Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

19 Hari Tanpa Kepastian

Lokasi Sandera Tak Diketahui

JAKARTA (BP) –  Hingga memasuki hari ke-20 hari ini, tidak ada perkembangan berarti dari upaya pembebasan 10 WNI yang disandera Kelompok Abu Sayyaf.  Operasi militer pasukan khusus Filipina di Pulau Basilan belum kunjung menemukan di mana lokasi 10 WNI yang disandera. Sementara, pemerintah Indonesia menjamin bahwa situasi masih terkendali.

Pemerintah menyatakan masih mengandalkan soft diplomacy untuk menyelamatkan para WNI yang disandera.

”Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian, dan mudah-mudahan bisa segera terealisasi (pembebasan seluruh WNI),” terang Sekretaris Kabinet Pramono Anung kemarin di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (13/4/2016).

Dia menjamin, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap aksi penyanderaan yang sudah berlangsung selama 19 hari kemarin. Tentunya, dengan tetap menghormati kedaulatan negara Filipina sebagai pemilik otoritas wilayah.

Meskipun demikian, Pram menolak menjawab saat disinggung mengenai bentuk soft diplomacy yang dilakukan pemerintah Indonesia.

’’Ada hal yang tidak bisa diungkapkan ke publik,’’ ucap mantan Sekjen PDIP itu.

Yang jelas, upaya pemerintah tidak akan dihentikan sampai seluruh sandera, khususnya WNI, bebas. Di sisi lain, pihak militer Filipina terus menekan Kelompok Abu Sayyaf yang  berada di Pulau Basilan.

Menuruty lansiran situ berita The Philippines Star, operasi militer di masih dilakukan secara sporadis di wilayah perhutanan Tipo-tipo, Basilan. Hal tersebut dilakukan untuk memojokkan sisa pasukan Abu Sayyaf yang melakukan menyergap dan membunuh 18 tentara Filipina pada Sabtu (9/14/2016) .

’’Operasi masih terus dilanjutkan tanpa ada pembiaran terhadap sisa kelompok penyandera. Hasilnya, saat ini kami berhasil menangkap tiga anggota Abu Sayyaf di wilayah operasional,’’ ujar Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Filemon Tan.

Ini merupakan kali pertama tentara Filipina bisa menangkap anggota kelompok Abu Sayyaf hidup-hidup.Selama ini, militer filipina selalu menemukan pasukan Abu Sayyaf terbunuh. Angka korban tewas dari pihak separatis tersebut sudah total 24 hingga kemarin.

Filemon menolak untuk memberikan keterangan detil identitas terhadap siapa saja yang berhasil ditangkap. Sebab, mereka bakal melalui interogasi yang menentukan langkah selanjutnya bagi operasi militer di Pulau Basilan.

’’Saat ini, kontak senjata berjalan secara sporadis tanpa korban dari pihak kami. Namun, kami harus hati-hati karena sisa anggota dikabarkan sudah dalam posisi bertahan,’’ ungkapnya,

Filipina mengerahkan lima batalyon ditambah dengan pasukan penyergap untuk memburu sekitar 80 pasukan kelompok Abu Sayyaf. Dalam wilayah Basilan, Kelompok Abu Sayyaf sendiri dipimpin oleh Isnilon Hapiolan dan Furuji Indama. (bil/byu/kim/jpgrup)

April 14, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: