Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ribuan Orang Salatkan Almarhum HM Sani

Mendagri Irup, Dihadiri Mantan Wagub Soerya

JAILANI, Tanjungpinang

Ribuan warga dari penjuru Provinsi Kepri datang bertakziah ke kediaman almarhum Gubernur Kepri, H Muhammad Sani, Sabtu (9/4/2016) kemarin. Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang kemarin, tak menyurutkan tekad warga ramai-ramai datang takziah dan menyalatkan jenazah almarhum.

Bahkan Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang yang kapasitasnya 1.500 orang sampai tidak mampu menampung jamaah yang ingin mengikuti proses salat jenazah.

Pantauan Batam Pos di lapangan, sejak pagi kediaman almarhum di Jalan Cempedak, Tanjungpinang terus didatangi pelayat. Mulai dari orang berpangkat sampai masyarakat awam. Pukul 07.30 WIB, datang mantan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Soerya Respationo bersama istri Rekaveny, anggota DPR RI Dwi Ria Latifa, dan lainnya.

Soerya Respationo dan rombongan tidak berlama-lama di kediaman almarhum, yakni sekitar setengah jam. Lantas kembali pulang ke Batam karena ada kegiatan partai.

“Saya pernah lima tahun bersama almarhum, dan kami sama-sama tahu karakter kami masing-masing. Selama lima tahun gelombang pasang surut tetap ada. Tetapi alhamdulillah kita bisa sama-sama menyelesaikan tugas secara bersama,” ucap Soerya menjawab pertanyaan Batam Pos.

Disinggung apakah dirinya ada menyimpan rasa tidak suka terhadap sikap dari almarhum Gubernur Sani. Terkait hal itu, Soerya mengatakan dalam bekerja dirinya dan almarhum adalah mitra dan saling mengisi. Sama halnya seperti rumah tangga, suka dan tidak suka pasti ada.

”Bagi saya hal itu sudah tidak dipersoalkan lagi. Saya mendoakan almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT,” jawab Soerya.

Setelah menjalani proses pengkafanan jenazah yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. Sekitar pukul 10.38 WIB, jenazah almarhum kemudian dibawa ke Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang yang tidak jauh dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Proses fardu kifayah atas jenazah almarhum selesai dilaksanakan pada pukul 12.45 WIB yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Abdul Razak. Kemudian sekitar pukul 12.50 WIB, jenazah sudah di gedung daerah untuk mendapatkan penghormatan terakhir.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang datang atas nama presiden tak lupa memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada Pemerintah Indonesia untuk dimakamkan secara militer. Prosesi tersebut berjalan haru di pelantaran Gedung Daerah Tanjungpinang. Dalam kesempatan itu, anak sulung Gubernur, Hery Andrianto yang menyerahkan langsung.

Mendagri Jadi Irup Pemakaman Gubernur

Setelah menjalani prosesi militer di Gedung Daerah Tanjungpinang, sekitar pukul 13.45 WIB jenazah sudah tiba di Taman Makam Pahlawan Pusara Bakti, KM 5 Tanjungpinang. Sepanjang perjalanan yang melintasi Jalan Merdeka, Jalan Tengku Umar, Jalan Ketapang, Jalan Bakar Batu, Brigjen Katamso, MT Haryono dan Gatot Subroto, diramaikan masyarakat Tanjungpinang yang menghormati perjalanan terakhir Gubernur Kepri tersebut.

Proses pemakaman selesai sekitar pukul 15.00 WIB.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo bertindak sebagai inspektur upacara (irup) dalam rangkaian terakhir tersebut. Sementara itu, suadara almahurm seperti Kadispeda Kepri, Isdianto dan beberapa saudara kandung lainnya yang terlibat dalam pemakaman jenazah yang ditandai dengan tembakan senapan.

Atas nama Presiden, dalam kesempatan itu, Tjahjo Kumolo menyampaikan penghargaan Negara atas nama Presiden RI Joko Widodo terhadap dedikasi dan jasa almarhum Muhammad Sani sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang mengabdi selama 50 tahun lebih dan sebagai Gubernur Provinsi Kepri. ”Kami atas nama Presiden RI menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-alamnya atas meninggalnya bapak Muhammad Sani, Gubernur Provinsi Kepri,” ucap Tjahjo.

Tjahjo Kumolo juga mengaharapkan warga dapat mendoakan agar arwah Sani diterima di sisi Allah SWT, dan diampuni segala dosa-dosanya serta keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan kuat serta tawakal dalam menghadapi cobaan yang diberikan. Menurut Tjahjo, penghargaan ini diberikan karena almarhum pernah mendapatkan gelar kenegaraan Bintang Maha Putra Utama.

Masih pantauan di lapangan, istri Gubernur Kepri, Aisyah Sani berusaha tabah atas cobaan yang menimpa keluarganya. Sementara itu, putri gubernur yang juga merupakan staf khusus Gubernur Kepri, Rini Fitrianti terlihat syok atas wafatnya orang tuanya itu. Bahkan ia tersedu-sedu menangis sambil memeluk anak lelakinya. Sementara keluarga dekatnya berusaha menenangkannya.

Usai proses pemakaman, anak sulung Gubernur, Heri kepada rekan-rekan media mengungkap beberapa hari sebelum ayahnya meninggalkan mereka untuk selama-lamanya, pada Minggu (3/4) lalu, seluruh keluarga besarnya kumpul di Singapura. Ia juga tidak berpirasat lain dengan hal itu, meskipun orang tuanya itu mengingatkan untuk dirinya dan keluargnya senantiasa menjaga salat.

”Kita kumpul dengan keluarga di Singapura. Ia juga meminta kami anak-anaknya untuk terus menjaga semangat untung sabut, sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Kepri,” ucap Heri singkat menjawab pertanyaan wartawan. ***

April 10, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: