Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Obat Cantik di Kios Kusam

Tidak susah mendapatkan kosmetik tanpa label BPOM di Batam. Kosmetik tersebut jamak dijumpai di pasar dan pusat perbelanjaan. Di pasar, kosmetik didagangkan di kios-kios, sedangkan di mall, banyak dijual di stan-stan penjual kosmetik yang banyak tersebar di sana. Kosmetik itu dijual bersamaan dengan kosmetik legal.

Kios atau toko-toko tersebut mayoritas menawarkan produk-produk kecantikan pemutih wajah. Tak hanya bagian tubuh itu, toko-toko tersebut juga menjual pemutih ketiak dan selangkangan. Produk lain seperti penghilang flek dan jerawat jadi andalan mereka. Di toko-toko itu, kosmetik dijual bersama dengan obat kuat pria, baik yang berbentuk jamu maupun obat asal Cina.

Salah satu toko penjual kosmetik terletak di Windsor, Baloi. Saat disambangi seorang penjaga toko sedang bermain Facebook pada sebuah perangkat komputer. Toko itu sempit. Ukurannya hanya 3 x 1,5 meter persegi. Sebuah etalase dari kaca memajang sejumlah obat-obatan yang dijual. Etalase itulah yang memisahkan penjual dan pembeli saat melakukan transaksi. Tidak ada AC, bahkan tokonya sedikit kumuh.

Ketika ditanya apakah ia memiliki sabun pemutih, penjaga itu memanggil kawannya yang mengerti kosmetik. Seorang pria dengan kemeja hitam dan mengenakan sarung muncul dari balik pintu tirai. Rambutnya menyentuh pundak, dan kumis tipis tumbuh di antara mulut dan hidungnya.

Meski menjual banyak kometik dan obat-obatan asal Cina, penjualnya bukanlah keturunan Tionghoa. Keduanya mengaku berasal dari Pulau Jawa.

Pria bersarung itu kemudian mengeluarkan dua buah produk dengan bungkus perak, satu bungkus panjang, sedangkan bungkus yang lain ukurannya lebih kecil. Merek produk itu Tensung.

“Ini satu paket untuk memutihkan wajah dan menghilangkan flek. Isinya sabun pembersih dan krim siang dan krim malam,” kata pria itu.

Satu paket produk itu dijual dengan harga Rp140 ribu. Di toko lain, dibanderol Rp160 ribu.

Tidak ada keterangan dalam bahasa Indonesia. Hanya aksara Tionghoa dan keterangan dalam bahasa Inggris. Yang lebih utama, tidak ada label BPOM yang tercetak di kemasan. Tapi itu tidak mengurangi kepercayaan diri sang penjual.

“Dalam dua minggu sudah terasa hasilnya, muka akan terlihat lebih putih,” kata dia.

Penjual pun meyakinkan tidak ada efek samping dari produk itu meski tidak memiliki label BPOM. Ia pun menyarankan, jika kulit bereaksi terhadap produk agar mengurangi dulu pemakaian.

Tak takut dengan razia yang baru saja digelar BPOM?

“Tidak, BPOM tidak merazia kami. Yang banyak di razia itu penjual di mal-mal di Jodoh dan Nagoya,” kata dia.

Penjualan produk-produk tanpa nomor registrasi POM juga banyak ditemui di pusat-pusat perbelanjaan di Batam. Misalnya, ada merek Esther dan Tull Jye tanpa label POM di sebuah stan kosmetik di salah satu mall. Bedak padat Esther dihargai Rp20 ribu, sementara sepasang krimnya berharga Rp50 ribu.

Sedangkan harga Tull Jye jauh lebih mahal. Sepasang krim pagi dan krim malam berukuran kecil berharga Rp240 ribu. Sementara jika membeli terpisah dengan ukuran lebih besar harganya Rp200 ribu.

Kosmetik merek Esther sebenarnya bukan merek yang beredar gelap di Indonesia. Tercatat 18 jenis merek Esther terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pendaftar produk ini adalah produsennya, PT Herbayu Inti yang berkedudukan di Jakarta Utara.

Namun, dari penelusuran di lapangan, tidak semua merek Esther yang beredar di pasaran Batam diproduksi PT Herbayu Inti. Krim pagi dan malam Esther beserta bedak padat Two Way Cake UV Whitening dibuat di Taiwan dan diimpor oleh Zenit Ventures Sdn Bhd yang berkedudukan di Penang, Malaysia.

Khusus bedak padat, merek ini tidak tercantum di daftar BPOM. Pada kemasannya yang berwarna kuning tak ada keterangan BPOM-nya. Kemungkinan yang dijual ini adalah barang yang dipalsukan.

Beberapa merek kosmetik berbahaya lain yang ditemukan adalah, Hydroquinone Tertinoin Baby Face (pemutih wajah), Tretinoin Hydroquinone Maxi Feel (pemutih wajah),  Esther Silver (pemutih wajah), Fatloss, Bust Fast 38, Nauluotong Jiaonang, Lasmi, Kumu Zhusheye, POP Popular Facial Cream (pemutih wajah), SK II, dan Trimebutine Maleate Tablets (mengurangi lemak badan), Hazeline (pemutih wajah) RDL dan masih banyak lagi merek lainnya. (nur)

March 31, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: