Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Tawarkan Ikan Bilis dan Persahabatan

Toko Karya Maju, Tempat Oleh-Oleh Langganan Wisatawan

Salah satu destinasi kuliner wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke Batam adalah Toko Karya Maju di Kompleks Bumi Indah Blok A Nomor 15, Nagoya. Tak hanya menawarkan ikan bilis sebagai ciri khas, tapi juga keakraban.

WAHYUDIN NUR, Batam

Pada bagian depan toko ini mata wisatawan langsung dimanjakan dengan lebih dari 30 jenis ikan yang dikeringkan di dalam sebuah karung plastik besar berwarna bening. Ikan bilis kupas, udang kering, sotong kering, cumi kering, ebi kering, ikan lome, ikan kurau, sayap sotong dan masih banyak lagi.

Saat mengalihkan pandangan ke atas, wisatawan dapat melihat produk beragam jenis ikan dan sotong dalam bentuk kemasan plastik yang digantung bertumpuk-tumpuk.

Azman, 50, wisatawan asal Singapura, terlihat sibuk melihat beragam jenis ikan kering tersebut. Meskipun sudah beberapa kali berkunjung ke toko ini, ia masih terlihat bingung memutuskan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ia pun beranjak dari tempatnya untuk melihat ke dalam toko.

Saat melangkahkan kaki memasuki ruangan seluas 8 x 5 meter ini rupanya tidak cukup hanya berkeliling sekali, ia terlihat berkali-kali melihat seluruh isi toko yang penuh dengan makanan ringan seperti kerupuk ikan, kerupuk udang, kripik pisang, kripik singkong, kripik peyek, camilan kacang, kacang mede, dan masih banyak lagi. Sementara rak kayu di sisi toko terpajang kue bolu, aneka teh dan kopi kemasan.

Selang beberapa menit kemudian, akhirnya dia memutuskan untuk memborong ikan lome, ikan bilis, camilan kacang, krupuk dan kopi kemasan.

“Iya sudah langganan, beli ikan kering dan cemilan ya di sini,” ujar Azman yang datang bersama keluarganya untuk berlibur di Batam, Senin (11/4/2016).

Sama halnya dengan Jim, juga asal Singapura, mengatakan paling menyukai gurihnya ikan bilis.

“Nasi goreng ditemani dengan ikan bilis rasanya itu sangat enak sekali,” ujarnya.

Kenangan Jim tidak semata-mata hanya pada gurih dan renyahnya ikan bilis, namun juga suasana keakraban antara penjual dan pembeli. Jika orang awam yang melihat pasti mengira mereka merupakan saudara ataupun kawan lama yang sudah lama tidak berjumpa. Candaan dengan bahasa Melayu pun bisa membuatnya tertawa, Jim pun tidak mau ketinggalan dengan candaan spontannya,  sehingga membuat orang yang mendengar pun tertawa.

Keramahan dan keakrapan sengaja dijalin oleh karyawan atas inisiatif Ridho, sang pemilik toko, agar pengunjung yang datang bisa merasakan kenyamanan. “Kenyamanan itu yang membuat wisatawan balik lagi dan balik lagi. Jadi mereka merasa seperti berkunjung ke tempat kerabat dan keluarga sendiri,” ujar Ridho.

Menurut generasi ketiga pemilik toko yang ramah ini, ikan bilis sangat digemari oleh wisatawan asal Singapura, sedangkan sotong kering lebih disukai wisatawan asal Korea. Ikan bilis sendiri ia beli dari nelayan sekitar Kepri, sedangkan ikan lainnya kebanyakan dari Sumatera Barat (Sumbar) dan Kalimantan.

“Kalau sebutan orang lokal, ikan bilis itu namanya teri tanjung,” ujarnya kepada Batam Pos.

Selain pembeli datang ke toko, Ridho mengatakan sekarang pelanggan yang tidak sempat berkunjung bisa meneleponnya.

“Maaf ni tidak bisa ke sana, saya pesan ikan bilis, sotong kering dan krupuk udang masing-masing satu kilo, tolong antar ke sini ya,” tiru Ridho mengatakan permintaan pelanggannya.

Tidak hanya wisatawan asing yang kepincut dengan gurih ikan bilis ini, warga Batam sendiri, Yulianti mengatakan rutin membeli ikan bilis, kerupuk ikan dan kerupuk udang untuk dinikmati sendiri.

“Saya beli buat sendiri saja, dinikmati sebagai cemilan saat santai,” ujarnya sambil tersenyum.

Heru, 45, wisatawan asal Jakarta, memborong ebi kering dan camilan kacang. Sembari ia melihat-lihat camilan yang ingin dibawa untuk keluarganya, seorang karyawan toko menawarkan camilan berisi ebi dan teri yang diolah dengan sambal balado.

“Hmm, camilan apa ni?,” tanya Heru.

“Ini namanya sambel ebitri. Kenapa ebitri? Karena di dalamnya ada ebi dan teri,” ujar Sam, karyawan toko.

Jawaban Sam itu langsung disambut dengan tawa oleh Heru. Ia pun langsung melihat produk yang ditawarkan tersebut dan membelinya.

“Oke saya beli ini juga ya,” sembari masih ada senyum di wajahnya.

Menurut pegawai negeri di Jakarta ini, kualitas ikan bilis atau ikan teri di sini berbeda dengan yang ada di daerah lain, termasuk ebinya juga.

“Sulit diungkapkan tapi rasanya memang beda sekali, mungkin dari ikannya yang segar, atau cara pengolahannya,” ujarnya.

Bukan pelanggan biasa, inilah yang tergambar dari sosok Heru. Ia masih mengingat datang ke toko ini.

“Ini sudah yang ke-11 kalinya saya belanja di sini,” ujarnya dengan pasti.

Dia menceritakan awal berkunjung ke Batam, ia belum mengetahui kemana harus membeli oleh -oleh. Berkat informasi dari teman kerjanya, ia akhirnya memutuskan datang ke Toko Karya Maju.

“Tujuh tahun lalu tepatnya, akhirnya coba ke sini. Di samping murah, karyawannya juga ramah. Belanja di sini seperti berkunjung ke tempat kawan lama,” kata Heru sembari tersenyum.

Berbeda lagi dengan Anom, wisatawan asal Singapura ini sengaja datang ke toko hanya untuk menyapa Ape dan Sam, karyawan toko. Anom saat turun dari mobilnya tidak langsung ke toko ini namun melewatkan begitu saja. Ape dan Sam yang ingin menyapa pun bingung dibuatnya. Kebingungan tersebut tidak bertahan lama sebab Anom langsung datang kembali sembari tertawa dan menyapa karyawan lainnya.

“Ya seperti itulah, kadang wisatawan yang datang meskipun tidak membeli tapi hanya bertegur sapa dan bercanda, karena suasana keakraban yang kami jalin, “ kata Ridho menjelaskan maksud kejadian tersebut. (cr18)

April 12, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: