Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tindak Pembocor Jawaban UN di Batam

BATAM (BP) – Komisi IV DPRD Batam meminta pemerintah serius menyikapi bocoran jawaban ujian nasional (UN) yang banyak beredar di kalangan siswa. Dewan berharap ada sanksi tegas terhadap para pelaku.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakary menduga bocoran jawaban UN itu sengaja disebar oleh pihak-pihak tertentu. Setidaknya, kemungkinan pelakunya ada dua. Yakni pihak percetakan dan pihak guru atau sekolah.

“Pihak terkait, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayan harus menelusuri dan menindaknya,” kata Riky, Selasa (5/4/2016).

Apalagi, kata politikus PKS itu, kecurangan semacam ini bukan yang pertama kalinya. Kasus ini selalu terulang setiap tahunnya di Batam. Bahkan tahun lalu ada guru yang membantu siswanya mengerjakan soal UN.

Dia menduga, aksi curang pihak sekolah ini semata-mata untuk membantu para siswanya supaya lulus UN. Selain itu, jika hasil UN tinggi, maka secara otomatis nilai jual sekolah yang bersangkutan ikut terdongkrak.

Padahal, lanjut Riky, hasil UN bukan penentu kelulusan siswa. Persentasenya hanya 15 persen. Sementara 85 persen penentu kelulusan siswa diserahkan kepada pihak sekolah.

“Harusnya yang dikejar sekolah bukan nilai, tapi kejujurannya,” katanya.

Maraknya peredaran bocoran kunci jawaban UN ini sangat meresahkan peserta UN dan para orang tua siswa. Mereka berharap pemerintah bersikap tegas.

“Kasihan mereka yang sudah belajar keras. Karena akhirnya nilainya akan kalah dengan yang mendapatkan bocoran jawban UN,” kata salah satu orang tua siswa, kemarin.

Penelusuran Batam Pos, sejumlah siswa mengaku jika bocoran UN ini bukan kali pertama. Kata dia, tahun-tahun sebelumnya bocoran jawaban UN juga sudah diperjualbelikan di kalangan peserta UN, khususnya tingkat SMA sederajat.

“Sebelum ini, rasanya ada,” kata siswa SMA tersebut pada Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, umumnya kunci jawaban tersebut memang sesuai dengan soal-soal UN. Sehingga para siswa rela mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mendapatkannya. Namun ada juga model patungan dalam membeli kunci jawaban UN itu.

Menurut sumber koran ini, kunci jawaban UN itu disesuaikan dengan kode soalnya. Misalnya soal A, B, dan seterusnya. Ditambahkannya, praktik jual beli kunci jawaban UN ini sudah jamak di kalangan peserta UN.

“Bisa ditanyakan kepada siswa yang lagi ujian,” katanya.

Sementara itu, sejak isu peredaran kunci jawaban UN ini diberitakan Batam Pos pada edisi Selasa (5/4), sejumlah peserta UN mengaku resah. Terutama bagi yang merasa telah membeli kunci jawaban. Mereka menuding isu ini dibocorkan oleh siswa yang tak berhasil mendapatkan kunci jawaban UN tersebut.

“Anak-anak yang tidak membeli kunci jawaban disindir dan di-bully di sekolah,” kata seorang siswa kelas tiga di sebuah SMA di Tiban, Batam, kemarin.

Menurut pelajar pria ini, setelah diberitakan di koran, para pembeli kunci UN ini menggunakan siasat baru dalam mendapatkan kunci jawaban. Mereka membuat grup chating untuk membagikan kunci jawaban tersebut.

Sementara Kepala SMAN 4 Batam, Tapi Winanti, mengimbau para siswanya tidak percaya dengan bocoran kunci jawaban. Dia memastikan kunci jawaban tersebut palsu. Karena setiap soal ujian terbagi dalam lima paket, Masing-masing memiliki barcode yang berbeda.

“Jadi kalau masih ada yang percaya kunci jawaban, (pakai) logika sajalah kenapa harus ada yang tertipu,” tegasnya

Devi salah seorang siswa SMAN 4 menuturkan pihak sekolah sudah memberi tahu untuk tidak percaya kalau ada kunci jawaban. “Alhamdulillah, sejauh ini lancar. Tadi guru sempat ingatin lagi sebelum UN dimulai,” kata siswa XII IPA ini.

Hal senada disampaikan Kepala SMA Kartini Batam, Retno Winaryanti Kusumaningsih. Dia mengatakan sekolah telah melarang dan mewanti-wanti para siswa agar tak membeli atau bergantung pada kunci jawaban yang beredar.

“Saya tidak akan melegalkan yang seperti itu,” tegas Retno saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (5/4).

Tak hanya sekedar melarang, Retno juga mengklaim pihaknya terus memantau jalannya UN di setiap kelas yang jadi ruang ujian melalui kamera pengintai atau CCTv yang terhubung ke ruang kerjanya. Ada tujuh ruangan kelas yang dijadikan lokasi ujian, terbagi empat kelas untuk siswa jurusan IPA dan tiga kelas jurusan IPS.

“Saya monitor terus, per kelas bergantian saya zoom (besarkan layarnya) jadi saya bisa lihat gerak-gerik siswa,” katanya.

Dia memastikan tidak ada siswanya yang mencoba-coba menggunakan kunci jawaban UN yang beredar luas di masyarakat.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung menegaskan setiap tahun selalu ada isu seperti ini. Semua pihak diminta untuk tidak mudah percaya.

“Hasil UN sudah bukan penentu kelulusan lagi, jadi mohon jangan menyebar isu,” tegasnya.

Pihaknya juga telah mencari tahu kebenaran adanya sekolah yang membeli kunci jawaban. “Tidak ada itu kunci atau soal bocor,” kata dia. (hgt/ska/rna/cr17)

April 6, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: