Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

DBH Migas Idealnya Lebih Besar ke Kepri

Uniba Gelar Seminar Hukum Nasional

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Idealnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas harus lebih besar dan cepat mengalir daerah penghasil.

Jemmy Rumengan, Sa 13 Mei 2014, F Suprizal Tanjung (7) ok image2

Jemmy Rumengan di Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartments, Batam Centre, Selasa (13/5/2014). F Suprizal Tanjung

‘’Untuk mereasalisasikan hal ini perlu adanya revisi  UU No. 33 Tahun 2004 Tentang Pembagian Dana Pusat dan Daerah,’’ sebut Akademisi Kepri, Prof DR Jemmy Rumengan di kampus Universitas Batam (Uniba) saat Seminar Hukum Nasional Kerja Sama Antara Mahkamah Konstitusi RI dengan Uniba, dengan tofik Penguatan Otonomi Darah Berdasarkan Konstitusi Melalui Optimalisasi Dana Bagi Hasil Minya Gas, Senin (18/4/2016) malam.

Selain itu juga perlu direvisi UU tentang Migas khususnya tata kelola dan mekanisme perhitungan DBH. Selama ini DBH berdasarkan lifting (negosiasi, penjualan) baru dibagi ke daerah (daerah penghasil dan provinsi). 2016 ini harusnya Kepri mendapat Rp 700 miliar, namun yang terealisasi hanya Rp 12 miliar.

Ini kurang kondusif untuk meningkatkan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Kepri. Selama ini, dana bagi hasil migas tak merata dan proses penghitungannya tak menurut ukuran maksimal.

Uang migas papar Jemmy dipegang oleh Departemen Keuangan. Sementara yang menentukan DBH adalah SKK Migas. Kepri tidak mendapat informasi/ data lengkap soal lifting produksi migas, cost recovery, berapa fee minyak dan siapa yang menerimanya, dan under atau over lifting.

Kemudian 6 persen DBH untuk kabupaten penghasil hanya parkir. Nanti perlu dibuat Perda Khusus agar DBH itu mengalir ke daerah penghasil.

Selain seminar papar Jemmy, Uniba juga dipercaya sebagai tuan rumah Kompetisi Debat Konstitusi antar Mahasiswa se Indonesia Tahun 2016, mulai Selasa (19/4/2016) sampai Kamis (21/4/2016). Debat ini diikuti 90 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia.

‘’Ini satu kehormatan bagi Batam dan Kepri pada umumnya bahwa universitas lokal telah diakui di tingkat nasional,’’ papar dosen Uniba, Prof DR Jemmy Rumengan saat seminar.

Saat ini sebut Jemmy, Uniba telah memiliki empat program pasca sarjana yaitu Hukum Kenotariatan, Akuntansi, dan Manajemen. Semua program memiliki akreditasi B. Uniba juga memiliki Fakultas Kedokteran pertama di Kepri. ***

April 20, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: