maupun dalam negeri,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), Gustian Riau, Kamis (24/3/2016).

Bahkan belum lama ini, pihaknya menerima kunjungan dari Negara Korea dan Jepang. Kedua negara itu berniat untuk membangun perguruan tinggi bertaraf internasional.

”Mereka menenayakan lahan, karena itu bukan kewenangan kita (BPM-PTSP), kita arahkan ke instansi terkait (BP-Batam),” kata mantan Kepala Bidang Dinas Pendapatan (Kabid Dispenda) Kota Batam ini.

Gustian menyampaikan, sejak tahun 90-an total PMDN di Batam mencapai 123 perusahaan. Dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun. ”Sangat besar nilainya, setiap tahun terus bertambah. Hingga kini tak ada PMDN yang hengkang,” ungkapnya.

Menurutnya, dari tahun ke-tahun investasi di Batam terus menggeliat. Di tahun 2014 penanaman modal dalam negeri (PMDN) menembus Rp 112 miliar. Perusahaan dominan bergerak di bidang kimia dasar dan farmasi. Tahun 2015 jumlahnya meningkat 15,6 persen menjadi Rp 130 miliar. Sektornya berkembang ke properti, industri logam dasar, makanan, karet, serta plastik.

”Nilainya terus meningkat,” kata mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Batam ini.

Triwulan pertama tahun 2016 sudah masuk enam perusahaan dengan nilai investasi Rp 31 miliar lebih. Bergerak di bidang logam dasar, mesin, angkutan, perdagangan, serta sektor makanan.

Delapan PMDN lainnya juga berminat untuk mengucurkan investasi Rp 38 miliar di tahun ini. ”Mereka sudah mengutarakan keinginannya,” tuturnya.

Gustian menjelaskan, kenaikan investasi di Batam dikarenakan kenyamanan dalam berusaha. Menopang hal tersebut, BPM-PTSP terus melakukan terobosan-terobosan.
Salah satunya membentuk tim yang melibatkan instansi serta Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD).

”Jemput bola, apa yang mereka butuhkan kita bantu,” ungkapnya.

Pihaknya juga berencana menyambut investor di pintu kedatangan dengan kompang dan diberikan kalung bunga.

”Seperti halnya di Jepang investor yang datang diberikan tepuk tangan. Itu bisa membuat kecil kemungkinan membatalkan niat berinvestasi,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan. Selain mempermudah pelayanan dan pengurusan izin yang sudah dilakukan pemerintah.

”Setelah dijadikan KEK, investor yang datang bagusnya sudah disediakan lahan,” tutupnya.

Gustian menambahkan, BPM-PTSP bukan hanya melayani investasi dalam negeri, namun juga dari luar negeri.

”Kita layani semua, kecuali PMA (penanam modal asing) di atas Rp 10 miliar baru Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM),” ucapnya. Itupun, seluruh pengawasan perusahaannya dilakukan BPM-PTSP. ***

March 25, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: