Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kejati Kepri Proses Kasus Reklamasi

Polda Kepri Tetapkan Dua Tersangka

Setelah setahun mengendap di Polda Kepri, berkas kasus dugaan pengrusakan lingkungan dan pelanggaran izin reklamasi di Pulau Bokor, Tiban, Batam, akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati Kepri) dan dinyatakan lengkap atau P21.

“Sudah P21. Satu tersangka sudah di sini (Polda Kepri). Dan satu tersangka lagi di Pekanbaru,” kata Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian usai acara pemusnahan barang penindakan Bea dan Cukai di Batuampar, Kamis (14/4/2016).

Tersangka yang dimaksud adalah A Fuan dan Achmad Mahbub alias Abob. Kata Kapolda, saat ini A Fuan sudah ditahan di Mapolda Kepri. Sementara Abob masih menjalani hukuman penjara di Pekanbaru dalam kasus lain, yakni tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kapolda mengatakan, dalam kasus ini pihaknya akan fokus pada laporan pelanggaran izin reklamasi. Sebab pelanggaran izin tersebut menyebabkan kerugian pada Pendapatan Anggaran Daerah (PAD).

“Kalau masalah korupsi dan lainnya, kami belum sampai ke sana,” kata Sam.

Menurut Sam, reklamasi di Batam berbeda dengan daerah lainnya. Sebab kebijakan perizinanannya terletak pada dua kebijakan pemerintah, yakin Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Saya lihat di sini (Batam) sedikit berbeda. Karena ada Pemko Batam dan BP Batam,” tutur Sam.

Sementara Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Budi Suryanto, mengatakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II ke Kejati Kepri masih akan diproses. Ini menyangkut status Abob sebagai terpidana dan saat ini dipenjara di Pekanbaru, Riau.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Abob mereklamasi Pulau Bokor seluas 361 hektare melalui izin dari empat perusahaan, yaitu PT Berantai Bay Storage seluas 87 hektare, PT Rempang Sunset seluas 105 hektare, PT Sunset Sukses seluas 101 hektare, dan PT Power Land seluas 68 hektare.

Berdasarkan izin reklamasi yang hanya dimiliki PT Powerland dari Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Abob selaku direktur dan A Fuan sebagai komisaris PT Power Land, melakukan reklamasi Pulau Bokor secara keseluruhan.

Kasus reklamasi tersebut sempat menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan menyeret nama-nama pejabat pemerintah daerah dan DPRD Batam. (opi/ska)

April 15, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: