Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Masjid Terapung di Palu untuk Mengenang Datuk Karama

Kalau di Jeddah Arab Saudi ada masjid terapung di Laut Merah, dan di Penang Malaysia ada masjid terapung di Tanjung Bungah. Di Indonesia juga ada. Salah satunya adalah masjid terapung yang berada di Palu Sulawesi Tengah. Masjid yang berada sekitar 30 meter dari bibir pantai Talise ini dinamakan Masjid Terapung, Arkam Babu Rahman.

Masjid Terapung di Palu

Masjid Terapung, Arkam Babu Rahman di Talise, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Masjid ini dibangun sejak 19 Januari tahun 2011 oleh seorang pengusaha Kota Palu yang sukses yaitu Muhammad Hasan Bajamal. Peletakan batu pertama dilakukan oleh walikota Palu saat itu yaitu Rusdy Mastura.

Pembangunannya baru selesai pada 19 Januari 2012 dan diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola. Tujuan dibangunnya masjid ini adalah untuk mengenang Dato Karama yang merupakan penyebar agama islam di Kota Palu pada abad ke-17. Dato Karama  adalah seorang ulama perantau asal tanah Minang di Sumatera Barat. Luas masjid terapung ini kurang lebih sekitar 121 M2 dan mampu menampung sekitar 150 jamaah.

Tiang-tiang masjid ini akan terlihat ketika air laut surut. Namun ketika air laut pasang maka masjid ini terlihat seolah-olah mengapung di tengah laut. Jalan masuk ke masjid berupa jembatan dengan lampu-lampu di kiri kanannya.

Di jembatan ini juga kita bisa menikmati keindahan teluk Palu. Masjid terapung ini memiliki keunikan tersendiri. Selain letaknya yang unik yaitu di atas laut, masjid terapung ini jika dilihat pada malam hari pada kubahnya akan memendarkan cahaya 7 dimensi warna.

Sayangnya aku tidak sempat melihat keindahan kubah masjid ini di malam hari. Tapi suatu saat nanti aku ingin kembali lagi ke Palu dan melihat pantai Talise juga masjid terapung ini di malam hari.

Oh ya aku juga akan menceritakan sedikit tentang siapa Datu Karama yang namanya sudah aku sebut di atas tadi. Dato Karama sebenarnya bukan orang asli Palu. Ia datang dari tanah Minang di Sumatera Barat.

Untuk pertama kalinya Dato Karama menginjakkan tanah Palu di Kampung Lere. Kampung Lere ini sekarang juga masih ada dan letaknya tidak jauh dari masjid terapung ini. Malahan orang sering mengatakan bahwa pantai disekitar masjid terapung ini adalah pantai Lere karena terletak di kampung Lere.

Oh ya di dekat sini juga ada rumah adat Palu lho. Nama Dato Karama ini juga diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Agama Islam di kota Palu. ***

http://astrijalanjalan.blogspot.co.id/2014/02/masjid-terapung-di-palu.html

April 6, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: