Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Pantangan yang Harus Ditaati ketika Naik Gunung

BAGI anda yang udah sering naek gunung pasti tahu pantangan umum ketika akan dan saat berada di hutan, bukit, atau gunung. Kalau belum tahu. Ada baiknya kita memperhatikan hal-hal dibawah ini agar selamat dan lancar saat memasuki hutan, mendaki bukit atau gunung.

Hutan 11 2

Memasuki hutan. Foto ilustrasi.

1. Dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak, apalagi sampah. Bawa sampahnya kalau perlu sampe rumah terus buang di tong sampah depan rumah.

2. Dilarang memburu sesuatu kecuali waktu, kecuali kalau agan emang lagi tersesat dan butuh makanan, tapi harus liat-liat apa yang diburu.. Jangan malah jadi-jadian penghuni sono ikut di makan juga…

3. Dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar, ada malah yang iseng ngambil batu terus pas sampe di rumah di datengin sama nyai-nyai penghuni sono minta dibalikin tuh batu ke posisi semula kalau gak mau di ganggu.

4. Dilarang sombong (sesumbar dalam bicara).

5. Dilarang mengeluh dalam perjalanan, mental kita harus kuat. Banyak kejadian pendaki yang pada mengeluh malah tidak selamat di jalan.

6. Dilarang berbuat mesum, sebenarnya dimana aja juga gak boleh berbuat mesum gan, tapi kalau naek gunung masih nekat juga berbuat mesem. Wah-wah.  Siap-siap disamperin sama penghuni di situ. Ibarat kata kita bertamu ke daerah orang ya harus sopan dong. Penghuni daerah di situ juga tidak suka kediamannya menjadi tempat mesum.

7. Usahakan jumlah pendakian berjumlah genap, jangan ganjil ntar kalau ganjil bisa-bisa ada yang nambahin jadi genap atau gak hilang satu sehingga jadi genap (mitosnya gitu)

8. Untuk pendaki cewek usahakan sedang tidak dalam keadaan haid. Selain itu cewek biasanya kalau sedang haid bisa jadi sarang penghuni daerah sana buat masuk ke tubuh cewek itu. Makanya biasakan untuk berwudhu (buat yang muslim) sebelum naik.

9. Dilarang menyebut kata-katan cabul.

10. Dilarang bersiul sebab menurut islam bersiul berarti mengundang setan untuk datang selain suara seruling yang mendayu.

11. Jangan ada tujuan lain naik gunung selain untuk mengagumi ciptaan Tuhan.

Selain itu perlu juga diperhatikan:

1. Awali dan akhiri segala kegiatan pendakian dengan doa untuk memohon keselamatan pada sang maha melindungi

2. Dilarang keras berbuat mesum atau tidak senonoh kalau gak mau kualat, kualatnya bisa aja pas lagi pendakian atau pas di akhirat nanti.

3. Jangan meninggalkan sampah di sepanjang perjalanan, ada baiknya agan atau aganwati pada nyiapin plastik kresek buat mungutin sampah, gak usah milih-milih sampah kita atau bukan. Pokoknya kalau ada sampah ambil saja dah. Tapi kalau sampah masyarakat butuh plastik yang gedean.

4. Diharapkan tidak mengambil apapun benda-benda yang ada di gunung, terutama tanaman-tanaman setempat. Misal, ada mungkin di beberapa daerah gunung yang ditumbuhi pohon abadi edelwies, maka akan bijaknya kalau kita tetap membiarkannya tetap tumbuh di sana.

Ada sebagian orang yang melakukan pendakian yang sengaja memetiknya untuk oleh-oleh buat si doi sebagai bukti keangkuhannya sudah menaklukan gunung itu (mungkin orang yang seperti ini belum bisa disebut pecinta alam kali ya).

5. Hormati dan hargai budaya setempat. Ingat. Kita mendaki itu juga berarti bertamu ke tempat orang. Jangan berbuat bodoh dengan menghina budaya setempat.

6. Saling menyapa dengan penduduk setempat dan sesama pendaki lain ketika bertemu. Siapa tahu orang kita temui itu mahluk lain dan dia kurang senang kalau kita acuh dan sombong.

7. Jangan ada tujuan lain naik gunung selain untuk mengagumi ciptaan Tuhan.

8. Jangan ngelamun. Bisa-bisa tidak liat jalan nanti malah masuk jurang.

9. Nikmatilah sepanjang perjalanan, mau senang, mau capek enjoy aja.

10. Pantangan buat pendaki memakai baju warna hijau loreng, ataupun warna gelap. Ini masuk akal. Karena kalau tersesat ataupun hilang susah mencarinya.

11. Dalam segi packing, letakkan barang-barang yang sangat diperlukan pada posisi yang mudah dijangkau, misalnya untuk minum-minuman.

12. Dilarang merusak alam.

13. Jika ada masalah dalam pendakian, ane pernah diajarin dengan konsep stop, stop, thinking, observasi dan planning.

14. Jangan bawa telur, tadinya ini mitos dari aganwati erlisa namun ternyata ada penjelasan logisnya bahwa kita dalam mendaki tidak membawa makanan yang berbau menyengat agar tidak mengundang hewan buas yang penciumannya tajam. Penjelasan lebih lanjut bisa di lihat di page 3 oleh agan idos.

15. Kalau lagi kepepet pengen buang air, jangan buang di jalur jalan. Lebih bagus kalau gali lubang dulu terus pendem deh tuh hajat sama tanah.

Hal di bawah ini boleh dipercaya, boleh juga tidak. Tapi kalau benar, sebaiknya diikuti dan dipatuhi yaitu:

1. Ada yang bilang kalau pendakian harus berjumlah genap.

2. Ada yang bilang kalau cewek yang sedang haid usahakan tidak ikut mendaki dulu

3. Ada yang bilang kalau jangan menyebut kata-katan porno, cabul, dan jorok.

4. Ada yang bilang kalau jangan bersiul sebab mengundang si “penguasa” gunung.

5. Ada yang bilang untuk daerah-daerah gunung tertentu dilarang memakai warna-warna tertentu, misal yang pernah ane denger buat daerah lawu dilarang pakai baju hijau dan lainnya.

6. Ada yang bilang untuk daerah gunung agung gak boleh bawa daging sapi dan yang mens terus di gunung batur harus bawa selendang.

7. Ada yang bilang kalau di daerah gunung lawu jangan berjalan 3 orang karena seperti gotong mayat, biar selamat disuruh bawa sebatang pohon selama perjalanan.

8. Ada yang bilang kalau di daerah merbabu jangan menggunakan pakaian berwarna merah karena di anggap menantang si empunya gunung (info dari aganwati penggemarkeju dan damideed)

9. Ada yang bilang kalau di daerah gunung lawu jangan ganggu dan ikuti burung jalak di sana sebab bisa nyasar (info dari agan hello-ponk)

Untuk alasan tentang mitos ini belum diketahui asal usulnya. Maaf bukannya tidak mau tanggung jawab untuk mitos ini. Insya Allas kalau saya tahu akan diinformasikan  lagi. Buat anda kalau tidak percaya juga tidak dosa kok. Namanya juga mitos. Intinya serahkan semuanya sama Sang Maha Berkehendak.

http://kaskushootthreads.blogspot.co.id/2014/02/pantangan-pantangan-yang-harus-ditaati.html

April 11, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

1 Comment »

  1. […] Source: Pantangan yang Harus Ditaati ketika Naik Gunung […]

    Pingback by Pantangan yang Harus Ditaati ketika Naik Gunung | Zulheldimz's Blog | April 11, 2016 | Reply


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: