Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Plt Sekda Kepri Lapor Polisi Tanpa Koordinasi

Nurdin Merasa Dilangkahi

JAILANI, Tanjungpinang

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengaku tidak tahu menahu soal laporan dugaan pemalsuan tanda tangan almarhum Gubernur Kepri HM Sani yang disampaikan Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli, ke Polda Kepri, pekan lalu.

“Saya belum tahu, dan tidak ada hal itu dilaporkan ke saya,” kata Nurdin dengan raut muka kecewa, di Gedung DPRD Kepri, di Kota Tanjungpinang, Senin (18/4/2016).

Nurdin mengatakan, laporan tersebut disampaikan Reni tanpa koordinasi dengan dirinya. Untuk itu dirinya juga tak mau menebak-nebak, apakah laporan tersebut disampaikan atas nama pribadi Reni sebagai Plt Sekda atau atas nama Pemprov Kepri.

“Saya tidak tahu, coba tanya ke dia (Reni, red),” ujar mantan Bupati Karimun tersebut dengan nada kesal.

Di tempat yang sama, Kapolda Kepri, Brigjen Polisi Sambudi Gusdian, membenarkan Plt Sekdaprov Kepri tersebut sudah membuat laporan kepada Polda Kepri. Namun dalam laporan itu, Reni tidak mencantumkan nama terlapor.

“Kami akan mendalami laporan ini dengan mendengarkan keterangan para saksi,” ucap Kapolda.

Pekan lalu, Reni Yusneli membuat laporan ke Polda Kepri terkait dugaan pemalsuan tandatangan Gubernur Kepri, almarhum Muhammad Sani terkait Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Madiya (Pansel-JPTM). Langkah ini dinilai melanggar Prosedur Tetap (Protap) Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS).

Dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan, kewajiban seorang ASN adalah melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan. Namun dalam kasus ini, Reni melakukan langkah hukum tanpa koordinasi dengan atasannya, yakni Plt Gubernur Kepri.

Menanggapi hal ini, Reni menjelaskan laporan tersebut ia buat sebagai bentuk tanggungjawab dan kepentingan sebagai Plt Sekda dalam administrasi di Pemerintahaan Provinsi Kepri. Untuk itu dia juga menegaskan, laporan tertsebut ia bua atas nama Plt Sekda Provinsi Kepri.

“Saya memang membuat laporan dulu, baru saya beritahukan ke Plt Gubernur. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Reni saat ditemui di Gedung DPRD Kepri, kemarin.

Menurut Reni, laporan tersebut semata-mata untuk memberikan pelajaran kepada pejabat di Pemprov Kepri agar tidak sembarangan memalsukan tandatangan. Apalagi tandatangan gubernur. Dalam laporannya Reni mengaku tidak melaporkan individu tertentu, melainkan laporan administrasi.

“Ini demi menyelamatkan marwah Pemprov Kepri. Saya hanya ingin menjaga nama baik almarhum Muhammad Sani,” katanya.

Disinggung pernyataan anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Nuraida Muksin, yang menyebutkan rekomendasi Pansel JPTM tersebut pernah diterbitkan atas permohonan Sani, Reni mengaku tidak tahu. Dia juga tidak mau menggubris meskipun disebut rekomendasi itu sudah diketahui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri.

“Saya tidak tahu itu, dan tidak ada urusan dan kaitan dengan Nuraida Muksin,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Reni juga membantah isu yang menyebutkan kedatangannya ke Mapolda Kepri beberapa waktu lalu ditemani mantan pejabat penting di Pemprov Kepri. Dia juga mengelak disebut-sebut menggelar pertemuan dengan Wakapolda Kepri setelah membuat laporan.

“Saya datang sendiri ke bagian bawah (Sentra Pelayanan Kepolisian/SPK, red). Dan tidak ada melakukan pertemuan dengan Wakapolda Kepri,” jawabnya. ***

April 19, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: