Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rudi: Anak Siapa Pun Saya Pecat

Soal Rekayasa Honorer di Distako Batam

BATAM (BP) – Sebuah video berdurasi 15 menit 52 detik yang beredar di laman Youtube menggegerkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Video yang diunggah pada 10 April 2016 itu mengungkap permainan penerimaan pegawai honorer di Dinas Tata Kota (Distako) Batam.

Dalam video tersebut, seorang pria yang mengaku bernama Bobi Rian membacakan surat pernyataan yang berisi keberatan atas perlakuan Kepala Distako Batam, Asril, serta beberapa pejabat lainnya.

Seperti Sekretaris Distako Batam dan Kasubag Tata Usaha (TU) UPT Pengawasan Bangunan Distako Batam. Kata dia, sebagai seorang pegawai honorer atau tenaga harian lepas (THL) dia mendapat perlakuan tak pantas karena dipindahtugaskan ke rumah susun sewa (rusunawa) sebagai satpam.

”Padahal saya sudah 10 tahun bekerja. Gelar saya S2 kok jadi satpam, apa guna,” kata Bobi dengan logat Melayunya yang kental.

Selain Bobi, ada tiga honorer lain yang disebut mengalami perlakuan yang sama. Dia menduga, kebijakan ini merupakan intrik Distako Batam untuk menyingkirkan mereka.

Sebab, di waktu yang bersamaan, Distako Batam juga merekrut lebih dari 20 honorer baru. Tak hanya itu, lanjut Bobi, Distako Batam juga memanipulasi tahun kontrak honorer baru tersebut yang seharusnya tahun 2016 menjadi 2014.

”Kepala Distako Batam juga telah melakukan kebohongan publik. Sebab kepada media dia mengatakan tidak akan menerima honorer baru,” katanya.

Selain menempatkan Bobi Cs ke rusunawa sebagai satpam, Kepala Distako Batam juga melakukan beberapa intrik kepada mereka. Misalnya, Bobi dan teman-temannya itu dilarang mengikuti apel pagi setiap hari Senin.

”Ini siasat mereka. Padahal nama-nama kami masih ada dalam daftar absen,” katanya.

Dalam video yang berjudul Kelicikan dan Kebusukan Pejabat Dinas Tata Kota Batam itu, Bobi berharap ada evaluasi dari Wali Kota Batam, Rudi. Kata dia, surat tersebut sudah ditembuskan ke Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Sekda Batam, BKD Kota Batam, dan Inspekotrat Kota Batam.

”Kita lihat saja, kalau ada tindak lanjut dari Pak Rudi, ini macem lah Pak Rudi,” kata Bobi sambil mengacungkan jempol tangan kirinya.

Wali Kota Bata, Rudi, langsung bereaksi. Dia mengatakan tidak ada toleransi terhadap penerimaan honorer baru.

”Kita berhentikan semua yang baru dimasukkan itu, kita akan buktikan karena lagi diverifikasi BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) akan kita berhentikan semua, mau anak siapapun dia, emang gue pikirin,” kata Rudi, Senin (11/4/2016).

Menurut Rudi, dengan menghentikan penambahan honorer baru, Wali Kota ingin agar ke depan proses penerimaan pegawai bisa sesuai aturan yang berlaku. Tak seperti penerimaan honorer sebelumnya yang tak terukur sehingga memberatkan pemerintah.

”Artinya, saya ingin semua prosedural sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negera (ASN), boleh terima tapi ada aturan yang harus dilewati, bukan ujug-ujug (tiba-tiba) dimasukkan,” paparnya.

Karena itu, Wali Kota menyatakan akan memanggil Kepala Distako Batam, Asril untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut.

”Nanti kita berhentikan semua,” tegas Rudi.

Wali Kota juga menyatakan telah menerima surat protes dari Bobi dan juga telah menyaksikan video di YouTube tersebut. Namun, Rudi mengkritik cara Bobi menyampaikan keberatan lewat media sosial itu yang dinilai kurang beretika. Mestinya, kata dia, protes diajukan berjenjang ke tingkat atas secara kelembagaan hingga ke tingkat Wali Kota Batam.

”Sebaiknya dia ke BKD, tak selesai ke Asisten III, tak selesai ke Sekda, tak selesai ke Wakil Wali Kota, kalau tak selesai baru ke saya,” kata dia.

Terkait nasib Bobi ke depan yang telah mengungkap indikasi kebobrokan dalam penerimaan pegawai, Rudi mengatakan belum bisa memutuskan. Termasuk, terkait sanksi yang akan diberikan. Ia mengaku masih akan meminta masukan dari beberapa bawahannya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, juga mengaku sudah menerima surat pernyataan yang dilayangkan Bobi Cs pada Rabu (6/4) lalu.

Amsakar juga meyakini, apa yang disampaikan Bobi dalam surat dan video tersebut bukan rekayasa.

”Kebenarannya tinggi, tak mungkin anak ini berbohong,” ungkapnya.

Video yang diunggah Bobi tersebut juga mengundang reaksi dari Komisi I DPRD Kota Batam. Komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini akan segera memanggil Badan Diklat dan Kepegawaian (BKD) Kota Batam.

”Rabu ini akan kita panggil,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura, Senin (11/4).

Menurut Nyanyang, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwako), dua tahun terakhir pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilarang mengangkat tenaga harian lepas. Peraturan tersebut mengacu kepada Undang-Undang Apartur Sipil Negara (ASN) yang tak mengakui adanya tenaga kontrak atau THL.

Namun kenyataannya masih ditemui penambahan tenaga kontrak. Bahkan dilakukan oleh oknum pimpinan SKPD.

Dia menduga, kasus serupa juga terjadi di beberapa dinas lain. Karenanya, berdasarkan hasil verifikasi BKD beberapa waktu lalu, jumlah tenaga honor membengkak dari 4.131 orang menjadi 7.000 orang.

”Ini menyalahi prosedur, kolusi dan nepotisme” katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Batam, Idawati Nursanti, menuding Pemko Batam sengaja menggelembungkan jumlah tenaga honor. ”Kita akan minta BKD membeberkan, Dinas mana saja yang bertambah,” katanya. (ska/rna/hgt)

April 12, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: