Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

GP Ansor dan Banser Apel ”Save Natuna”

BATAM (BP) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepri dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) gelar apel “Save Natuna” menyikapi aksi nelayan Cina yang melakukan illegal fishing di Laut Cina Selatan (Laut Natuna).

Nelayan-nelayan asing tersebut dilarang ditahan oleh Indonesia, namun dibebaskan oleh kapal penjaga pantai (Coast Guard) Cina.

“Ini tidak baik untuk keutuhan negara kita secara teritorial,” ucap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepri Nur Haryanto, Minggu (3/4/2016).

Lanjut dia, untuk itu GP Ansor dan Banser akan ikut ambil bagian  membantu pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara. “NKRI harga mati dan nusantara milik kita,” tegasnya.

Menurutnya, aksi kali ini merupakan aksi lanjutan, sebelumnya di Pimpinan Pusat Ansor juga dilakukan aksi serupa.

“Ini intruksi dari pusat. Kita Ansor-Banser Kepri ambil bagian, karena Natuna adalah bagian dari Kepri juga,” katanya.

Kepada anggota GP Ansor Kepri maupun Banser Kepri yang kini berjumlah lebih dari seribu anggota, dia berharap agar siap dalam kondisi apapun, jika sewaktu-waktu negara membutuhkan dua organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

“Harus siap, dalam kondisi apapun. Ansor-Banser ini sejak awal ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya.

Enam Pernyataan Sikap

Mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar membawa kasus agresi Cina di Natuna ke Mahkamah Internasional, dan melakukan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan agar Cina mengakui kedaulatan teritori laut dan ZEE  RI di Perairan Natuna.

Meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan TNI agar mensiagakan dan memperkuat armada tempur laut berkekuatan militer penuh di Perairan Natuna agar agresi Cina di Perairan Natuna tidak terulang.

Mendukung penuh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam upaya penegakan hukum memberantas illegal fishing dan menuntut agar nelayan Cina yang tertangkap diberikan sanksi hukum menurut ketentuan hukum RI.

Mendesak Pemerintah RI agar menggalang solidaritas ASEAN untuk memberikan solusi permanen atas sengketa wilayah di Laut Cina Selatan di mana perairan Natuna termasuk di dalamnya.

Mendesak Pemerintah Cina meminta untuk maaf atas agresinya di Perairan Natuna dan menghargai kedaulatan RI atas Perairan Natuna serta menghormati proses hukum di Indonesia yang sedang berlaku atas nelayan Cina yang tertangkap melakukan illegal fishing.

Menyerukan kepada segenap komponen bangsa agar meningkatkan persatuan dan kesatuan menghadapi ancaman terhadap kedaulatan dan ideologi NKRI baik yang bersifat agresi militer ataupun aksi-aksi terorisme dan radikalisme. (cr13)

April 4, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: