Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tolong Selamatkan Saudara Kami

Perusahaan Siapkan Tebusan Rp 15 Miliar

BATAM (BP) – Tenggang waktu pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina kian dekat. Namun sejauh ini belum ada kepastian dari pemerintah terkait upaya pembebasan dan nasib para sandera.

Kondisi ini membuat keluarga besar salah satu sandera, Peter Tonsen Barahama, di Perumahan Villa Paradise Blok J/8 Batuaji, Batam, cemas. Pihak keluarga berharap agar perusahaan tempat Peter bekerja dan pemerintah segera mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan Peter dan rekan-rekannya.

”Apapun yang dilakukan pemerintah kami percaya. Tapi tolong selamatkan saudara kami ini secepatnya karena katanya tanggal akhir permintaan tebusan tinggal dua hari lagi,”
ujar Hendrik Sahabat, salah satu keluarga Peter, Rabu (6/4/2016).

Sebelumnya, kelompok militan Abbu Sayyaf di Filipina menyandera Peter dan sembilan ABK tugboat Brahma 12 sejak tanggal 26 Maret lalu. Kemudian mereka tebusan sebesar Rp 15 miliar. Mereka meminta, tebusan itu dibayarkan paling lambat pada Jumat (8/4) besok.

Hendrik mengaku sudah mendengar kabar, bahwa PT Patria Maritime Lines tempat Peter bekerja akan menyanggupi pembayaran tebusan yang diminta penyandera. Namun kabar tersebut ia peroleh dari pemberitaan di media.

”Keluarga belum dapat penyampaian langsung dari perusahaan. Semoga saja benar seperti yang diberitakan itu,” harap Hendrik.

Seperti yang diketahui Peter merupakan nakhoda tugboat Brahma 12 yang menarik tongkang bermuatan batubara milik PT Patria Maritime Lines. Bersama sembilan anak buah kapal (ABK) nya,

Peter berangkat dari Samarinda hendak ke Filipina sejak tanggal 15 Maret lalu. Namun di tengah perjalan di periaran Filipina, tugboat yang dinakhodai Peter dicegat kelompok radikal Abu Sayyaf. Peter dan sembilan ABK-nya diculik dan disandera.

Kelompok Abu Sayyaf memintah tebusan senilai Rp 15 miliar jika ingin Peter dan kawan-kawannya kembali dengan selamat.

Selama ini, keluarga besar Peter hanya bisa berdoa dan berharap pada pemerintah. Sebab mereka mengaku tak memiliki uang sebanyak yang diminta penyandera untuk membebaskan Peter.

”Harapan kami hanya pemerintah,” tutur Hendrik.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa telah diperoleh sejumlah opsi untuk membebaskan WNI tersebut.

”Saya diutus Presiden berkomunikasi dan sebagainya, komitmen pemerintah Filipina sangat jelas dalam rangka membantu pembebasan 10 WNI yang disandera, kita lakukan langkah koordinasi,” ujar Retno.

Sedangkan untuk opsi penyelamatan yang dibahas dalam rapat tersebut, Menteri Retno mengaku tidak bisa menyampaikannya dengan alasan menjaga keselamatan WNI yang disandera.

”Tetapi opsi kita kaji terus, rapat koordinasi ini untuk memilih atau mengelola opsi yang ada,” katanya.

Sedangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terus membangun komunikasi dan mengikuti perkembangan 10 WNI yang disandera oleh kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina itu.

”Masih komunikasi terus, masih komunikasi saya ikuti terus,” kata Presiden Jokowi setelah meresmikan dan meninjau Pelabuhan Tobelo di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (6/4).

Sebelumnya Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta keluarga 10 WNI yang disandera gerombolan Abu Sayyaf di Filipina untuk mempercayakan pembebasan mereka kepada pemerintah.

Terkait upaya penyelamatan, pemerintah Indonesia masih belum mendapat izin menggelar operasi militer pembebasan sandera di Filipina. Pemerintah Filipina juga meminta pemerintah Indonesia mempercayakan persoalan ini kepada mereka. (eja/jpgrup)

April 7, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: